Snapdragon X2 Plus Ungguli AMD & Intel, Apakah Mampu Saingi Apple M4?

Snapdragon X2 Plus menjadi sorotan setelah Qualcomm meluncurkannya untuk perangkat laptop Windows di ajang CES. Chip ini diklaim menawarkan kecepatan serta efisiensi daya yang jauh lebih baik, bahkan dibandingkan prosesor Intel dan AMD terbaru. Banyak pengguna penasaran, apakah prosesor ini memang mampu bertarung di kelas premium dan bagaimana jika disandingkan dengan Apple M4.

Performa Snapdragon X2 Plus dalam Benchmark

Dalam pengujian yang dilakukan PC Magazine dan Techspot, Snapdragon X2 Plus diadu secara langsung melawan Intel Core Ultra 7 268V, Core Ultra 9 285H, AMD Ryzen AI 9 HX Pro 375, Ryzen AI Max+ Pro 395, serta Apple M4. Pengujian ini dilakukan menggunakan pengujian sintetis populer seperti Cinebench 2024 dan Geekbench 6 Pro.

Snapdragon X2 Plus dengan arsitektur 10-core berhasil mengungguli Core Ultra 7 dan Core Ultra 9 milik Intel serta Ryzen AI 9 HX Pro dari AMD dalam skenario single-core di Cinebench 2024. Namun, skor tersebut masih berada di bawah Ryzen AI Max+ Pro 395 dan Apple M4. Pada pengujian multi-core, kemampuan X2 Plus sedikit menurun karena kalah dari Core Ultra 9 dan Ryzen AI Max+ Pro, tetapi mampu menyalip Apple M4.

Skor Geekbench 6 Pro juga mengonfirmasi tren serupa. Snapdragon X2 Plus memperoleh skor single-core 3.311, unggul dari semua pesaing Intel dan AMD, meskipun tetap lebih rendah dari Apple M4. Sementara, pada skor multi-thread, CPU ini tertinggal dari Core Ultra 9, Ryzen AI Max+, dan M4, menegaskan bahwa kekuatan multi-core Qualcomm masih perlu peningkatan di kelas premium.

Kekuatan dan Kelemahan di Sektor Grafis

Keunggulan Snapdragon X2 Plus tidak terlalu menonjol saat diuji kemampuan grafisnya. Pada pengujian 3DMark Steel Nomad Light dan Solar Bay, GPU Snapdragon X2 Plus masih tertinggal dari chip Intel, AMD, maupun Apple. Fakta ini menunjukkan bahwa perangkat Windows berbasis ARM, khususnya dari Qualcomm, belum dapat memimpin dalam urusan grafis untuk kebutuhan berat seperti gaming dan aplikasi profesional.

Meskipun begitu, Qualcomm berhasil membawa peningkatan signifikan dibanding pendahulunya. Snapdragon X2 Plus mencatat lonjakan performa hingga 15–50 persen lebih tinggi dibanding Snapdragon X Elite, membuktikan kemajuan ekosistem Windows on ARM.

Mengupas Detail Hasil Benchmark

Berikut ringkasan pencapaian Snapdragon X2 Plus berdasarkan data referensi:

  1. Cinebench 2024 Single Core: Unggul dari Intel (Ultra 7, Ultra 9) dan AMD (Ryzen AI 9 HX Pro 375), tetapi masih kalah dari Ryzen AI Max+ Pro dan Apple M4.
  2. Cinebench 2024 Multi Core: Kalah dari Core Ultra 9 dan Ryzen AI Max+ Pro, namun tipis di atas Apple M4.
  3. Geekbench 6 Pro Single Core: Skor 3.311, di atas semua Intel dan AMD yang diujikan, tetap berselisih dengan M4 milik Apple.
  4. Geekbench 6 Pro Multi Thread: Tertinggal dari Core Ultra 9, Ryzen AI Max+, dan Apple M4.
  5. 3DMark Graphics: Peringkat terbawah melawan Intel, AMD, dan Apple.

Tabel berikut memperlihatkan posisi Snapdragon X2 Plus terhadap kompetitor di aspek kunci pengujian:

Pengujian Snapdragon X2 Plus Intel (Core Ultra) AMD (Ryzen AI) Apple (M4)
Single-core CPU Di atas Di bawah Di bawah Kecuali Max+ Di bawah M4
Multi-core CPU Menengah Di atas (285H) Di atas (Max+, 395) Di atas M4
Grafis Terbawah Di atas Di atas Di atas

Konteks Pengujian dan Keterbatasan

Penting untuk diketahui bahwa pengujian Snapdragon X2 Plus dilakukan pada platform referensi, sementara prosesor lain menggunakan perangkat komersial resmi. Faktor seperti sistem pendingin, konsumsi daya, RAM hingga konfigurasi penyimpanan dapat memengaruhi hasil yang diperoleh. Hal ini berarti performa di perangkat komersial bisa menunjukkan perbedaan, baik lebih tinggi maupun lebih rendah.

Perspektif Masa Depan Platform Windows on ARM

Snapdragon X2 Plus mencerminkan kemajuan Qualcomm dalam memperkuat posisi Windows on ARM, terutama pada efisiensi daya dan performa single-core. Meskipun masih belum mampu menandingi Apple M4 di semua lini, potensi untuk mengejar ketertinggalan tetap terbuka lebar. Perkembangan ini menjadi sinyal positif bagi ekosistem perangkat Windows yang mungkin ingin mengadopsi teknologi ARM untuk menyaingi performa dan efisiensi chip besutan Apple pada masa mendatang.

Baca selengkapnya di: inet.detik.com
Exit mobile version