Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III tahun 2025 akan didukung oleh ekspor yang kuat serta peningkatan belanja pemerintah. Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juli Budi Winantya, mengungkapkan bahwa kondisi perekonomian saat ini dalam keadaan baik, meskipun masih perlu ditingkatkan agar sesuai dengan kapasitas perekonomian nasional.
Ekspor dan Belanja Pemerintah Jadi Penggerak Utama
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor barang dan jasa Indonesia pada kuartal II tahun 2025 tumbuh sebesar 10,67 persen secara year-on-year. Pertumbuhan ekspor ini mengindikasikan permintaan luar negeri yang tetap kuat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja ekonomi nasional.
Sementara itu, dari sisi fiskal, realisasi belanja pemerintah mencapai 54,1 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada kuartal II. Realisasi ini mencerminkan akselerasi belanja negara yang ditujukan untuk mendorong aktivitas ekonomi, khususnya melalui program dan proyek prioritas di sektor infrastruktur dan energi.
Dukungan Kebijakan untuk Pertumbuhan Ekonomi
Juli Budi Winantya menambahkan, keberhasilan pemerintah dalam menjalankan berbagai kebijakan fiskal dan Bank Indonesia dalam menerapkan kebijakan moneter menjadi faktor pendukung utama pertumbuhan ekonomi. “Di kuartal III ini, pertumbuhan ekonomi diperkirakan didorong oleh ekspor dan belanja pemerintah,” ujarnya saat berada di Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat (24/8/2025).
Kebijakan pemerintah yang dimaksud antara lain adalah implementasi paket kebijakan ekonomi baru yang mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur dan pemulihan sektor energi. Selain itu, pemerintah berencana menyalurkan tambahan bantuan sosial pada kuartal IV untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada semester II.
Dari sisi moneter, Bank Indonesia juga berkontribusi dengan kebijakan suku bunga dan pengelolaan likuiditas yang mendukung stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong kredit perbankan agar tumbuh positif.
Optimisme Pertumbuhan Semester II
Menyikapi kondisi terkini, BI optimis bahwa ekonomi pada semester kedua tahun 2025 akan menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan semester pertama yang tumbuh 4,99 persen. “Beberapa hal yang mendasari perkiraan tersebut antara lain dukungan kebijakan pemerintah maupun Bank Indonesia,” kata Juli.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2025 secara keseluruhan diperkirakan berada di atas titik tengah kisaran proyeksi BI, yakni antara 4,6 sampai 5,4 persen. Kondisi ini juga didukung oleh stabilitas nilai tukar rupiah dan arus modal yang relatif stabil meskipun terdapat tekanan eksternal.
Perkiraan Tahun 2026
Melihat dinamika positif yang mulai terbentuk di paruh kedua tahun 2025, BI menilai bahwa pertumbuhan ekonomi pada tahun 2026 bisa lebih baik lagi. Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter diharapkan mampu menciptakan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat fundamental ekonomi nasional.
Faktor Pendukung Lainnya
Selain faktor ekspor dan belanja pemerintah, terdapat sejumlah dinamika lain yang perlu diperhatikan. Misalnya, implementasi program prioritas di sektor infrastruktur dan energi yang terus berjalan akan membuka lapangan kerja serta meningkatkan produktivitas ekonomi. Bantuan sosial yang akan disalurkan juga diharapkan dapat meningkatkan konsumsi rumah tangga, komponen penting dalam penggerak ekonomi domestik.
Penguatan koordinasi antara pemerintah dan BI dalam menghadapi ketidakpastian global dan potensi risiko ekonomi juga menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas makroekonomi. Hal ini menjadi landasan bagi Indonesia untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dalam jangka menengah.
Dengan dukungan dari sektor ekspor dan belanja pemerintah, perekonomian Indonesia pada kuartal III tahun 2025 diharapkan mampu melanjutkan tren positifnya, memberi sinyal kuat bahwa strategi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi berjalan secara efektif. Bank Indonesia dan pemerintah terus mengoptimalkan langkah-langkah kebijakan untuk memastikan target pertumbuhan yang realistis dan stabilitas ekonomi terjaga.
Source: www.suara.com







