Massimiliano Allegri menegaskan bahwa AC Milan harus segera "bangun" setelah terjadi perselisihan antara Rafael Leao dan Christian Pulisic. Perselisihan ini muncul setelah kekalahan Milan 1-0 dari Lazio yang membuat mereka gagal memanfaatkan hasil imbang Inter melawan Atalanta dalam perebutan gelar Serie A.
Rossoneri telah kalah dua kali dalam empat pertandingan terakhir Serie A, setelah sebelumnya tidak terkalahkan selama 24 laga beruntun. Kekalahan beruntun akan menjadi yang pertama kalinya sejak Februari-Maret lalu, ketika Milan kalah tiga kali berturut-turut, yang dimulai dari kekalahan melawan Torino, lawan mereka berikutnya.
Laga melawan Lazio memunculkan ketegangan antara Leao dan Pulisic terkait kurangnya umpan dari Pulisic ke Leao. Namun, Allegri meredam isu tersebut dan mengatakan bahwa kondisi kedua pemain diliputi masalah cedera sepanjang musim ini. "Salah satu melewatkan pra-musim, yang lain mengalami cedera selama dua bulan setelah pra-musim yang bagus," katanya.
Pulisic menurut Allegri telah menunjukkan perkembangan fisik dan memberikan penampilan yang baik di Roma. Meski demikian, akurasi tembakan Pulisic masih perlu diperbaiki dan Allegri yakin hal itu akan kembali membaik. Sementara itu, Leao telah mencetak sembilan gol dan masih berpotensi mencapai dua digit gol musim ini.
Pelatih Milan itu menambahkan bahwa kini semua pemain tersedia dan Milan perlu "bangun" untuk menghadapi sisa pertandingan. Allegri menekankan pentingnya kesadaran pemain saat memegang bola dan kemampuan melihat rekan yang tidak terkawal agar operan akhir tepat sasaran. "Perbedaannya ada pada pilihan umpan terakhir. Dalam kasus Leao dan Pulisic, kadang bola tidak diterima karena pemain tidak melihatnya," ujarnya.
Milan akan menghadapi Torino, yang saat ini berada di peringkat 14 dan berjarak sembilan poin dari zona degradasi. Torino berusaha meraih kemenangan beruntun setelah sukses mengalahkan Parma di Serie A terakhir.
Pemain Kunci AC Milan dan Torino
-
Luka Modric (AC Milan)
Modric adalah pemain lapangan dengan menit bermain terbanyak untuk Milan di Serie A musim ini, dengan total 2.366 menit. Usianya yang 39 tahun tidak menghalangi performanya, meskipun musim ini merupakan yang paling sedikit ia mainkan sejak musim 2020-21. - Duvan Zapata (Torino)
Zapata mencetak delapan gol melawan AC Milan di Serie A, hanya tertinggal dari golnya melawan Sassuolo (10). Ia berhasil mencetak gol dalam tiga pertandingan terakhir kontra Milan dan menjadi salah satu striker yang menyeramkan bagi Rossoneri.
Ke depan, Allegri berharap seluruh pemain bisa menunjukkan konsistensi dan ketajaman terutama dalam pengambilan keputusan saat berada di lini serang. Milan membutuhkan peningkatan performa untuk kembali bersaing di puncak klasemen Serie A dan menghindari tekanan akibat hasil negatif beberapa pertandingan terakhir.
