Microsoft mulai menggulirkan peningkatan kecepatan Windows 11 yang bekerja di balik layar, dan perubahan ini sudah masuk ke patch terbaru sistem operasi tersebut. Fokus utamanya adalah membuat respons Windows terasa lebih cepat saat pengguna membuka Start, Search, Action Center, dan menjalankan aplikasi.
Peningkatan ini hadir lewat fitur bernama Low Latency Profile, sebuah mode performa yang secara singkat mendorong clock CPU ke tingkat maksimum saat tindakan tertentu dilakukan. Setelah itu, prosesor kembali ke kecepatan normal sampai pengguna memicu aksi serupa lagi.
Update ini muncul di aplikasi Settings sebagai KB5094126 dengan OS Builds 26200.8655 dan 26100.8655. Microsoft tidak menjelaskan panjang lebar cara kerjanya, tetapi catatan rilis menyebut pembaruan ini mempercepat peluncuran aplikasi dan pengalaman inti shell seperti Start menu, Search, dan Action Center.
Yang membuat pembaruan ini menarik adalah pendekatannya yang tidak mengubah tampilan antarmuka secara langsung. Microsoft justru menyasar rasa “snappy” pada sistem, area yang sering lebih cepat terasa oleh pengguna dibanding perubahan desain.
Fitur belum merata di semua PC
Low Latency Profile tampaknya belum bekerja di semua perangkat Windows 11. Saat ini, fitur itu disebut hanya dirancang untuk model PC tertentu, sehingga kompatibilitasnya masih terlihat tidak merata.
Pengguna juga tidak mendapat indikator khusus yang menandakan fitur ini aktif. Salah satu cara untuk mengeceknya adalah memantau kecepatan CPU secara langsung lewat Task Manager atau aplikasi pihak ketiga, lalu melihat apakah terjadi lonjakan singkat saat membuka Start, Search, quick settings, atau aplikasi.
Karena sifatnya yang bekerja otomatis dan sesaat, fitur ini mudah terlewat. Namun bila aktif, tujuannya jelas, yaitu memangkas jeda kecil yang sering muncul saat pengguna berinteraksi dengan elemen inti Windows 11.
Perubahan ini hadir saat Microsoft memang sedang mendorong perbaikan lebih luas di Windows 11. Dalam beberapa pekan terakhir, arah pengembangan sistem ini juga mencakup perubahan pada integrasi AI Copilot, rencana kemampuan memindahkan posisi taskbar, pembaruan Windows Update yang lebih rapi, Start Menu yang lebih bersih, dan penyegaran Control Panel.
Paket update juga membawa peningkatan lain
Selain dorongan performa untuk elemen inti sistem, pembaruan yang sama juga membawa percepatan untuk Microsoft Store. Proses unduh dan instalasi dari Store disebut menjadi lebih cepat dibanding sebelumnya.
Windows Search juga mendapat peningkatan respons. Hasil pencarian kini bisa mulai muncul setelah pengguna mengetik dua karakter, sebuah perubahan yang ditujukan untuk mempercepat penemuan aplikasi, file, atau item lain di sistem.
Microsoft juga menambahkan dukungan multi-app camera. Fitur ini memungkinkan kamera dipakai dalam lebih dari satu skenario aplikasi, termasuk saat pengguna sedang berada dalam panggilan dan tetap ingin menggunakan kamera untuk kebutuhan lain.
Ada pula Shared Audio yang memungkinkan Windows terhubung ke dua headphone atau earbuds Bluetooth LE sekaligus. Fitur ini menambah fleksibilitas untuk penggunaan audio bersama dari satu perangkat.
Bagi pemilik PC dengan chip AI khusus, Task Manager sekarang juga mendapatkan alat pemantauan NPU. Kehadiran monitoring ini memberi visibilitas lebih jelas terhadap pemakaian unit pemrosesan AI langsung dari utilitas sistem bawaan Windows.
Keamanan ikut jadi bagian besar dari pembaruan
Di luar fitur baru dan peningkatan performa, update kali ini juga membawa perbaikan keamanan dalam jumlah besar. Microsoft menyatakan telah menutup 206 kerentanan keamanan di Windows 11.
Cakupan celah yang diperbaiki berada pada tingkat kritis hingga parah. Jumlah ini menunjukkan bahwa pembaruan bukan hanya penting untuk menambah kenyamanan penggunaan, tetapi juga untuk menjaga sistem tetap terlindungi.
Kombinasi peningkatan kecepatan, pembaruan fitur praktis, dan patch keamanan membuat update ini menjadi salah satu paket pembaruan yang cukup padat untuk Windows 11. Meski begitu, fitur Low Latency Profile sebagai sorotan utamanya masih tampak bergantung pada dukungan perangkat, sehingga dampaknya bisa berbeda dari satu PC ke PC lain.
Bagi pengguna yang ingin melihat manfaat paling nyata, area yang layak diperhatikan ada pada kecepatan membuka aplikasi, respons Start menu, dan pencarian sistem. Jika perangkat termasuk yang mendukung, lonjakan CPU singkat itu bisa menjadi tanda bahwa Windows 11 kini sedang bekerja lebih agresif untuk mengurangi rasa lambat pada interaksi sehari-hari.
