PT TBS Energi Utama Tbk kini resmi mengubah identitasnya sebagai bagian dari transformasi menyeluruh menuju bisnis yang lebih hijau dan berkelanjutan. Transformasi ini sejalan dengan peta jalan TBS2030 yang bertujuan mencapai netral karbon dan menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
TBS melaksanakan transformasi berdasarkan tiga pilar utama, yakni pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik. Fokus ini tidak hanya memperkuat posisi perusahaan di bidang energi bersih, tetapi juga membuka peluang baru bagi ekonomi sosial dan keberlanjutan masyarakat.
Pengelolaan Limbah sebagai Pilar Utama
Dalam memperluas ekosistem pengelolaan limbah, TBS melakukan akuisisi strategis pada Asia Medical Enviro Services (AMES) dan ARAH Environmental Indonesia (ARAH). Dua perusahaan ini mendukung pengelolaan limbah medis, industri, serta domestik secara terintegrasi. Lebih jauh, TBS juga memperluas jangkauan regional dengan mengakuisisi penuh Sembcorp Environment Pte. Ltd. di Singapura, yang kini berubah nama menjadi CORA Environment.
Langkah-langkah ini memperkuat kapabilitas TBS dalam menghadirkan solusi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan efisien. Dengan pendekatan ini, TBS dapat meminimalisir dampak limbah terhadap ekosistem sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi dari pengelolaan limbah.
Pengembangan Energi Terbarukan
TBS aktif mengembangkan proyek energi terbarukan sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih. Pada Januari 2025, perusahaan telah mengoperasikan pembangkit listrik mikrohidro berkapasitas 2×3 MW di Lampung. Proyek ini mendemonstrasikan komitmen TBS terhadap pemasok energi berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Selain itu, TBS juga menjalankan proyek pembangkit listrik tenaga surya terapung (floating solar power plant) berkapasitas 46 MWp di Batam. Proyek ini dilaksanakan bekerja sama dengan PLN Nusantara Power, memperkuat sinergi antara perusahaan swasta dan BUMN dalam pengembangan energi hijau.
Ekosistem Kendaraan Listrik
Melalui unit bisnis Electrum, TBS mendorong perkembangan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi. Aktivitasnya meliputi perakitan kendaraan listrik, pengembangan teknologi baterai, pembangunan infrastruktur penukaran baterai, serta pembiayaan hijau untuk memperluas akses kendaraan ramah lingkungan.
Inisiatif ini tidak hanya menjawab kebutuhan energi bersih dalam transportasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Ribuan pengemudi di Indonesia berpotensi merasakan manfaat langsung melalui opsi kendaraan listrik yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.
Inisiatif Ekonomi Sosial melalui TBS Foundation
Tidak hanya terfokus pada aspek lingkungan, TBS juga memperkuat nilai sosial melalui pembentukan TBS Foundation. Organisasi ini berperan sebagai wadah untuk mengimplementasikan penciptaan nilai sosial dan pengembangan inisiatif sosial perusahaan yang relevan.
Chairwoman TBS Foundation, Juli Oktarina, menyatakan bahwa TBS Foundation bertujuan menciptakan kolaborasi antara dunia usaha, akademisi, dan masyarakat luas. Sinergi ini diharapkan melahirkan gagasan inovatif yang berdampak signifikan bagi perkembangan ekonomi hijau dan kesejahteraan sosial secara berkelanjutan.
Langkah Strategis Memperkuat Sinergi
Presiden Direktur & CEO TBS, Dicky Yordan, menekankan bahwa transformasi ini adalah babak baru yang memperkuat sinergi lintas unit bisnis dalam menghadirkan solusi hijau. Ia menyebutkan bahwa solusi ini harus memberi nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat.
Dengan langkah yang strategis dan komprehensif, TBS menegaskan komitmennya menjadi perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan kontribusi sosial secara seimbang. Transformasi ini menempatkan TBS sebagai pelopor bisnis hijau yang menyeluruh di Indonesia.
Data Penting yang Perlu Diketahui:
- Akuisisi AMES dan ARAH mendukung pengelolaan limbah medis, industri, dan domestik.
- Akuisisi CORA Environment memperluas pengelolaan limbah hingga ke pasar regional Singapura.
- Proyek mikrohidro Lampung menghasilkan 6 MW energi listrik sejak Januari 2025.
- Proyek solar terapung Batam dengan kapasitas 46 MWp berkolaborasi dengan PLN Nusantara Power.
- Electrum membangun ekosistem kendaraan listrik terintegrasi dari perakitan hingga pembiayaan hijau.
- TBS Foundation fokus pada kolaborasi sosial untuk mendukung ekonomi hijau berkelanjutan.
Transformasi PT TBS Energi Utama memperlihatkan bagaimana perusahaan besar bisa mengambil peran utama dalam agenda nasional menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan. Inisiatif-inisiatif yang diambil tidak hanya relevan dengan tren global, tapi juga berkontribusi nyata pada pengembangan sosial dan ekonomi lokal.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id




