Sony Xperia 10 VIII masih menarik perhatian sebagai ponsel kelas menengah dengan sejumlah keunggulan unik di tengah gempuran perangkat baru tahun 2026. Pengguna yang mempertimbangkan membeli unit bekas perlu memahami aspek kuat dan kelemahan ponsel ini agar dapat memperoleh nilai terbaik sesuai kebutuhan.
Salah satu keunggulan utama Xperia 10 VIII adalah ketangguhan yang terjamin oleh sertifikasi IP65/IP68. Sertifikasi ini menjamin perangkat tahan terhadap debu dan perendaman air, berbeda dengan banyak ponsel modern yang hanya menawarkan perlindungan percikan air standar IP53. Fitur ini sangat berguna untuk aktivitas di luar ruangan atau sebagai ponsel cadangan bagi pengemudi ojek daring yang membutuhkan perangkat tahan banting.
Keunggulan Layar dan Konektivitas
Sony menyematkan layar OLED 6,0 inci dengan aspek rasio 21:9 yang memberikan pengalaman sinematik tanpa gangguan seperti notch atau lubang kamera. Kualitas visual ini tetap unggul dibandingkan layar LCD murah yang beredar saat ini. Dukungan konten HDR membuat pengguna dapat menikmati tayangan dengan warna dan kontras lebih hidup.
Selain itu, kehadiran chipset Snapdragon 690 menjadi nilai tambah karena sudah mendukung jaringan 5G. Dengan demikian, Xperia 10 VIII tetap mampu memenuhi kebutuhan konektivitas cepat yang sudah menjadi standar utama di berbagai kota besar Indonesia pada 2026.
Fitur Pendukung yang Masih Relevan
Teknologi lain yang masih relevan adalah kapasitas baterai 4.500 mAh dengan layar 60Hz yang relatif hemat daya. Perangkat ini mampu bertahan lebih dari sehari untuk penggunaan standar. Sony juga mempertahankan jack headphone 3,5 mm dan dukungan audio Hi-Res, fitur yang mulai jarang ditemukan pada ponsel masa kini. Desain bodi yang kompak dengan lebar hanya 68 mm mempermudah penggunaan satu tangan dan menjadikannya nyaman untuk berbagai aktivitas.
Kelemahan: Teknologi dan Performa yang Mulai Usang
Meski banyak kelebihan, Xperia 10 VIII menghadapi beberapa keterbatasan yang cukup signifikan. Masalah yang paling terasa adalah kecepatan pengisian baterai. Di era di mana ponsel sekelas menawarkan fast charging hingga 67W atau lebih, Sony masih membatasi pada 18W saja. Pengisian penuh baterai bisa memakan waktu lebih dari dua jam, ini menjadi kendala bagi pengguna yang membutuhkan pengisian cepat dalam aktivitas padat.
Layar 60Hz yang digunakan juga mulai ketinggalan zaman dibandingkan panel 120Hz yang kini menjadi standar. Responsivitas dan kelancaran navigasi di Xperia 10 VIII terasa terbatas bagi pengguna yang terbiasa dengan layar refresh rate tinggi. Kualitas kamera pada kondisi cahaya rendah pun tercatat kurang memuaskan, dengan noise digital yang cukup mengganggu walau Night Mode sudah aktif.
Keterbatasan Performa dan Dukungan Software
Dalam hal performa, Snapdragon 690 mulai tidak mampu menjalankan update game-game berat tahun 2026 dengan lancar. Ini menunjukkan bahwa Xperia 10 VIII sudah kurang ideal bagi pengguna yang membutuhkan ponsel gaming. Selain itu, dukungan software resmi sudah berakhir, dengan Sony tidak lagi memberikan pembaruan Android. Hal ini membuka potensi risiko keamanan yang harus diperhatikan agar data pengguna tetap aman.
Ringkasan keunggulan dan kelemahan Sony Xperia 10 VIII
- Sertifikasi IP65/IP68, tahan air dan debu
- Layar OLED 6,0 inci dengan aspek rasio 21:9 tanpa notch
- Dukungan konektivitas 5G via Snapdragon 690
- Baterai 4.500 mAh dengan pengisian 18W saja
- Jack headphone 3,5 mm dan audio Hi-Res
- Desain kompak dan ergonomis, mudah digunakan satu tangan
- Refresh rate layar hanya 60Hz, kurang responsif
- Kamera performa rendah saat low light
- Performa gaming mulai terbatas
- Dukungan software resmi sudah berakhir
Memilih Sony Xperia 10 VIII pada tahun 2026 berarti menerima perangkat dengan ketahanan fisik dan estetika unik yang sulit ditandingi. Namun, calon pembeli harus realistis terhadap keterbatasan teknologi layar, pengisian daya, serta potensi risiko keamanan akibat berhentinya pembaruan software. Perangkat ini lebih cocok bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan dan konektivitas dasar. Memahami kelebihan dan keterbatasan secara menyeluruh membantu agar keputusan pembelian tetap tepat sasaran dan memuaskan sesuai kebutuhan di era teknologi yang terus bergerak cepat.
