PT Bank Mandiri (Persero) Tbk baru saja mengumumkan pengangkatan Riduan sebagai Direktur Utama yang baru, menggantikan Darmawan Junaidi, berdasarkan keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan di Menara Mandiri, Jakarta. Dalam sesi yang digelar pada Senin (4/8/2025), pemegang saham sepakat untuk melakukan perubahan di jajaran direksi, menetapkan Riduan sebagai pemimpin tertinggi di salah satu bank terbesar di Indonesia.
Biografi Singkat Riduan
Riduan lahir pada 5 November 1970 di Palembang. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Jurusan Ekonomi Akuntansi Universitas Sriwijaya (Unsri) dan melanjutkan pendidikan magister di universitas yang sama dengan fokus pada manajemen. Sejak bergabung dengan Bank Mandiri pada 1999, nama Riduan mulai dikenal luas di industri perbankan Tanah Air, di mana ia telah menempati berbagai posisi strategis yang krusial dalam pengembangan bank tersebut.
Pengalaman Karir yang Kuat
Riduan memiliki lebih dari dua dekade pengalaman di Bank Mandiri. Pada periode 2013 hingga 2016, ia menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Investasi di BPJS Kesehatan. Pengalaman ini memperkaya wawasan dan keterampilannya dalam manajemen keuangan dan strategi bisnis. Setelah kembali ke Bank Mandiri, Riduan dipercaya sebagai Regional CEO II yang mengawasi wilayah Sumatera dari 2016 hingga 2017.
Karirnya terus menanjak, di mana pada 2018 ia menjabat sebagai Senior Executive Vice President (SEVP) Middle Corporate Banking. Posisi ini membawanya kembali ke manajemen yang lebih strategis dalam segmen kredit menengah. Pada Januari 2019, Riduan diangkat sebagai Direktur Komersial Banking, mengikuti penciptaan posisi baru yang ditujukan untuk memperkuat segmen tersebut. Penghargaan atas kinerjanya culminated pada Maret 2024 ketika ia menjadi Direktur Corporate Banking.
Pada 25 Maret 2025, Riduan diangkat sebagai Wakil Direktur Utama, justru beberapa bulan sebelum akhirnya dipilih untuk memimpin sebagai Direktur Utama.
Visi untuk Masa Depan Bank Mandiri
Dengan latar belakang dan pengalaman yang luas dalam dunia perbankan, Riduan diharapkan dapat membawa Bank Mandiri ke era persaingan yang semakin kompetitif. Keberhasilan dalam berbagai posisinya menunjukkan kemampuannya dalam menghadapi tantangan dan memimpin tim menuju pencapaian tujuan bisnis yang lebih besar.
Dalam pidato perkenalan, Riduan menegaskan pentingnya inovasi dan adaptasi dalam layanan perbankan guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelanggan yang terus berkembang. Ia juga menggarisbawahi komitmennya untuk terus mengembangkan program-program CSR (Corporate Social Responsibility) dan digitalisasi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan Bank Mandiri.
Strategi dan Tantangan ke Depan
Salah satu tantangan utama yang dihadapi Riduan adalah mengadaptasi layanan bank di tengah kemajuan teknologi dan perubahan perilaku konsumen. Dalam konteks ini, Bank Mandiri telah memulai beberapa inisiatif digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing, menciptakan platform yang lebih accessible bagi nasabah.
Tidak hanya itu, kepemimpinan Riduan juga diharapkan berfokus pada pengembangan produk dan layanan perbankan yang lebih inklusif, menyasar segmen yang sebelumnya kurang terlayani. Melalui pendekatan yang terintegrasi, ia bertekad untuk memperluas basis nasabah dan memperkuat posisi pasar Bank Mandiri.
Sementara banyak yang berharap akan inovasi dan perbaikan yang dibawa oleh Riduan, keberhasilan kepemimpinannya akan diukur dari pemenuhan target-target strategis serta dampak positif yang dihasilkan bank bagi masyarakat luas. Seiring dengan pelantikan ini, seluruh pemangku kepentingan menanti langkah-langkah konkret yang akan diambil Riduan dalam memimpin Bank Mandiri menjalani transformasi di era baru perbankan.
