PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) mencatatkan peningkatan positif pada kinerja keuangannya di kuartal III tahun 2025. Bank tersebut melaporkan kenaikan total penyaluran kredit sebesar 3,5 persen menjadi Rp142,9 triliun, serta laba konsolidasi sebelum pajak yang mencapai Rp1,37 triliun, menegaskan posisi bank sebagai salah satu bank daerah dengan fundamental keuangan solid.
Pertumbuhan Kredit dan Aset Bank BJB
Berdasarkan data keuangan yang diumumkan pada Earnings Call 3Q 2025, total aset konsolidasi Bank BJB naik 2,8 persen menjadi Rp215,9 triliun. Peningkatan penyaluran kredit menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut. Rasio LDR (Loan to Deposit Ratio) bank ini tercatat sehat di angka 85,3 persen, menunjukkan pengelolaan likuiditas yang baik dan kemampuan menyalurkan dana secara optimal.
Menurut Herfinia, Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB, kenaikan laba dan kredit ini merupakan hasil dari manajemen aset dan liabilitas yang cermat serta optimalisasi pendapatan non-bunga. “Keberhasilan ini merupakan hasil dari manajemen aset dan liabilitas yang hati-hati (prudent), serta optimalisasi pendapatan non-bunga (fee based income) yang sejalan dengan efisiensi operasional,” ucapnya.
Strategi Digital dan Inovasi Produk Kredit
Bank BJB aktif mengusung transformasi digital sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan. Salah satu inovasi pentingnya adalah produk pinjaman digital yang ditujukan pada Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama KGB Pisan (Pinjaman ASN). Selama satu tahun peluncurannya, produk ini telah menyalurkan kredit kepada lebih dari 5.800 debitur.
KGB Pisan mempermudah proses pengajuan kredit dengan tanpa interaksi fisik, sehingga mempercepat keputusan penyaluran dana. Bank BJB berencana memperluas cakupan layanan ini ke pengajuan kredit baru guna memperkuat captive market di segmen konsumer.
Komitmen Terhadap Keberlanjutan (Sustainability)
Tidak hanya berfokus pada profitabilitas, Bank BJB juga menitikberatkan pada agenda keberlanjutan. Per September 2025, jumlah portofolio pembiayaan hijau bank ini telah menembus Rp15,2 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk sektor lingkungan, usaha mikro kecil menengah (UMKM) hijau, serta transportasi rendah emisi.
Sebagai langkah konkret dukungan terhadap ekonomi hijau, Bank BJB menerbitkan Sustainable Bond senilai Rp1 triliun. Penerbitan obligasi ini memperkuat pendanaan untuk proyek-proyek yang berorientasi pada keberlanjutan dan memperteguh peran bank dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan nasional.
Sinergi Grup dan Efisiensi Operasional
Herfinia juga menambahkan bahwa penguatan digital, komitmen terhadap sustainability, dan sinergi dalam grup Bank BJB menjadi tiga pilar utama yang menopang pertumbuhan perusahaan. Sinergi grup, khususnya dengan anak usaha dan entitas terkait, turut berkontribusi dalam efisiensi operasional yang tercermin dalam pencapaian laba tersebut.
Bank BJB berhasil menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit dan laba yang berkesinambungan dapat diraih dengan strategi terpadu yang mengutamakan teknologi digital, tata kelola risiko prudent, dan keberlanjutan bisnis sebagai landasan.
Data Utama Bank BJB Kuartal III 2025
- Laba konsolidasi sebelum pajak: Rp1,37 triliun
- Total aset konsolidasi: Rp215,9 triliun (naik 2,8 persen)
- Penyaluran kredit dan pembiayaan: Rp142,9 triliun (naik 3,5 persen)
- Rasio LDR: 85,3 persen
- Portofolio pembiayaan hijau: Rp15,2 triliun
- Sustainable Bond: Rp1 triliun
Pencapaian ini menggambarkan ketahanan dan daya saing Bank BJB di sektor perbankan regional Indonesia. Melalui sinergi digital, pengelolaan risiko yang prudent, serta komitmen kuat terhadap pembiayaan hijau, bank ini terus memperkuat perannya mendukung pertumbuhan ekonomi regional yang berkelanjutan dan inklusif.
Source: www.suara.com
