Samsung Buka Daftar Aplikasi Satelit di Galaxy, WhatsApp dan Google Maps Sudah Siap

Samsung mulai menampilkan daftar aplikasi yang bisa berjalan lewat koneksi satelit langsung di ponsel Galaxy tertentu. Fitur ini ditujukan untuk menjaga komunikasi tetap aktif saat pengguna berada di area tanpa sinyal seluler konvensional.

Informasi itu muncul setelah Samsung mengungkap dukungan direct-to-satellite connectivity untuk sebagian perangkat Galaxy. Kini, perusahaan juga diketahui telah menambahkan menu khusus yang memperlihatkan apakah ponsel kompatibel dan aplikasi apa saja yang sudah siap memakai jalur komunikasi tersebut.

Tipster @theonecid lebih dulu menemukan bagian baru itu di ponsel Galaxy. Dari temuan tersebut, pengguna bisa mengecek dukungan fitur melalui menu Settings > Connections > Satellite.

Jika menu Satellite tidak muncul, berarti perangkat belum mendukung layanan itu di wilayah pengguna. Pendekatan ini membuat pengecekan kompatibilitas lebih sederhana tanpa perlu menunggu pengumuman terpisah dari operator.

Daftar aplikasi yang sudah mendukung satelit

Samsung saat ini mencantumkan sejumlah aplikasi yang diklaim siap digunakan melalui koneksi satelit. Daftar ini penting karena menunjukkan bahwa pemanfaatan satelit tidak hanya untuk panggilan darurat, tetapi mulai menyentuh fungsi pelacakan, pesan, hingga layanan akun.

Berikut aplikasi yang terdaftar sebagai satellite-ready di ponsel Galaxy kompatibel:

  1. Find My Mobile
  2. Google Maps
  3. Google Play Services
  4. Grok
  5. Messenger
  6. Messages
  7. Samsung Account
  8. Samsung Find
  9. Samsung Health
  10. Weather
  11. WhatsApp
  12. X

Kehadiran Google Maps dan WhatsApp menjadi sorotan karena keduanya sangat dekat dengan kebutuhan harian pengguna. Sementara itu, aplikasi seperti Find My Mobile dan Samsung Find menunjukkan fokus Samsung pada aspek keamanan dan pelacakan perangkat saat jaringan biasa tidak tersedia.

Cara kerja layanan satelit Samsung

Samsung tidak memakai model kerja yang sama seperti Apple. Jika Apple diketahui bekerja langsung dengan operator satelit seperti Globalstar untuk beberapa layanannya, Samsung justru menggandeng operator seluler di berbagai negara yang kemudian terhubung ke penyedia konstelasi satelit.

Skema ini memberi fleksibilitas, tetapi juga membuat dukungan fitur sangat bergantung pada pasar. Artinya, pengalaman pengguna di satu negara bisa berbeda dengan negara lain, baik dari sisi jenis layanan maupun perangkat yang didukung.

Menurut data dari artikel referensi, Samsung telah menjalin kerja sama dengan operator di Eropa, Jepang, dan Amerika Utara. Di Eropa, mitranya mencakup MasOrange di Spanyol, Virgin Media O2, dan Vodafone.

Di Jepang, Samsung bekerja sama dengan Docomo, KDDI, Rakuten Mobile, dan SoftBank. Di Amerika Utara, perusahaan menggandeng AT&T, Verizon, dan T-Mobile.

Fitur yang tersedia tidak sama di semua negara

Samsung menyebut kemampuan konektivitas satelit berbeda menurut pasar. Di beberapa negara, pengguna bisa mendapat akses ke panggilan, pesan teks, dan data, sementara di wilayah lain dukungannya hanya mencakup SMS atau layanan darurat.

Perbedaan ini penting karena dapat memengaruhi ekspektasi pengguna. Daftar aplikasi yang tampil di menu satelit belum tentu berarti semua aplikasi itu akan berfungsi penuh dengan cara yang sama di setiap negara.

Misalnya, aplikasi pesan dapat lebih dulu memanfaatkan jalur satelit untuk pengiriman teks sederhana. Sementara layanan berbasis data yang lebih kompleks kemungkinan bergantung pada kapasitas jaringan dan kebijakan operator setempat.

Galaxy mana yang berpotensi kompatibel

Perangkat yang didukung juga tidak seragam di semua wilayah. Dalam banyak pasar, Samsung menyebut Galaxy S22 atau model yang lebih baru sebagai perangkat yang dapat terhubung langsung ke satelit.

Di beberapa negara tertentu, sejumlah ponsel Galaxy A series juga masuk daftar kompatibel. Ini membuka peluang bahwa fitur satelit tidak hanya akan menjadi eksklusif lini flagship, tetapi juga bisa menjangkau kelas menengah di pasar tertentu.

Namun, cara paling akurat untuk memastikannya tetap melalui menu pengaturan di perangkat. Jika opsi satelit tersedia, pengguna bisa melihat langsung dukungan layanan tanpa menebak-nebak berdasarkan spesifikasi semata.

Arti langkah ini bagi ekosistem Galaxy

Daftar aplikasi yang diumumkan secara senyap ini memberi sinyal bahwa Samsung sedang membangun ekosistem satelit yang lebih luas. Fokusnya tidak berhenti pada komunikasi darurat, melainkan bergerak ke penggunaan yang lebih praktis dalam situasi kehilangan jaringan.

Pendekatan itu juga menunjukkan persaingan baru di pasar ponsel premium dan menengah. Konektivitas satelit kini mulai menjadi fitur strategis, terutama untuk pengguna yang sering bepergian, berada di daerah terpencil, atau membutuhkan jalur komunikasi cadangan saat bencana mengganggu jaringan seluler.

Bagi pengguna Galaxy, informasi paling penting saat ini adalah mengecek apakah menu Satellite sudah tersedia di perangkat masing-masing. Dari sana, pengguna dapat mengetahui dukungan ponsel, jenis aplikasi yang siap dipakai, dan potensi layanan satelit yang dibuka operator di wilayahnya.

Source: www.sammobile.com

Terkait