Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan Senin, 10 November 2025, menunjukkan penguatan yang cukup positif. IHSG naik sebesar 21 poin atau 0,25% ke level 8.415, masih mampu bertahan di zona hijau meski adanya fluktuasi di rentang antara 8.401 hingga 8.478.
Sesi siang ini mencatat aktivitas perdagangan yang tinggi dengan total nilai transaksi mencapai Rp 15,512 triliun. Volume perdagangan juga cukup besar yaitu sebanyak 25,306 miliar lembar saham yang diperdagangkan dalam 1,938 juta kali transaksi. Hal ini menunjukkan minat investor yang masih kuat terhadap pasar saham Indonesia pada awal pekan.
Pergerakan Sektor dan Indeks Pendukung
Mayoritas sektor saham menunjukkan tren positif pada penutupan sesi I. Sektor teknologi memimpin kenaikan dengan lonjakan signifikan sebesar 3,05%. Diikuti oleh sektor properti dengan penguatan 1,58%, sektor infrastruktur naik 1,43%, sektor transportasi naik 1,15%, dan sektor perindustrian naik 1,08%.
Sektor lainnya juga mencatat penguatan yaitu sektor barang baku naik 0,6%, sektor energi naik 0,49%, sektor barang konsumen non-primer meningkat 0,39%, serta sektor keuangan yang naik tipis 0,07%. Namun, ada beberapa sektor yang melemah yaitu sektor barang konsumen primer turun 0,16% dan sektor kesehatan menurun tipis sebesar 0,04%.
Di tengah penguatan IHSG, indeks acuan blue chip LQ45 justru tercatat menurun 0,38% menjadi 850,270. Sementara itu, Jakarta Islamic Index (JII) dan IDX30 berhasil menguat dengan kenaikan masing-masing sebesar 0,51% ke 580,754 dan 0,41% ke 446,022.
Saham-saham Top Gainers dan Losers
Beberapa saham yang meraih kenaikan paling signifikan atau top gainers di sesi pertama antara lain PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA) yang melonjak 34,48% ke Rp 117 per saham. Selanjutnya, PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) naik 27,5% menjadi Rp 102, diikuti PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI) yang meningkat 25,64% ke Rp 147 per saham.
Daftar top gainers juga diisi PT Pakuan Tbk (UANG) dengan kenaikan 24,88% menjadi Rp 2.710 dan PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) yang meningkat 24,64% ke Rp 3.240 per saham. Lonjakan ini menunjukkan aksi beli cukup kuat pada saham-saham tersebut.
Di sisi lain, saham dengan pelemahan terbesar atau top losers di sesi pertama yaitu PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang turun 9,48% ke Rp 90.525. Saham PT Tira Austenite Tbk (TIRA) melemah 8,28% ke Rp 1.550, dan PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) turun 8,16% menjadi Rp 450.
Adapun saham PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) turun 6,81% ke Rp 890, serta PT Utama Radar Cahaya Tbk (RCCC) melemah 6,6% ke Rp 184. Penurunan saham-saham ini menunjukkan adanya tekanan jual pada beberapa sektor tertentu.
Faktor Pendukung Kenaikan IHSG
Penguatan IHSG hari ini didukung oleh sentimen positif dari beberapa sektor, terutama teknologi yang menjadi motor penggerak utama. Lonjakan sektor teknologi sebesar 3,05% mengindikasikan optimisme investor terhadap prospek perusahaan teknologi di tengah perkembangan inovasi dan digitalisasi.
Selain itu, sektor properti dan infrastruktur yang naik masing-masing lebih dari 1% turut mendorong indeks untuk bergerak naik. Aktivitas transaksi saham yang tinggi juga menandakan likuiditas pasar yang baik dan antusiasme investor tetap terjaga.
Investor disarankan terus memantau perkembangan ini karena volatilitas pasar masih ada dan dapat berubah sewaktu-waktu. Memahami tren dan sektor yang bergerak positif akan membantu dalam pengambilan keputusan investasi yang lebih tepat.
IHSG pada sesi pertama perdagangan hari ini tetap menunjukkan performa yang membaik di tengah kondisi pasar global dan domestik. Penguatan ini memberikan indikasi bahwa pasar modal Indonesia masih menarik bagi para pelaku pasar dan investor institusional.
