Tekanan pada saham-saham perbankan besar menjadi salah satu sorotan perdagangan sesi I, Rabu (22/7/2026). Saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA mencatat pelemahan paling dalam di antara lima bank besar yang disebutkan, yakni 1,53% ke Rp 6.425.
Pelemahan tersebut terjadi ketika Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berakhir di zona merah. Pada penutupan sesi I, IHSG turun 24,46 poin atau 0,39% ke level 6.315,5.
Pergerakan BBCA berlangsung seiring koreksi yang juga dialami saham bank besar lainnya. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI turun 1,12%, sedangkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI melemah 1,10%.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI juga bergerak turun 0,98% ke Rp 3.040. Sementara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BBTN terkoreksi 0,40% ke Rp 1.260.
Pergerakan Saham Bank Besar
Seluruh lima saham bank besar yang tercantum dalam data perdagangan sesi I berada di area negatif. BBCA menjadi saham dengan persentase penurunan terbesar dalam kelompok tersebut.
| Saham | Perubahan | Harga Sesi I |
|---|---|---|
| BBCA | Turun 1,53% | Rp 6.425 |
| BBTN | Turun 0,40% | Rp 1.260 |
| BMRI | Turun 1,12% | Rp 4.430 |
| BBNI | Turun 1,10% | Rp 3.580 |
| BBRI | Turun 0,98% | Rp 3.040 |
BMRI ditutup pada Rp 4.430 setelah melemah 1,12% pada sesi I. BBNI berada di Rp 3.580 setelah turun 1,10% dalam periode yang sama.
Di sisi lain, penurunan BBTN lebih terbatas dibandingkan empat saham bank besar lainnya. Meski demikian, arah pergerakannya tetap sejalan dengan pelemahan yang dialami BBCA, BMRI, BBNI, dan BBRI.
IHSG Bergerak Fluktuatif
Sebelum ditutup melemah, IHSG bergerak fluktuatif sepanjang sesi I. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip www.beritasatu.com, indeks berada dalam rentang 6.297 hingga 6.394.
Level penutupan 6.315,5 menempatkan IHSG di bawah posisi pembukaan sesi tersebut. Koreksi 0,39% juga mencerminkan dominasi jumlah saham yang melemah pada perdagangan sesi I.
Sebanyak 366 saham tercatat turun, lebih banyak dibandingkan 238 saham yang menguat. Ada pula 190 saham yang bergerak stagnan selama sesi perdagangan berlangsung.
Komposisi tersebut menunjukkan perdagangan tidak hanya diwarnai penguatan pada sebagian saham. Jumlah saham yang terkoreksi menjadi kelompok terbesar dari seluruh saham yang diperdagangkan pada sesi I.
Nilai Transaksi Mencapai Rp 11,23 Triliun
Aktivitas perdagangan saham pada sesi I mencapai 28,93 miliar saham. Nilai transaksi yang terbentuk tercatat sebesar Rp 11,23 triliun.
Frekuensi perdagangan mencapai 1,81 juta kali transaksi. Data tersebut menggambarkan aktivitas jual beli yang tetap berlangsung ketika indeks bergerak di wilayah negatif.
Pergerakan lima saham bank besar menjadi bagian dari dinamika pasar pada sesi tersebut. BBCA memimpin pelemahan kelompok ini, disusul BMRI, BBNI, BBRI, dan BBTN.
Dengan IHSG berakhir di 6.315,5, arah saham bank besar pada sesi I seluruhnya tercatat melemah. Data Bursa Efek Indonesia memperlihatkan penurunan BBCA sebesar 1,53% menjadi salah satu perubahan paling menonjol pada perdagangan itu.
