
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan peran strategis BRICS dalam menjaga stabilitas global di tengah dinamika geopolitik dan tantangan multilateral yang semakin kompleks. Menurut Prabowo, kelompok negara ini tidak hanya memiliki kontribusi ekonomi signifikan, tetapi juga menjadi pilar harapan yang kuat dalam menciptakan tatanan dunia yang lebih adil dan seimbang.
Dalam keterangannya saat mengikuti BRICS Leaders Virtual Meeting dari kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, Selasa (9/9), Prabowo menyatakan bahwa BRICS kini mencakup lebih dari 55% populasi dunia dan menyumbang lebih dari 40% Produk Domestik Bruto (PDB) global. "BRICS memiliki ekonomi terbesar, negara dengan populasi terbesar, pasar terbesar, serta negara-negara dengan sumber daya alam besar dan sumber daya penting," katanya. Hal ini menjadikan BRICS sebagai kekuatan strategis yang memiliki pengaruh besar dalam perekonomian dunia.
BRICS sebagai Pilar Stabilitas Global
Prabowo menekankan bahwa di tengah ketidakpastian dan ketidakstabilan situasi geopolitik internasional, BRICS memiliki tanggung jawab moral untuk berperan aktif sebagai motor penggerak dalam memperkuat multilateralisme dan menegakkan tatanan dunia yang lebih adil. Menurutnya, kehadiran BRICS yang kuat dapat memberikan harapan bagi negara-negara di dunia yang sedang menghadapi berbagai tantangan, termasuk konflik, ketegangan perdagangan, dan pandemi global.
"Kita memang harus terus melanjutkan dan bekerja lebih erat bersama. Kita harus lebih sering berkonsultasi satu sama lain," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan pentingnya keterbukaan komunikasi, koordinasi, serta kerja sama yang intens di antara anggota BRICS dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
Kontribusi Ekonomi dan Sumber Daya Alam
BRICS yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan, merupakan gabungan beberapa negara dengan pangsa pasar dan sumber daya alam yang sangat besar. Dengan kekuatan seperti ini, kelompok ini memiliki kapasitas untuk mempengaruhi arah perekonomian dunia serta menjaga keseimbangan dalam sistem global yang sedang bergolak.
Prabowo menyoroti sumber daya alam sebagai salah satu aspek utama yang membuat BRICS memiliki keunggulan daya saing. Keberlimpahan sumber daya tersebut menjadi modal besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada negara-negara tertentu.
Dukungan Indonesia terhadap BRICS
Sebagai negara yang tengah mengemban peran strategis di kancah internasional, Indonesia secara aktif mendukung peran BRICS serta mengajak anggota lainnya untuk memperkuat kerja sama agar dapat menghadapi berbagai tantangan global secara efektif. Dukungan ini sejalan dengan visi Indonesia yang mengedepankan diplomasi multilateral dan pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari kebijakannya di arena global.
Melalui keterlibatan dalam pertemuan BRICS secara virtual, Indonesia memperlihatkan komitmen untuk terus bersinergi dan mengoptimalisasi peran BRICS dalam menjaga keseimbangan geopolitik serta perekonomian dunia.
Tantangan Multilateralisme dan Masa Depan BRICS
Prabowo juga menegaskan bahwa multilateralisme menghadapi ujian yang cukup berat di masa kini. Konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global menjadi tantangan utama bagi kelompok negara yang ingin membangun kerja sama internasional yang efektif.
BRICS diharapkan dapat menjadi platform strategis untuk mencapai tujuan tersebut dengan mengedepankan dialog, kerja sama yang saling menguntungkan serta keterlibatan aktif dalam isu-isu global, baik dari sisi politik, ekonomi, maupun sosial.
Kehadiran BRICS sebagai kekuatan ekonomi dan politik mampu memberikan kontribusi signifikan dalam membangun tatanan dunia multipolar yang berimbang dan inklusif, sesuai dengan aspirasi masyarakat internasional. Prabowo mengajak semua pihak untuk terus memperkuat jalinan komunikasi dan kolaborasi sebagai wujud konkret dalam menjaga stabilitas dan mendorong kemajuan bersama.





