Sungai Guadalupe Naik 975 Cm dalam 4 Jam, Banjir Texas Kembali Mematikan

Banjir bandang kembali menerjang Texas Tengah dan sedikitnya satu orang dilaporkan meninggal dunia. Bencana ini terjadi di wilayah yang masih menyimpan trauma setelah banjir kilat musim panas lalu menewaskan lebih dari 130 orang.

Ancaman kali ini datang dari luapan Sungai Guadalupe yang meningkat sangat cepat setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari. Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat atau NWS San Antonio memperingatkan banjir besar dan mematikan masih dapat merusak area di sekitar sungai.

Warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Guadalupe telah diminta untuk segera mengungsi sejak Kamis pagi. Petugas darurat mengarahkan masyarakat menuju lokasi yang lebih tinggi karena permukaan air diperkirakan terus meningkat sepanjang hari.

Gubernur Texas Greg Abbott mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam pembaruan pada Kamis sore. Ia menyatakan pemerintah negara bagian akan mengerahkan berbagai upaya untuk menyelamatkan warga yang terdampak.

“Kami akan melakukan segala kemungkinan untuk menyelamatkan nyawa manusia,” tulis Abbott melalui unggahan di media sosial. Ia juga menyebut petugas telah melakukan sekitar 80 penyelamatan di tengah kondisi banjir yang berkembang cepat.

Korban meninggal dipastikan bukan peserta perkemahan yang berada di kawasan tersebut. Meski demikian, kenaikan air yang mendadak kembali memunculkan kekhawatiran besar karena kawasan ini pernah mengalami tragedi serupa.

Kenaikan Air Terjadi dalam Hitungan Menit hingga Jam

NWS San Antonio menyebut situasi di sepanjang sungai sebagai kondisi yang mendesak. Dalam unggahan di platform X, lembaga itu meminta warga tidak menunggu lebih lama untuk mencari tempat aman.

“Banjir KATASTROFIK sedang terjadi. Pindah ke tempat yang lebih tinggi sekarang! Sungai Guadalupe naik dengan cepat dan akan terus berlanjut!” tulis NWS San Antonio.

Data yang dikutip mediaindonesia.com dari Texas Tribune menunjukkan lonjakan muka air kali ini mencapai 32 kaki, atau sekitar 975 sentimeter, hanya dalam empat jam. Perubahan ekstrem tersebut memperlihatkan betapa cepatnya kondisi di sekitar sungai dapat berubah setelah hujan lebat.

PeristiwaKenaikan Air Sungai GuadalupeRentang Waktu
Banjir saat ini32 kaki atau sekitar 975 cm4 jam
Banjir pada Juli tahun lalu26 kaki45 menit

Banjir terbaru ini berdampak pada sejumlah wilayah di Texas Selatan, termasuk County Uvalde, Kerr, dan Kendall. Rekaman dari lokasi menunjukkan kendaraan terendam air berwarna cokelat hingga setinggi jendela.

Dalam sejumlah video, petugas penyelamat terlihat membawa anak-anak kecil keluar dari kepungan air menuju area yang lebih kering. Kondisi tersebut menegaskan bahwa evakuasi menjadi fokus utama ketika arus dan ketinggian air berubah secara cepat.

Warga Kembali Dihantui Tragedi Tahun Lalu

Bagi sebagian warga, banjir kali ini bukan hanya ancaman baru, melainkan pengingat atas bencana besar yang terjadi sebelumnya. Carter Lopez, warga Boerne berusia 30 tahun, mengatakan dirinya membantu menarik tetangga keluar dari genangan yang memasuki apartemen mereka.

Lantai bawah apartemen tetangganya dilaporkan terendam air setinggi empat inci. Mereka kemudian mengungsi ke unit apartemen Lopez karena kondisi tempat tinggal mereka tidak lagi aman.

Lopez menilai banjir yang melanda wilayah tempat tinggalnya kali ini terasa lebih parah dibandingkan banjir tahun lalu. “Ini bukan sesuatu yang benar-benar bisa kami persiapkan,” katanya.

Pada Juli tahun lalu, banjir bandang di kawasan yang sama menewaskan lebih dari 130 orang. Korban mencakup 25 anak-anak dan dua pembina di Camp Mystic, perkemahan perempuan yang berada dekat Kerrville.

Saat liburan Fourth of July tahun lalu, permukaan Sungai Guadalupe di area perkemahan itu naik 26 kaki hanya dalam 45 menit. Lonjakan tersebut menghanyutkan puluhan peserta kamp dan meninggalkan dampak mendalam bagi masyarakat setempat.

Camp Mystic kemudian memutuskan tidak lagi beroperasi dan dinyatakan bangkrut pada awal tahun ini. Banjir terbaru membuat warga serta petugas kembali menghadapi risiko di kawasan sungai yang pernah menjadi lokasi salah satu tragedi paling mematikan di Texas.

Source: mediaindonesia.com
Terkait