Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pencapaian signifikan dalam pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025. Hingga bulan Oktober, tercatat lebih dari 10,8 juta peserta terlibat dalam 5.182 kegiatan inklusi keuangan yang diselenggarakan oleh 37 Kantor Perwakilan OJK di seluruh Indonesia. Jumlah peserta ini meningkat sebesar 67,87% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyebutkan bahwa capaian tersebut menjadi pijakan utama untuk mewujudkan target inklusi keuangan nasional sebesar 98% pada tahun 2045. Target ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang menuju Indonesia Emas 100 Tahun.
“Ini tentunya luar biasa, menjadi dasar dalam mencapai tujuan kita semua, mencapai target literasi dan inklusi keuangan yang telah ditetapkan dalam rencana jangka panjang nasional yaitu mencapai 98% inklusi keuangan di tahun 2045,” ujar Friderica saat puncak acara Bulan Inklusi Keuangan 2025 di Tunjungan Plaza, Surabaya, pada Sabtu (24/10/2025).
Tingkat Literasi dan Inklusi Keuangan Meningkat
Menurut hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan, saat ini tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 66,46%. Sedangkan tingkat inklusi keuangan sudah menembus angka 80,50%, bahkan jika dilihat dari cakupan yang lebih luas, tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 92%.
Meski capaian ini cukup tinggi, Friderica menekankan bahwa upaya inklusi keuangan masih harus terus dipacu dengan kolaborasi lintas sektor agar target 98% pada 2045 dapat terealisasi. “Rasanya kita tidak boleh berpuas karena targetnya adalah 98%. Artinya hampir semua masyarakat Indonesia akan terinklusi keuangan, bahkan bapak Presiden [Prabowo Subianto] mencanangkan seluruh masyarakat Indonesia sudah memiliki rekening bank,” imbuhnya.
Peningkatan Produk Keuangan
Selama Bulan Inklusi Keuangan 2025, OJK mencatat peningkatan pada berbagai produk keuangan, yang mencerminkan respons positif masyarakat terhadap edukasi dan inklusi keuangan. Berikut capaian utama dalam periode pelaksanaan BIK 2025:
- Pembukaan rekening bank baru mencapai 3,55 juta, naik 0,27% dibandingkan tahun sebelumnya.
- Pembukaan rekening investasi di pasar modal sebanyak 643.000, melonjak 310%.
- Polis asuransi baru bertambah 951.000, naik hampir 30%.
- Rekening pembiayaan baru mencapai 1,47 juta.
- Rekening pergadaian baru sebanyak 5 juta, meningkat 45% dari tahun 2024.
- Akun fintech baru bertambah 720.000.
Friderica menyatakan, “Capaian yang luar biasa tersebut tentu harus selalu kita syukuri dan semakin menyemangati kita untuk terus berkarya ke depan.”
Komitmen OJK pada Prinsip Inklusi yang Bertanggung Jawab
OJK juga menegaskan komitmennya untuk tidak meninggalkan kelompok masyarakat manapun, termasuk kelompok difabel dan masyarakat di wilayah 3T (terluar, terdepan, tertinggal). Program edukasi dan literasi keuangan secara khusus menyasar daerah-daerah seperti Maluku Tenggara, Lombok Utara, Nias, Tidore, Pesisir Barat Lampung, hingga Manokwari.
Friderica menambahkan, “Kami ingin menyampaikan tiga titipan kepada seluruh perwakilan OJK, yaitu edukasi harus tepat sasaran, inklusi harus bertanggung jawab dan berkelanjutan, serta harus ada sinergi dan kolaborasi, terutama dengan pemerintah daerah.”
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, OJK terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan sebagai pondasi penting pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia. Kegiatan BIK 2025 menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dan regulator untuk menciptakan kesejahteraan yang merata bagi masyarakat melalui akses keuangan yang lebih luas dan berkualitas.
Source: finansial.bisnis.com





