Review Nothing Headphone (1): Desain Unik, Fitur Lengkap, dan Daya Tahan Baterai Premium di Bawah 5 Juta

Nothing Headphone (1) muncul sebagai produk over-ear pertama dari Nothing yang langsung menarik perhatian. Dengan fitur lengkap dan desain futuristik yang unik, headphone ini berani menantang merek-merek besar seperti Sony, Bose, dan Sennheiser. Harga yang kompetitif juga menjadi daya tarik tersendiri di segmen premium, terutama saat banyak harga produk serupa mengalami kenaikan.

Desain Unik dan Kokoh
Nothing Headphone (1) hadir dengan desain retro-futuristik yang segar dan berbeda dari kebanyakan headphone lain di pasaran. Bentuk persegi dengan bahan aluminium berwarna perak dan kubah plastik transparan membuat bagian dalam headphone terlihat jelas. Saat dipakai di tempat umum, desain ini kerap membuat orang melirik karena tampilannya yang keren dan premium. Headphone ini tersedia dalam warna Black dan White, dengan contoh unit uji berwarna White yang menampilkan kombinasi putih, abu-abu, dan perak serta aksen hitam di engsel dan bantalan.

Bobot Headphone (1) cukup berat, mencapai 329 gram, lebih berat sekitar 80 gram dibanding pesaing seperti Sony WH-X1000M6. Meski begitu, headphone ini tetap nyaman dipakai berjam-jam karena perekat kepala yang pas dan tidak terlalu ketat. Posisi headphone juga stabil dan tidak mudah melorot saat bergerak. Namun, keterbatasan terdapat pada engsel yang hanya bisa diputar 90 derajat dan tidak bisa dilipat ke atas, sehingga membawa headphone ini jadi kurang ringkas. Case bawaan berbentuk persegi dengan ritsleting tipis juga sedikit merepotkan karena mudah ditempeli debu dan bulu hewan.

Kontrol Fisik yang Presisi dan Mudah Dioperasikan
Nothing Headphone (1) menggunakan kontrol fisik, berbeda dengan tren kontrol sentuh di headphone premium saat ini. Di sisi kanan, terdapat tombol gulir yang bisa diputar untuk mengatur volume dan ditekan untuk play/pause lagu. Ada juga paddle untuk mengganti lagu, menerima/menolak panggilan, hingga fast forward dan rewind. Tombol power, port USB-C, jack audio 3,5mm, dan lampu indikator juga terletak rapi di bagian bawah. Ada tombol khusus yang bisa dikustomisasi untuk berbagai fungsi seperti noise control, asisten suara, atau mute mikrofon.

Sistem kontrol ini sangat membantu pengguna mendapatkan kontrol musik yang presisi dan tidak perlu khawatir salah sentuh. Meskipun demikian, posisi tombol yang agak sulit dijangkau membuatnya kurang ideal jika dibandingkan dengan tombol yang ditempatkan di bagian depan ear cup.

Fitur Lengkap dengan Dukungan Software yang Kaya
Mengandalkan koneksi Bluetooth 5.3, Headphone (1) mendukung Google Fast Pair dan Microsoft Swift Pair sehingga pemasangan dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Selain nirkabel, headphone ini juga dapat dihubungkan dengan kabel USB-C audio atau jack 3,5mm. Daya tahan terhadap air dan debu dengan rating IP52 menjadikan headphone ini bisa dipakai berolahraga atau kena hujan ringan tanpa khawatir.

Aplikasi pendamping Nothing X tersedia untuk Android dan iOS dengan antarmuka yang sederhana namun lengkap. Pengguna dapat mengatur empat tingkat noise cancellation (Low, Mid, High, Adaptive) serta fitur Transparency Mode untuk mendengar suara sekitar. Headphone ini juga mendukung spatial audio dengan mode fixed dan head-tracking untuk pengalaman audio tiga dimensi yang imersif.

Equalizer pada aplikasi cukup ekstensif dengan opsi Simple berisi preset dasar, Advanced dengan equalizer 8-band plus frekuensi dan Q factor, juga tab Explore yang menampilkan preset dari pakar audio. Fitur lain yang disediakan mencakup Bass enhancement, Low lag mode untuk gaming, dual device connection, pilihan codec AAC atau LDAC, dan Over-ear detection yang otomatis jeda musik saat headphone dilepas.

Kualitas Suara dengan Bass Dominan
Nothing Headphone (1) memakai dynamic driver 40mm dengan tuning hasil kolaborasi bersama KEF, salah satu perusahaan audio ternama asal Inggris. Dari pengujian, suara headphone ini cenderung menonjolkan bass yang kuat dan cocok untuk musik hip-hop, R&B, dan elektronik. Untuk lagu klasik dan rock modern, suara instrumen seperti biola, gitar, dan simbal agak tenggelam sehingga perlu penyesuaian equalizer agar lebih seimbang.

Saat menonton film, suara yang terlalu menggema membuat dialog kurang jelas dan efek tembakan jadi kurang memekakkan telinga. Hal ini menjadi catatan minor untuk pengalaman audio dalam konten hiburan selain musik.

Peredaman Suara Aktif yang Efektif & Mikrofon Berkualitas
Fitur Active Noise Cancellation di headphone ini diklaim mampu meredam suara hingga 42 dB, terutama pada frekuensi sekitar 2.000 Hz. Suara-suara bising di kantor dan kereta api berhasil diredam dengan optimal. Bahkan tanpa ANC aktif, isolasi pasif dari bantalan telinga sangat membantu. Mode Transparency memudahkan pengguna berkomunikasi tanpa melepas headphone. Dengan total enam mikrofon, kualitas panggilan suara juga cukup baik. Lawan bicara dapat mendengar suara dengan jelas meskipun di lingkungan yang bising.

Daya Tahan Baterai Mendominasi Kelasnya
Dengan baterai berkapasitas 1.040 mAh, pengisian penuh membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Headphone ini mendukung fast charging 5 menit pemakaian untuk 2,4 jam musik dengan ANC. Klaim baterai mampu bertahan hingga 35 jam penggunaan dengan ANC cukup tepat menurut pengujian. Angka ini mengalahkan Sony WH-X1000M6 yang bertahan maksimal 30 jam dengan ANC aktif. Tanpa ANC, daya tahan baterai dapat mencapai hingga 80 jam.

Nothing Headphone (1) membuktikan bahwa pendatang baru bisa tampil percaya diri di segmen headphone over-ear premium. Dengan desain yang berbeda, fitur yang komprehensif, dan harga di bawah Rp 5 juta, headphone ini menarik bagi penikmat musik yang ingin produk stylish tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Meskipun kualitas suara belum sempurna dan ada beberapa kekurangan minor, potensi headphone ini sangat menjanjikan di pasar Indonesia.

Baca selengkapnya di: inet.detik.com

Berita Terkait

Back to top button