Mayoritas Ekonom Melihat BI Rate ke 6%, Rupiah Jadi Pertaruhan RDG Juli

Mayoritas ekonom dan analis dalam survei BIG Consensus Insights memperkirakan BI Rate akan naik 25 basis poin menjadi 6% pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Juli 2026. Prediksi ini menempatkan stabilitas nilai tukar rupiah sebagai pertaruhan utama di tengah tekanan pasar yang masih diperhatikan pelaku ekonomi.

Keputusan suku bunga akan diumumkan pada 22 Juli 2026. Jika kenaikan tersebut terealisasi, level 6% akan menjadi posisi BI Rate yang sama seperti pada Desember 2024.

Suara Ekonom Terbelah Tipis

Survei yang disusun DataIndonesia, bagian dari Bisnis Indonesia Group, menghimpun pandangan 18 ekonom dan analis. Sebanyak 10 responden atau 55,56% memproyeksikan kenaikan suku bunga, sedangkan delapan responden atau 44,44% memperkirakan suku bunga tetap di 5,75%.

Nilai tengah proyeksi responden berada di level 6%, yang mencerminkan ekspektasi kenaikan 25 basis poin dari posisi saat ini. Perbedaan pandangan yang tipis menunjukkan keputusan Bank Indonesia masih dipandang bergantung pada perkembangan sejumlah risiko makroekonomi.

Proyeksi RDG Juli 2026Jumlah RespondenPersentase
BI Rate naik menjadi 6%1055,56%
BI Rate bertahan di 5,75%844,44%

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi alasan yang paling banyak diperhitungkan dalam pembentukan proyeksi suku bunga. Faktor ini memperoleh bobot 32,61%, lebih besar dibandingkan pertimbangan lain dalam survei.

Arus modal asing berada di urutan berikutnya dengan bobot 19,57%. Inflasi domestik serta kebijakan suku bunga The Fed masing-masing mendapat bobot 15,22%, sementara risiko geopolitik mencapai 8,7%.

Faktor yang DipertimbangkanBobot
Stabilitas nilai tukar rupiah32,61%
Arus modal asing19,57%
Inflasi domestik15,22%
Kebijakan suku bunga The Fed15,22%
Risiko geopolitik8,7%

Rupiah dan Arus Modal Menjadi Perhatian

Hasil survei BIG Consensus Insights juga mencatat pertumbuhan ekonomi domestik, harga komoditas, dan likuiditas perbankan sebagai faktor yang turut memengaruhi arah kebijakan moneter. Rangkaian indikator tersebut membuat ruang keputusan bank sentral tidak hanya bertumpu pada inflasi.

Kelompok yang memproyeksikan suku bunga tetap menilai BI dapat mempertahankan level 5,75%. Di sisi lain, ekonom dari sejumlah bank, perusahaan sekuritas, dan lembaga penelitian melihat kenaikan menjadi 6% dapat memperkuat stabilitas nilai tukar serta menjaga ekspektasi inflasi.

Sepanjang semester I-2026, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan secara kumulatif 100 basis poin. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas makroekonomi sebelum RDG Juli menentukan arah kebijakan berikutnya.

Sinyal Kebijakan Masih Hawkish

Sebanyak 77,78% responden menilai arah kebijakan moneter BI ke depan masih cenderung hawkish. Pandangan itu mengindikasikan ekspektasi bahwa suku bunga tinggi dapat dipertahankan lebih lama, atau higher for longer, hingga tekanan terhadap stabilitas makroekonomi mereda.

Dengan mayoritas proyeksi yang mengarah ke 6%, hasil RDG Juli akan menjadi penanda penting bagi pasar dalam membaca sikap BI terhadap tekanan rupiah, aliran modal, dan inflasi. Namun, selisih suara responden yang tidak lebar juga memperlihatkan bahwa opsi menahan suku bunga di 5,75% masih tetap menjadi skenario yang diperhitungkan.

Source: finansial.bisnis.com
Terkait