Pasar ponsel bekas kini mengalami perubahan signifikan. Mulai tahun 2026, dukungan pembaruan perangkat lunak menjadi faktor utama menentukan nilai jual HP Xiaomi di pasar sekunder.
Konsumen sekarang lebih berhati-hati memilih ponsel bekas yang masih menerima update keamanan dan sistem operasi. Perangkat yang sudah berstatus End of Life (EOL) dinilai berisiko, terutama untuk aplikasi penting seperti perbankan dan dompet digital. Akibatnya, sejumlah model Xiaomi diperkirakan mengalami penurunan harga drastis dan akan sulit terjual.
Peran Pembaruan Software dalam Menentukan Nilai Jual
Xiaomi menjalankan siklus pembaruan software yang berbeda-beda untuk setiap lini produknya. Model flagship biasanya mendapatkan tiga pembaruan utama Android dan pembaruan keamanan selama empat tahun. Sebaliknya, HP kelas menengah dan entry-level mendapat dukungan lebih singkat.
Pada 2026, mayoritas pembeli ponsel bekas diprediksi mencari perangkat yang kompatibel dengan HyperOS terbaru dan masih aktif menerima pembaruan keamanan. Perangkat yang sudah berstatus EOL dianggap kurang bernilai dan berisiko mengalami celah keamanan.
Dampak HyperOS dan Integrasi Fitur AI
Peluncuran HyperOS terbaru membawa fitur canggih berbasis kecerdasan buatan (AI). Optimalisasi performa, penghematan baterai, dan pemrosesan kamera lanjutan hanya tersedia untuk perangkat dengan versi Android dan HyperOS tertentu.
HP Xiaomi yang tidak mendapat update tidak akan bisa menikmati fitur-fitur ini. Hal tersebut membuat daya tarik perangkat lama menurun tajam di pasar ponsel bekas.
Model Xiaomi yang Berpotensi Turun Nilai Jual pada 2026
Beberapa model Xiaomi berisiko mengalami penurunan harga dan kesulitan dijual di pasar bekas pada 2026. Berikut daftarnya:
-
Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro
Meskipun menggunakan chipset flagship Snapdragon dan bahan premium, dukungan software untuk seri ini akan berakhir pada awal 2026. Pembeli akan beralih ke versi terbaru seperti Xiaomi 13 atau Xiaomi 14 yang masih mendapat dukungan jangka panjang. -
Redmi Note 12 Series
Penjualan yang masif menyebabkan pasar ponsel bekas dipenuhi unit serupa. Setelah masa pembaruan habis, ponsel ini sulit menarik minat pembeli meski dijual dengan harga rendah. - POCO F5
Dikenal sebagai ponsel gaming dengan performa tinggi, POCO F5 menghadapi tantangan setelah dukungan keamanan berakhir di pertengahan 2026. Gamer yang peduli pada keamanan akun dan data pribadi cenderung menghindari perangkat ini.
Waktu Optimal untuk Menjual Sebelum Harga Turun
Bagi pemilik HP Xiaomi dalam daftar tersebut, tahun 2025 merupakan waktu terbaik untuk menjual perangkat. Semakin dekat dengan status EOL, semakin sulit ponsel terjual dengan harga yang layak.
Tren ini menjadi peringatan penting bagi konsumen saat membeli ponsel baru. Dukungan pembaruan software menjadi faktor utama yang perlu dipertimbangkan, setara dengan spesifikasi hardware, terutama di era HyperOS 3 dan integrasi ekosistem digital yang makin kompleks.
