ASUS dikenal pernah menghadirkan berbagai smartphone entry-level dan mid-range dengan harga terjangkau untuk memenuhi kebutuhan konsumen di negara berkembang, termasuk Indonesia. Namun, sejak akhir 2018, perusahaan asal Taiwan ini mengambil langkah tegas untuk tidak lagi merilis HP di kelas bawah. Perubahan strategi ini menjadi perhatian banyak pihak yang menantikan kehadiran HP murah ASUS di pasaran.
Penggemar seri seperti Zenfone Max harus menerima kenyataan bahwa lini produk tersebut tak lagi diperbarui. Fokus ASUS kini hanya pada pasar flagship dan perangkat gaming premium. Hal ini memunculkan banyak pertanyaan, khususnya kenapa ASUS mengambil keputusan meninggalkan pasar entry-level yang dulunya pernah ditekuni secara serius.
Restrukturisasi Bisnis Sebagai Titik Balik ASUS
Pada akhir 2018, ASUS melakukan restrukturisasi besar-besaran pada unit bisnis smartphone. Kebijakan ini menjadi tonggak penting yang memengaruhi arah pengembangan produk berikutnya. ASUS mengarahkan energi dan sumber daya perusahaan menuju pasar flagship, khusus untuk lini Zenfone dan ROG Phone. Dalam restrukturisasi tersebut, ASUS menilai bahwa produk entry-level bukan lagi fokus utama mereka. Produsen asal Taiwan ini mulai meninggalkan pasar smartphone harga terjangkau yang justru sangat kompetitif dan memiliki margin laba yang rendah.
Persaingan Sengit di Segmen Entry-Level
Persaingan ketat menjadi salah satu alasan utama ASUS memilih angkat kaki dari segmen entry-level. Dalam beberapa tahun terakhir, pasar smartphone murah didominasi oleh merek-merek besar asal China, seperti Xiaomi, Realme, hingga OPPO. Mereka mampu memproduksi dalam jumlah besar dengan harga jual lebih agresif. Keadaan ini membuat posisi ASUS semakin sulit di tengah perang harga yang terjadi di kelas bawah. Margin keuntungan yang tipis di segmen ini dinilai tidak sebanding dengan risiko dan upaya pemasaran yang dibutuhkan. Data dari laporan TechRadar juga menunjukkan bahwa ASUS tidak lagi mengembangkan lini produk murah setelah pertimbangan matang dari sisi bisnis.
Berpindah Haluan ke Flagship dan Gaming
Setelah restrukturisasi, ASUS memperkuat eksistensi di smartphone flagship, khususnya di pasar perangkat gaming seperti ROG Phone dan Zenfone berperforma tinggi. Pilihan ini bukan tanpa pertimbangan. Smartphone di kelas atas menawarkan margin keuntungan lebih besar dan sekaligus memperkuat brand ASUS di segmen premium. ROG Phone, misalnya, menjadi salah satu produk unggulan yang sukses menarik minat gamer profesional di seluruh dunia. Strategi ASUS bertujuan menciptakan diferensiasi produk, bukan lagi bersaing dari sisi harga, melainkan dari fitur, performa, dan pengalaman pengguna. Langkah ini terbukti mampu mendongkrak citra ASUS sebagai produsen inovatif di bidang smartphone gaming.
Pola Bisnis yang Fokus pada Profit dan Efisiensi
Kinerja divisi smartphone ASUS selama beberapa tahun memang tak sekuat unit bisnis PC mereka. Dengan mempersempit fokus hanya pada produk margin tinggi, perusahaan mampu mengelola sumber daya lebih efisien. Penyesuaian ini mendukung pencapaian profitabilitas secara konsisten dan menekan risiko menumpuknya produk yang kurang laku di pasaran. Asus memperlihatkan orientasi bisnis jangka panjang, di mana profit lebih diutamakan dibanding volume penjualan yang masif seperti yang dibutuhkan oleh pasar entry-level.
Konfirmasi ASUS Tak Akan Rilis Smartphone Baru Selama 2026
Baru-baru ini, ASUS secara resmi mengonfirmasi tidak akan meluncurkan perangkat baru sepanjang 2026, termasuk seri Zenfone dan ROG Phone. Keputusan ini membuat spekulasi beredar soal masa depan divisi smartphone ASUS. Perusahaan tetap menjamin dukungan purna jual dan pembaruan software untuk perangkat yang sudah beredar di pasaran. Namun, belum dapat dipastikan apakah langkah ini menjadi sinyal keluar sepenuhnya dari industri smartphone.
| Tabel: Faktor Utama ASUS Tidak Lagi Rilis HP Entry-Level | Faktor | Penjelasan Singkat |
|---|---|---|
| Restrukturisasi | Fokus ke flagship & gaming, bukan lagi entry-level | |
| Persaingan Ketat | Merek China mendominasi, margin sangat tipis | |
| Fokus Inovasi | Kembangkan Zenfone & ROG Phone sebagai diferensiasi utama | |
| Profit dan Efisiensi | Mengoptimalkan laba, menggunakan sumber daya secara lebih selektif | |
| Keputusan Terbaru | Tidak rilis HP baru di 2026, memperkuat fokus di lini premium & purna jual |
Munculnya strategi baru dari ASUS tentu membatasi pilihan konsumen pada lini harga terjangkau. Namun, bagi pengguna yang mencari pengalaman flagship atau perangkat gaming premium, produk ASUS tetap menjadi salah satu pertimbangan utama. Kedepan, industri menanti apakah ASUS akan kembali melirik pasar entry-level, atau semakin memperkokoh posisi di kelas premium.
