ITSEC Asia dan UNFPA Hadirkan SHECURE Digital, Perlindungan Nyata untuk Perempuan dari Ancaman Kekerasan Gender Online

Inisiatif nasional SHECURE DIGITAL resmi diperkenalkan sebagai upaya strategis untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak di ruang digital Indonesia. Program ini dikembangkan oleh PT ITSEC Asia Tbk bekerja sama dengan United Nations Population Fund (UNFPA), serta mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Peluncuran SHECURE DIGITAL menjadi tanggapan atas peningkatan kasus kekerasan berbasis gender secara online. Kekerasan digital telah menjadi ancaman serius yang mempengaruhi kesehatan mental hingga masa depan perempuan dan anak di era digital ini.

Data Kekerasan Digital: Realitas yang Mengkhawatirkan
Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 mencatat sekitar 7,2 juta perempuan di Indonesia pernah mengalami kekerasan digital oleh pihak non-pasangan. Kelompok usia 15–24 tahun paling rentan terhadap serangan tersebut. Secara global, hampir dua dari tiga perempuan mengalami berbagai bentuk kekerasan digital, termasuk pelecehan, penyalahgunaan data pribadi, hingga penyebaran konten intim tanpa persetujuan.

Angka-angka ini membuktikan bahwa kekerasan digital bukan hanya masalah maya, melainkan persoalan nyata yang harus segera ditangani secara serius, baik dari sisi perlindungan maupun pencegahan.

Pendekatan SHECURE DIGITAL untuk Perlindungan Perempuan
Menurut Patrick Dannacher, Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk, SHECURE DIGITAL berangkat dari observasi kondisi nyata perempuan dalam menghadapi risiko di dunia digital. Program ini dibuat untuk menjembatani kesenjangan kesadaran soal kekerasan digital dengan pendekatan praktis yang dapat diterapkan perempuan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Perwakilan UNFPA Indonesia, Hassan Mohtashami, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi persoalan ini. Menurutnya, penguatan perlindungan harus terwujud lewat kemitraan yang solid antara swasta, pemerintah, dan mitra pembangunan.

Tiga Pilar Strategis SHECURE DIGITAL
SHECURE DIGITAL berlandaskan tiga pilar utama: pencegahan, perlindungan, dan pemberdayaan yang diterapkan melalui program berikut:

  1. SHECURE CLASS: Edukasi dan Literasi Digital
    Program ini mengajarkan perempuan dan remaja bagaimana mengelola privasi serta keamanan akun digital, melindungi data pribadi, mengenali penipuan dan pelecehan daring, serta merespons ancaman secara aman.

  2. SHECURE SHIELD: Perlindungan Teknologi Berbasis Privasi
    Pilar ini mengusung prinsip privacy-first, memastikan pengguna tetap mengendalikan data pribadi tanpa pengawasan berlebihan. Hal ini menjadikan keamanan siber sebagai alat perlindungan, bukan alat kontrol.

  3. SHECURE VOICES: Advokasi dan Penguatan Komunitas
    Melalui kampanye kesadaran dan dialog terbuka, pilar ini memotivasi perempuan dan generasi muda untuk berani bersuara dan saling mendukung menghadapi kekerasan digital. Targetnya membangun budaya digital yang aman dan penuh rasa hormat.

Dukungan Pemerintah dalam Atensi Kekerasan Digital
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifah Choiri Fauzi, menegaskan bahwa respons terhadap kekerasan digital harus berdasarkan data valid dan reformasi struktural. Di tahun 2024, diperkirakan 23,3 juta perempuan mengalami kekerasan fisik, seksual, atau psikologis, dengan 7,5 persen pernah mengalami pelecehan daring.

Pemerintah telah memperkuat regulasi, termasuk:

  • Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual
  • Integrasi keamanan siber dalam RPJMN 2025–2029
  • Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025
  • Peta Jalan Perlindungan Anak di Lingkungan Online 2025–2029

Regulasi ini menjadi fondasi, tetapi langkah perlindungan praktis di ruang digital sangat diperlukan.

Teknologi IntelliBroń Aman untuk Perisai Digital
SHECURE SHIELD didukung oleh IntelliBroń Aman, teknologi keamanan yang dikembangkan oleh ITSEC Asia. Solusi ini mampu mendeteksi tautan berbahaya, mengidentifikasi aplikasi berisiko, memberi peringatan aktivitas mencurigakan, serta mencegah penipuan digital.

Dengan pendekatan kecerdasan buatan dan analisis ancaman, IntelliBroń Aman memberikan perlindungan berlapis tanpa mengeksploitasi data pribadi. Teknologi ini dirancang untuk menjaga privasi sekaligus martabat para penggunanya secara proaktif.

Komitmen Jangka Panjang untuk Ekosistem Digital Aman
Melalui program SHECURE DIGITAL, ITSEC Asia dan UNFPA berupaya membangun sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Tujuannya mewujudkan ruang digital yang aman, inklusif, dan menghormati hak asasi perempuan dan anak.

Kehadiran SHECURE DIGITAL menjadi langkah nyata dalam memastikan agar perempuan dan anak dapat berpartisipasi aktif di dunia digital dengan rasa aman dan percaya diri. Program ini sekaligus membuka jalan bagi penciptaan ekosistem digital yang berorientasi pada penghormatan serta perlindungan hak-hak dasar pengguna.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: tabloidpulsa.id

Terkait