Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan bahwa hingga saat ini telah tersalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total nilai mencapai Rp11 triliun di wilayahnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyaluran tersebut masih bisa ditingkatkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang kini menghadapi tantangan berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
Penyaluran KUR di Sumut dan Tantangan Ekonomi
Menurut Bobby Nasution, kebijakan pemerintah pusat yang menyesuaikan besaran Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 menyebabkan alokasi dana pemerintah daerah di Sumut berkurang sekitar Rp9 triliun. Pengurangan ini diperkirakan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan berada pada kisaran 6,8% hingga 7,2%. Untuk menutup celah tersebut, Pemerintah Provinsi Sumut fokus mendorong pemanfaatan KUR dan Kredit Program Perumahan (KPP) sebagai instrumen pembiayaan bagi para pelaku usaha dan sektor konstruksi.
“Realiasi KUR di Sumut saat ini menempati posisi kelima nasional dengan nilai Rp11 triliun, namun jumlah tersebut belum maksimal. Padahal potensi Sumut sangat besar mengingat jumlah penduduk dan pelaku UMKM di wilayah ini,” ujar Bobby usai menghadiri akad massal 800.000 KUR dan KPP secara virtual di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (21/10/2025).
Upaya Maksimalisasi KUR dan KPP
Bobby menambahkan masih terdapat kendala dalam pendataan UMKM di beberapa daerah, sehingga memengaruhi penggalian potensi KUR secara optimal. Pemda Sumut pun mengajak seluruh stakeholder untuk meningkatkan sinergi dalam menginventarisasi pelaku UMKM dan memperluas akses KUR agar masyarakat dapat lebih mudah memanfaatkan fasilitas kredit tersebut.
Dalam kegiatan akad massal yang juga diikuti sekitar 1.000 debitur di Sumut, Bobby berharap jumlah penerima KUR dan KPP dapat terus bertambah setiap tahunnya. Dengan peningkatan itu, diharapkan target penyaluran KUR dan KPP dapat tercapai sesuai dengan harapan, yang secara langsung akan mempercepat perbaikan ekonomi masyarakat.
Kredit Program Perumahan pun semakin diperluas cakupannya sehingga tidak hanya dapat dimanfaatkan kontraktor, pengembang, dan penyedia bahan bangunan, tapi juga untuk mendorong pembangunan rumah yang menjadi bagian dari program nasional tiga juta unit rumah. Gubernur juga menekankan pentingnya sosialisasi agar masyarakat, termasuk tenaga migran Indonesia (TMI), dapat memanfaatkan KUR secara legal. Hal ini untuk menghindari mereka dari jeratan pinjaman online ilegal dan ilegalitas tenaga kerja.
Dukungan Pemerintah Pusat dan Upaya Sinergi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pemerintah menyediakan anggaran KPP on top sebesar Rp130 triliun, yang terbagi menjadi Rp113 triliun untuk sisi pasokan dan Rp17 triliun sisi permintaan. Ia juga meminta seluruh gubernur, bupati, dan wali kota agar terus mendorong kontraktor daerah agar aktif dalam pembangunan rumah masyarakat. “Debitur KUR dan KPP adalah pahlawan ekonomi Indonesia yang berkontribusi besar dalam memperkuat perekonomian nasional,” ujarnya dalam acara yang dipantau secara virtual.
Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama jajaran pemerintahan daerah terus berkomitmen mengawal pelaksanaan program ini. Dalam upaya peningkatan penyaluran KUR dan KPP, Pemprov Sumut juga melakukan monitoring ketat serta mengedukasi masyarakat agar memahami manfaat kredit ini secara baik dan benar.
Langkah ke Depan
Dengan pencapaian Rp11 triliun penyaluran KUR yang kini telah diraih, Sumut masih memerlukan kerja keras dan inovasi lebih lanjut untuk menggali potensi seluruh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha menjadi kunci agar target pertumbuhan ekonomi tetap terjaga meskipun ada kendala pengurangan dana transfer.
Pemanfaatan KUR dan KPP diharapkan tidak hanya menjadi solusi pembiayaan, tetapi juga agen penggerak pembangunan ekonomi inklusif yang memberdayakan masyarakat dan memperkuat daya tahan ekonomi daerah di tengah dinamika kebijakan fiskal nasional. Gubernur Bobby Nasution menegaskan perlunya terus meningkatkan kesadaran dan akses masyarakat agar pertumbuhan ekonomi Sumut dapat mencapai target ambisius pada tahun-tahun mendatang.
Source: www.viva.co.id
