Sri Mulyani: APBN 2024 Siap Redam Dampak Ketidakstabilan Global bagi RI

Author: Qoo Media

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 telah berfungsi sebagai peredam dampak ketidakstabilan global yang mempengaruhi perekonomian Indonesia. Dalam rapat paripurna DPR yang digelar 15 Juli 2025, Sri Mulyani menjelaskan bahwa dinamika global, termasuk konflik geopolitik dan fenomena El Nino, telah menimbulkan tantangan besar bagi ekonomi nasional. Situasi ini menyebabkan berbagai sektor di dalam negeri mengalami tekanan, yang berdampak negatif pada investasi dan perdagangan.

Sri Mulyani menegaskan pentingnya respons cepat terhadap ketidakpastian global, yang ditandai dengan kebijakan anggaran yang adaptif. “Kondisi demikian membuat para investor di seluruh dunia wait and see, terjadi pelemahan perdagangan, dan mengganggu stabilitas perekonomian global,” ujarnya. Pengaruh lonjakan harga minyak, yang sempat menembus angka US$91,2 per barel, serta depresiasi nilai tukar rupiah menambah kompleksitas situasi ekonomi tahun lalu.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Sri Mulyani optimis bahwa perekonomian Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Defisit APBN 2024 hanya tercatat sebesar 2,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang mencapai 2,7 persen. “Keseimbangan primer kita hampir netral,” katanya, menyiratkan adanya pengelolaan anggaran yang cukup baik di tengah tantangan global.

Dalam hal penerimaan pajak, pemerintah berhasil melampaui target selama empat tahun berturut-turut. Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tetap solid di angka 5,03 persen, didorong oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Angka inflasi berhasil ditekan hingga 1,6 persen, jauh di bawah target APBN sebesar 2,8 persen. “Ini mencerminkan kombinasi antara fundamental ekonomi yang kita jaga, dan daya tahan kita dihadapkan pada guncangan yang terus menerus,” ungkapnya.

Penekanan pada resiliensi ekonomi menjadi salah satu pilar utama dalam strategi pemerintah untuk menghadapi tantangan di masa mendatang. Pelaksanaan program-program stimulus dan peningkatan investasi menjadi langkah-langkah penting untuk memastikan bahwa Indonesia mampu bertahan dan beradaptasi dalam situasi global yang tidak menentu.

Sri Mulyani juga menyoroti pentingnya peran investasi, baik dari dalam negeri maupun asing, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih lanjut. Dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif, diharapkan banyak investor akan berani kembali berkomitmen untuk berinvestasi di pasar Indonesia.

Selain itu, ia juga membahas upaya mitigasi dampak dari perubahan iklim serta ketidakpastian yang disebabkan oleh faktor eksternal. Pemerintah, menurutnya, akan terus berkomitmen untuk menjaga ketahanan pangan dan stabilitas pasar, terutama di tengah ancaman bencana alam yang mungkin terjadi akibat El Nino.

Dalam konteks ini, Sri Mulyani menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting. Aktivitas buyback dari pemerintah, serta dukungan terhadap pelaku usaha kecil, menjadi langkah strategis untuk memperkuat perekonomian domestik.

Dengan semua langkah ini, diharapkan Indonesia tidak hanya mampu menghadapi ketidakpastian global tetapi juga dapat mengambil manfaat dari peluang yang mungkin muncul. Pendekatan holistik dalam pengelolaan APBN dan perekonomian akan menjadi kunci untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan di masa mendatang.

Terbaru