Gerakan Koperasi Bakal Miliki Coop University dan Coop Bank Tahun Ini

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengungkapkan dua agenda besar yang akan menjadi tonggak penting pengembangan Gerakan Koperasi di Indonesia, yaitu pembentukan Coop University dan Coop Bank. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Pengukuhan Struktur dan Personil Badan Pengelola Pusat Informasi Perkoperasian (BP-PIP) Dekopin di Jakarta pada Rabu malam, 8 Oktober 2024.

Coop University sebagai Pusat Pendidikan dan Pengkaderan

Ferry menegaskan, keberadaan Coop University, yang mengacu pada Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) di Jatinangor, Jawa Barat, sangat krusial untuk mempersiapkan tokoh-tokoh dan kader-kader koperasi yang kuat dan kompeten. "Tujuannya adalah mencetak generasi penerus yang mampu memperjuangkan dan mengembangkan Gerakan Koperasi dengan pendekatan yang lebih modern dan relevan," jelasnya.

Menurut Ferry, Ikopin memiliki potensi besar untuk menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan kekinian, sehingga dapat menyuplai sumber daya manusia berkualitas yang memahami betul prinsip dan tantangan sektor koperasi di Indonesia. Hal ini dianggap akan memperkuat basis penggerak koperasi agar lebih inovatif dan berdaya saing tinggi.

Coop Bank untuk Penguatan Pembiayaan Koperasi

Selain aspek pendidikan, penguatan akses pembiayaan juga menjadi prioritas utama Gerakan Koperasi ke depan. Ferry menilai perlu adanya lembaga keuangan khusus koperasi yang mampu melayani kebutuhan pembiayaan secara efektif dan terfokus. Dalam hal ini, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) diharapkan bertransformasi menjadi Coop Bank.

"Semula kita pernah memiliki bank khusus koperasi, yakni Bank Bukopin, yang kini sudah beralih kepemilikan ke Korea. Oleh karena itu, LPDB harus dikembangkan menjadi institusi serupa yang khusus menyalurkan dana bagi koperasi di seluruh Indonesia," ujarnya.

Langkah ini diharapkan dapat memfasilitasi penguatan modal dan pengembangan usaha koperasi secara lebih massif, sehingga mempercepat inklusi keuangan di sektor koperasi yang selama ini masih menghadapi berbagai kendala pembiayaan.

Peran Strategis BP-PIP dalam Meningkatkan Informasi dan Publikasi Koperasi

Pada kesempatan yang sama, Menteri Ferry menyampaikan apresiasi terhadap pembentukan Badan Pengelola Pusat Informasi Perkoperasian (BP-PIP) oleh Dekopin. Badan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem informasi, komunikasi, dan publikasi bagi Gerakan Koperasi di era keterbukaan informasi saat ini.

"BP-PIP berperan penting agar keberadaan dan narasi mengenai koperasi tidak tenggelam, melainkan menjadi bagian utama pemberitaan ekonomi nasional," tutur Ferry.

Ketua Umum Dekopin, Bambang Haryadi, menambahkan bahwa BP-PIP harus mampu mengelola informasi secara kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Menurutnya, sosialisasi perkoperasian perlu dikemas tidak hanya dalam bentuk tradisional seperti majalah, tetapi juga melalui media sosial, podcast, dan platform digital lainnya.

"Badan ini harus menjadi simbol kebangkitan koperasi, yang mampu merubah stigma negatif dan meningkatkan minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk aktif berkoperasi," tegas Bambang.

Pentingnya publikasi yang masif dan inovatif diharapkan mampu membantu mengangkat potensi koperasi yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat luas. Melalui BP-PIP, Gerakan Koperasi bisa lebih dikenal sebagai kekuatan ekonomi yang modern, terbuka, dan profesional.

Langkah Ke Depan dalam Menguatkan Gerakan Koperasi

Inisiatif untuk mendirikan Coop University dan Coop Bank merupakan bagian dari upaya strategis agar koperasi di Indonesia dapat maju dan berdaya saing di tengah dinamika ekonomi global. Dukungan penuh dari pemerintah serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan diharapkan akan mempercepat terwujudnya kedua institusi tersebut.

Selain itu, penguatan sistem informasi dan komunikasi melalui BP-PIP akan menjadi pilar penting dalam membangun citra koperasi yang positif dan relevan dengan perkembangan zaman. Keseluruhan program ini diharapkan mampu mendorong revolusi perkoperasian yang tidak hanya berorientasi pada skala lokal, tetapi juga mampu bersaing di level nasional dan internasional.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button