Honor siap membawa inovasi baru ke industri smartphone dengan memperkenalkan konsep Robot Phone yang rencananya akan rilis secara komersial di Tiongkok pada paruh kedua tahun ini. Perangkat ini menjadi sorotan dalam gelaran Mobile World Congress (MWC) yang menandai ambisi Honor melampaui batas smartphone konvensional dengan menghadirkan teknologi robotik dan kecerdasan buatan terintegrasi.
Robot Phone buatan Honor dibangun di atas basis Magic V6 dan menawarkan fitur kamera canggih beresolusi 200 megapiksel. Teknologi mekanis yang diterapkan pada smartphone ini melibatkan gimbal tiga sumbu yang diklaim sebagai yang pertama di industri. Sistem stabilisasi tersebut didukung oleh struktur empat derajat kebebasan berkat motor mikro khusus yang berukuran jauh lebih kecil, hingga 70 persen dari teknologi tradisional.
Inovasi Kamera Robotik dengan AI
Dengan mengandalkan material berkekuatan tinggi mencapai 2800MPa, chassis smartphone mampu menampung sistem gimbal profesional tanpa menambah dimensi secara signifikan. Honor menyatakan miniaturisasi ini menjadi kunci menghadirkan kontrol gerakan setingkat robot pada perangkat mobile yang ramping. Teknologi gimbal seperti ini sebelumnya lebih umum ditemukan pada industri perfilman dan kamera profesional.
Fitur AI turut memperkuat keunggulan Robot Phone. Pengguna akan mendapatkan kemampuan pelacakan objek secara waktu nyata, berkat dukungan kecerdasan buatan yang memungkinkan kamera untuk mengunci dan mengikuti subjek dengan presisi tinggi. Selain itu, fitur AI SpinShot memberikan efek transisi dramatis dengan rotasi terkontrol sebesar 90 dan 180 derajat, menghadirkan nuansa sinematik pada setiap pengambilan gambar.
Honor juga menggandeng ARRI, pabrikan peralatan film ternama asal Jerman, untuk mengintegrasikan pengalaman sinema profesional ke dalam ekosistem imaging-nya. Kolaborasi ini ditujukan supaya kualitas hasil foto dan video di Robot Phone mampu menyaingi perangkat perfilman kelas atas.
Fitur Unggulan Robot Phone Honor
- Kamera utama 200MP dengan gimbal tiga sumbu miniaturis.
- AI object tracking untuk pelacakan subjek otomatis.
- Fitur SpinShot untuk rotasi kamera sinematik.
- Material chassis ultra-kuat dengan desain presisi.
- Integrasi teknologi perfilman bersama ARRI.
- Sistem pengendali bergerak berbasis AI.
- Kemampuan stabilisasi tingkat lanjut untuk pengambilan gambar dinamis.
Robot Phone ini akan diluncurkan secara perdana khusus untuk pasar Tiongkok, dengan kemungkinan perluasan ke wilayah lain di masa mendatang. Namun, hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai harga jual perangkat tersebut.
Debut Robot Humanoid Pertama Dari Honor
Pada kesempatan yang sama, Honor memperkenalkan robot humanoid pertamanya. Berbeda dari robot industri, robot ini dirancang secara khusus untuk lingkungan konsumen. Honor mengungkapkan bahwa robot humanoid ini diciptakan untuk tiga kebutuhan utama, yaitu:
- Asisten belanja secara otomatis di pusat perbelanjaan.
- Inspeksi di area kerja yang memerlukan dukungan fisik.
- Pendamping yang mampu memberikan dukungan sosial dan emosional.
Robot humanoid ini dijanjikan mampu mengenali serta memahami kebutuhan pengguna sejak interaksi pertama. Hal itu dimungkinkan berkat pengalaman Honor dalam mengembangkan ekosistem perangkat terhubung dan kecerdasan buatan. Namun, pihak Honor belum membeberkan detail spesifikasi teknis, kisaran harga, maupun jadwal produksi massal untuk robot humanoid ini.
Teknologi Baterai Blade Berbasis Silicon-Carbon
Inovasi lain yang diperkenalkan Honor adalah Blade Battery berbasis teknologi silicon-carbon, khusus dirancang untuk ponsel lipat. Honor mengklaim kemampuan baterai ini mampu meningkatkan kandungan silikon hingga 32 persen, sehingga kepadatan energi mencapai lebih dari 900Wh/L. Dengan teknologi ini, ponsel lipat masa depan dapat dibekali daya hingga 7.000mAh ke atas tanpa harus menambah ketebalan perangkat secara signifikan.
Sebagai demonstrasi, Honor menghadirkan sebuah tayangan yang menampilkan ketipisan dan daya tahan Blade Battery, bahkan diperagakan dengan aksi melempar kartu oleh pemegang rekor dunia Guinness, Rick Smith Jr. Namun, Blade Battery masih sebatas teknologi pratinjau dan belum diumumkan kapan akan diproduksi dalam skala massal.
Kemunculan Robot Phone Honor menandai era baru di mana teknologi robotik, kecerdasan buatan, dan desain industri menyatu dalam satu perangkat mobile. Perkembangan ini dapat menjadi pertimbangan penting bagi konsumen yang menginginkan pengalaman penggunaan smartphone yang lebih interaktif dan adaptif, serta membuka potensi jalan bagi evolusi perangkat AI embodied di masa mendatang.
Source: www.gadgets360.com






