Daniele De Rossi menyatakan kegembiraannya atas respons para pemain Genoa terhadap metode pelatihannya sejak mengambil alih tim. Ia berhasil mengangkat posisi Genoa dari zona degradasi menjadi posisi tengah klasemen yang lebih nyaman.
De Rossi menggantikan Patrick Vieira pada November lalu dan menyebut bahwa faktor keberhasilan bukan hanya dari pelatih, melainkan juga dukungan penuh klub dan pemain. Ia menegaskan, “Tidak ada pelatih yang bisa berhasil tanpa bantuan klub dan pemain.”
Menurut De Rossi, selama masa kepemimpinan Vieira, Genoa sebenarnya bermain lebih baik dari yang tercermin pada poin yang diraih. Ia mengungkapkan, “Genoa di bawah Vieira mendapatkan poin lebih sedikit daripada yang seharusnya sesuai performa di lapangan.”
Perbedaan utama, kata De Rossi, adalah bagaimana tim menangani masa-masa buruk. “Ada saat kami hanya mendapatkan dua poin dalam lima pertandingan, tapi saya selalu didukung penuh oleh Sucu dan Blazquez,” ujarnya.
De Rossi juga berbicara soal proses pembelajaran dalam perjalanan menjadi pelatih. Ia menyebut bahwa pelatih lahir dengan ide, imajinasi, bahkan angan-angan, namun harus menyesuaikan diri dan meredam keyakinan yang terlalu kaku.
Ia menegaskan pentingnya membangun jiwa dan karakter dalam tim. “Saya ingin menanamkan jiwa terlebih dulu, baru kemudian atribut lain akan mengikuti,” tambah De Rossi.
Menurutnya, sepakbola tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis tapi juga jiwa yang kuat agar tim tidak mudah patah semangat di situasi sulit. “Jika tidak ada jiwa yang kuat, maka pelatih tidak dapat mengeluarkan potensi terbaik pemain,” kata De Rossi.
Dengan pendekatan tersebut, Genoa kini mulai menunjukkan tren positif dan stabil di Liga. De Rossi optimistis proses ini akan terus berlanjut seiring kerja sama yang solid antara pelatih, pemain, dan manajemen klub.
