Jateng Dapat 7.000 Pompa Air, Langkah Antisipasi Kemarau untuk Menjaga Pangan

Author: Qoo Media

Jawa Tengah akan mendapat total 7.000 unit pompa air dari Kementerian Pertanian untuk membantu petani menghadapi ancaman musim kemarau. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas sawah di provinsi yang menjadi salah satu penopang utama kebutuhan beras nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan tambahan bantuan tersebut saat menghadiri groundbreaking Peternakan Sapi Perah Terpadu di Kecamatan Larangan, Brebes, Senin (20/7). Ia menilai kinerja Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.

“Pak Gubernur Ahmad Luthfi ini hebat, penopang pangan Indonesia. Beliau itu rajin sekali. Saya lihat kerja beliau itu, Jawa Tengah penghasil beras nomor dua sekarang,” ujar Amran.

Bantuan pompa air ditujukan untuk mendukung pengairan pertanian ketika ketersediaan air menurun selama kemarau. Pemerintah pusat juga menyiapkan dukungan lain berupa irigasi perpompaan, benih jagung, benih padi, serta alat dan mesin pertanian seperti traktor.

Tambahan 5.000 Pompa untuk Petani

Menurut informasi yang disampaikan mediaindonesia.com, Kementerian Pertanian merespons surat permohonan bantuan yang diajukan Ahmad Luthfi. Sebelumnya, sebanyak 2.000 pompa telah disalurkan ke Jawa Tengah.

Setelah penyaluran awal tersebut, Kementerian Pertanian akan menambah 5.000 unit pompa air. Dengan tambahan itu, total bantuan pompa yang disiapkan untuk Jawa Tengah mencapai 7.000 unit.

Program Dukungan Jumlah/Keterangan Tujuan
Pompa air yang telah disalurkan 2.000 unit Mendukung pengairan pertanian
Tambahan pompa air 5.000 unit Antisipasi dampak kemarau
Total pompa air 7.000 unit Menjaga produktivitas petani
Dukungan lain Benih dan alsintan Memperkuat kegiatan budidaya

Pengadaan pompa dan irigasi perpompaan menjadi penting ketika petani membutuhkan pasokan air untuk mempertahankan tanaman. Bantuan alat mesin pertanian dan benih juga disiapkan sebagai pelengkap dukungan produksi di lapangan.

Target Produksi Padi Naik pada 2026

Ahmad Luthfi menegaskan pemerintah provinsi berkomitmen mempertahankan posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional. Pada 2025, produktivitas padi Jawa Tengah tercatat mencapai 9,7 juta ton.

Jumlah tersebut berkontribusi 15,6% terhadap kebutuhan nasional. Untuk 2026, pemerintah provinsi menargetkan produksi padi meningkat menjadi 10,5 juta ton.

Indikator Pangan Jawa Tengah Data Periode
Produktivitas padi 9,7 juta ton 2025
Kontribusi terhadap kebutuhan nasional 15,6% 2025
Target produktivitas padi 10,5 juta ton 2026

Menurut Luthfi, keberlanjutan produksi pangan juga bergantung pada perlindungan lahan pertanian. “Jawa Tengah merupakan lumbung pangan nasional, sehingga lahan pertaniannya harus kita pertahankan,” tegasnya.

Pemprov Jawa Tengah terus berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk menjaga Lahan Sawah Dilindungi di seluruh kabupaten dan kota. Langkah ini diarahkan agar lahan pertanian tetap tersedia untuk menopang produksi pangan.

Daerah Mulai Siaga Kekeringan

Ancaman kemarau telah mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerbitkan Surat Edaran Gubernur pada 9 Juni 2026. Surat itu menjadi pedoman kesiapsiagaan menghadapi bencana kekeringan di berbagai wilayah.

Data BPBD Jawa Tengah menunjukkan belasan daerah telah menetapkan status siaga. Brebes, Demak, dan Sukoharjo termasuk wilayah yang disebut telah mengambil langkah kesiapsiagaan tersebut.

Selain penguatan sektor pertanian, pemerintah provinsi menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak. Sejak awal Juni hingga pertengahan Juli 2026, distribusi air bersih mencapai 3,2 juta liter bagi lebih dari 81 ribu jiwa di 15 kabupaten.

Penyaluran air bersih dilakukan melalui kolaborasi pemerintah daerah dan program CSR BUMD. Di tengah kondisi kering, bantuan air untuk warga dan pompa bagi petani menjadi dua langkah yang berjalan bersamaan di Jawa Tengah.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru