Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi menunjuk Mayor Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani sebagai Direktur Utama Perum Bulog yang baru. Penunjukan ini terjadi setelah pengunduran diri Novi Helmy Prasetya, yang memilih untuk melanjutkan karir di militer. Ahmad Rizal akan memimpin Perum Bulog dalam perannya yang penting menanggapi tantangan ketahanan pangan nasional.
Dalam sebuah pernyataan, Erick Thohir menjelaskan situasi di mana pengunduran diri Novi terjadi setelah Panglima TNI meminta dia untuk kembali bertugas di instansi militer. “Iya (benar Mayjen TNI Ahmad Rizal),” ungkap Erick saat konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Selasa, 8 Agustus 2025. Meskipun demikian, Erick tidak memberikan rincian mengenai alasan spesifik di balik penunjukan Ahmad Rizal.
Tugas utama Ahmad Rizal sebagai Dirut Perum Bulog ke depan adalah kembali fokus pada penyerapan gabah petani. Dalam konteks ini, Perum Bulog diharapkan dapat berfungsi sebagai saluran yang efektif bagi petani, memastikan bahwa hasil panen mereka dihargai dengan baik dan kontribusi mereka terhadap keamanan pangan nasional diperkuat. “Untuk tahun depan ini kan ada kembali tugas untuk menyerap, untuk petani,” tambah Erick.
Sebelum dilakukan perombakan direksi, Novi Helmy Prasetya memimpin Perum Bulog dan berhasil mencatatkan capaian penting, berkontribusi signifikan dalam memperkuat peran Bulog di sektor pangan. “Perum Bulog menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian Bapak Novi Helmy Prasetya selama menjabat,” kata manajemen Bulog dalam keterangan resmi mereka.
Perum Bulog yang dikenal sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas pengadaan, penyimpanan, dan pendistribusian beras, tentu akan menghadapi berbagai tantangan ke depan di bawah pimpinan Ahmad Rizal. Mantan pejabat militer ini diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam pengelolaan rencana-rencana strategis yang dihadapi perusahaan.
Dengan latar belakang yang kuat di dunia militer, Ahmad Rizal diharapkan membawa pendekatan disiplin dan kepemimpinan yang terstruktur. Di sektor BUMN, hal ini bisa menjadi nilai tambah, mengingat banyaknya permasalahan yang harus dihadapi di tengah dinamika perekonomian yang tidak menentu.
Perum Bulog sebelumnya mengalami beberapa perubahan dalam struktur kepemimpinannya. Ini merupakan langkah strategis yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas BUMN dalam menyikapi berbagai isu kritis, terutama dalam hal ketahanan pangan yang telah menjadi sorotan utama di tengah krisis global.
Dari informasi yang beredar, penunjukan Ahmad Rizal ini mengindikasikan adanya upaya untuk mereformasi dan memaksimalkan operasional Perum Bulog guna memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Hal ini sangat penting, terutama menjelang musim panen yang akan datang, di mana kebutuhan akan penyerapan gabah petani akan meningkat.
Tuntutan akan ketersediaan pangan yang stabil, terutama beras, menjadi pilar utama bagi negara agraris seperti Indonesia. Dalam konteks ini, langkah-langkah strategis yang diambil oleh Ahmad Rizal sebagai Dirut baru nantinya akan sangat kepentingan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di pasaran.
Sebagai catatan, keputusan ini juga mencerminkan dorongan untuk mengedepankan orang-orang yang memiliki pengalaman dan rekam jejak baik di bidang penyelenggaraan negara, terutama dari latar belakang militer. Harapannya, hal ini mampu menciptakan sinergi antara sektor pemerintahan dan BUMN dalam mengatasi tantangan yang ada.
Semua mata kini tertuju pada Ahmad Rizal dan langkah-langkah yang akan diambil dalam menjalankan tugas barunya ini, menanti inovasi dan strategi yang dapat memperkuat posisi Perum Bulog di tengah berbagai tantangan yang ada.





