Sudah 8.523 Koperasi Desa Merah Putih Terdaftar di Jawa Tengah Tahun Ini

Sebanyak 8.523 Koperasi Desa Merah Putih telah terdaftar dan berdiri di seluruh wilayah Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, 3.891 koperasi sudah aktif beroperasi di 35 kabupaten/kota, sementara sisanya, sebanyak 4.632 koperasi, masih dalam tahap persiapan. Keberadaan koperasi ini mencakup hampir seluruh desa di provinsi tersebut, dengan keberagaman bidang usaha yang dijalankan.

Menurut data terbaru, koperasi desa merah putih di Jawa Tengah sudah memiliki 136.112 anggota aktif. Secara kolektif, koperasi-koperasi tersebut mengelola modal bersama senilai Rp 25,2 miliar. Bidang usaha yang paling dominan meliputi laku pandai, pertanian, peternakan, penjualan gas elpiji, sembako, apotek, klinik, cold storage, logistik hingga simpan pinjam.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengungkapkan dalam Rapat Konsolidasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Semarang, bahwa koperasi desa merah putih merupakan pilar ekonomi kerakyatan yang tangguh dan modern. Hal ini sejalan dengan visi Presiden yang mengedepankan penguatan ekonomi kerakyatan sebagai fondasi pembangunan ekonomi nasional. Oleh karena itu, Pemprov Jawa Tengah memberikan dukungan penuh terhadap percepatan operasional dan pengembangan koperasi tersebut.

Namun, Sumarno menyoroti sejumlah tantangan yang saat ini dihadapi, seperti belum optimalnya sarana dan prasarana serta masih dibutuhkannya penguatan kapasitas pengurus koperasi. Beberapa koperasi desa merah putih belum menunjukkan aktivitas usaha yang signifikan karena kendala perencanaan, pembentukan pengurus, permodalan, dan pemilihan jenis usaha yang sesuai. Oleh karena itu, rapat konsolidasi dan pelatihan kapasitas pengurus menjadi langkah strategis guna mempercepat perkembangan koperasi agar dapat lebih berdaya guna bagi anggotanya.

“Pengalaman masa lalu dengan KUD menunjukkan bahwa tujuan awal yang baik terkadang mengalami penyimpangan karena kepentingan pengurus yang lebih dominan. Kita harus belajar dari pengalaman tersebut dan memastikan koperasi ini mengutamakan kepentingan anggota serta membangun ekosistem ekonomi yang kokoh di tingkat desa,” ujar Sumarno.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramiyanto, menambahkan bahwa penguatan kapasitas pengurus koperasi saat ini menjadi fokus utama. Lebih dari 17.000 pengurus koperasi desa merah putih akan mengikuti kegiatan capacity building tingkat provinsi yang berlangsung pada tanggal 20-22 Oktober 2024. Kegiatan ini bertujuan membekali pengurus agar mampu menjalankan koperasi dengan efektif dan profesional. Eddy berharap program serupa dapat diterapkan di tingkat kabupaten dan kota sehingga didapatkan pemerataan kualitas pengelolaan koperasi.

Dengan semakin membaiknya pengelolaan koperasi desa merah putih, diharapkan koperasi dapat berperan sebagai motor penggerak ekonomi desa. Koperasi yang sehat dan berdaya saing diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Keberadaan koperasi di berbagai bidang usaha juga membuka peluang lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan akses ekonomi masyarakat desa pada produk dan layanan yang dibutuhkan.

Pemprov Jawa Tengah terus mendorong peningkatan kualitas serta profesionalisme pengurus agar koperasi dapat menghindari masalah klasik dan mampu menjalankan fungsi utamanya sebagai wadah ekonomi bersama. Selain itu, pemerintah juga terus mengupayakan penyediaan sarana dan prasarana pendukung agar koperasi mampu berkembang dan bertahan dalam persaingan usaha yang terus berubah.

Secara keseluruhan, pencapaian jumlah koperasi desa merah putih yang semakin meluas menjadi salah satu indikator kemajuan pembangunan ekonomi di Jawa Tengah. Dengan dukungan yang berkelanjutan, koperasi desa merah putih diharapkan dapat menjadi sosok kekuatan ekonomi baru di tingkat desa yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

Source: mediaindonesia.com

Exit mobile version