Cristian Chivu menegaskan dirinya tidak khawatir dengan penurunan performa Inter jelang laga Serie A melawan Roma pada Minggu. Pelatih Nerazzurri itu menilai timnya tetap punya karakter untuk bangkit, meski dalam tiga laga liga terakhir mereka gagal meraih kemenangan.
Inter memang datang ke pertandingan ini dengan situasi yang kurang ideal karena keunggulan di puncak klasemen kini terpangkas menjadi enam poin. Dalam rangkaian hasil terakhir, Inter kalah dari AC Milan, lalu bermain imbang 1-1 melawan Atalanta dan Fiorentina sebelum jeda internasional.
Chivu Percaya Mental Tim Tetap Kuat
Chivu menekankan bahwa para pemainnya sudah menunjukkan respons positif dalam masa-masa sulit. Ia menyebut skuad Inter sebagai kelompok pemain besar yang paham cara bereaksi saat hasil tidak sesuai harapan.
“Yang penting adalah reaksi dan karakter mereka,” kata Chivu, seraya menilai para pemainnya tetap menunjukkan nilai, kualitas, dan rasa hormat terhadap klub. Ia juga menambahkan bahwa kekecewaan adalah bagian dari sepak bola dan Inter harus menerimanya tanpa kehilangan kepercayaan diri.
Catatan Inter Jelang Roma
Inter tidak hanya tersendat di Serie A karena mereka juga ditahan imbang 0-0 oleh Como pada leg pertama semifinal Coppa Italia. Sementara itu, langkah mereka di Liga Champions terhenti saat tersingkir oleh Bodo/Glimt pada Februari.
Untuk laga melawan Roma, Inter juga membawa modal sejarah yang cukup baik. Pertemuan ini akan menjadi duel ke-186 di kasta tertinggi, menyamai rekor laga terbanyak antara dua tim dalam sejarah kompetisi itu bersama Juventus dan Inter.
- Inter juga menjadi tim yang paling sering dikalahkan Roma di Serie A, dengan 80 kemenangan dari 185 pertemuan.
- Dalam 10 pertemuan liga terakhir, tidak ada hasil imbang, dengan delapan kemenangan untuk Inter dan dua untuk Roma.
- Total 533 gol sudah tercipta dalam 185 duel Serie A antara kedua tim, atau rata-rata 2,9 gol per laga.
Roma Juga Datang dengan Tekanan
Roma pun tidak berada dalam kondisi terbaik setelah hanya menang sekali dalam empat laga liga terakhir, dengan rincian satu imbang dan dua kalah. Tim asuhan Gian Piero Gasperini juga tersingkir dari Liga Europa oleh Bologna, sehingga persaingan menuju Liga Champions semakin ketat.
Gasperini menilai timnya masih tampil cukup baik dalam beberapa pertandingan terakhir, tetapi hasil akhir belum mendukung. Ia menegaskan bahwa ruang untuk melakukan kesalahan kini semakin kecil, terutama pada fase akhir musim saat setiap poin menjadi sangat krusial.
Pemain yang Perlu Diperhatikan
Francesco Pio Esposito menjadi salah satu nama menarik dari kubu Inter karena berpeluang mencatat sejarah kecil di laga ini. Penyerang muda itu bisa menjadi pemain kedua Inter dalam 35 tahun terakhir yang mencetak gol Serie A ke gawang Roma saat masih berusia di bawah 21 tahun.
Dari sisi Roma, Donyell Malen tampil tajam sejak bergabung pada pertengahan Januari. Ia menjadi pencetak gol terbanyak Serie A dalam periode itu dengan tujuh gol, angka yang menegaskan kontribusinya di fase penentuan musim.
Data Penting Jelang Inter vs Roma
| Fakta | Keterangan |
|---|---|
| Pertemuan liga | Ke-186 |
| Gol total dalam duel Serie A | 533 gol |
| Rekor Inter vs Roma di Serie A | Inter menang 80 kali |
| Tren 10 pertemuan terakhir | Tanpa hasil imbang |
| Peluang menang menurut Opta | Inter 56,3% |
Meski performa Inter menurun dalam beberapa pekan terakhir, Chivu tetap menaruh keyakinan besar pada respons timnya. Laga melawan Roma pun menjadi ujian penting untuk melihat apakah Inter bisa segera kembali ke jalur kemenangan saat tekanan perebutan gelar mulai mencapai fase paling menentukan.
