AMD Mendekat ke Samsung Foundry, Sinyal Kepercayaan Baru untuk Chip AI?

AMD dikabarkan sedang membuka peluang kerja sama yang lebih besar dengan Samsung Foundry untuk kebutuhan produksi chip generasi berikutnya. Informasi ini mencuat ketika media Korea Selatan melaporkan rencana kunjungan CEO AMD, Lisa Su, ke Korea Selatan untuk bertemu jajaran pimpinan bisnis semikonduktor Samsung.

Langkah ini menarik perhatian karena AMD merupakan salah satu pemain penting di pasar chip AI saat ini. Jika pembicaraan berlanjut ke tahap komersial, Samsung Foundry bisa memperoleh bisnis manufaktur baru dalam skala besar dari salah satu pelanggan strategis industri semikonduktor global.

Kunjungan Lisa Su memicu spekulasi kerja sama baru

Menurut laporan media Korea, Lisa Su dijadwalkan tiba di Korea Selatan pada Maret. Ia disebut akan bertemu dengan Head of Samsung Electronics DS Division sekaligus Vice Chairman, Jun Young-hyun, lalu melanjutkan agenda dengan Chairman Samsung Electronics, Jay Y. Lee.

Pertemuan itu dinilai penting karena dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara kedua perusahaan. Lisa Su dan Jay Y. Lee juga dilaporkan pernah bertemu di Amerika Serikat sekitar tiga bulan sebelumnya, sehingga kunjungan ini dipandang sebagai kelanjutan dari komunikasi yang sudah berjalan.

Fokus pembahasan tidak hanya berkaitan dengan foundry. AMD juga disebut berpotensi membahas perjanjian pasokan jangka panjang untuk DRAM, NAND flash, serta HBM4 yang menjadi komponen sangat penting dalam pengembangan akselerator AI modern.

HBM4 jadi elemen kunci dalam persaingan AI

Kebutuhan terhadap memori bandwidth tinggi terus meningkat seiring lonjakan permintaan chip AI. Dalam konteks ini, HBM4 dipandang sebagai komponen strategis bagi AMD untuk memperkuat daya saing produk pusat data dan AI, terutama saat pasar masih didominasi NVIDIA.

Samsung memiliki posisi penting dalam rantai pasok memori global. Karena itu, jika AMD mengamankan pasokan HBM4 dari Samsung, langkah tersebut bisa membantu perusahaan menjaga kontinuitas produksi sekaligus mengurangi risiko pasokan di tengah kompetisi industri yang semakin ketat.

Kerja sama di bidang memori juga dapat memberi nilai tambah di luar sekadar hubungan pembeli dan pemasok. Integrasi yang lebih erat antara desain chip AMD dan kesiapan pasokan memori Samsung berpotensi mempercepat eksekusi produk AI generasi baru.

Peluang besar untuk bisnis foundry Samsung

Selain memori, poin yang paling banyak disorot adalah kemungkinan AMD mengalihkan sebagian volume manufaktur chip baru ke proses fabrikasi canggih Samsung. Jika terealisasi, ini akan menjadi sinyal penting bahwa Samsung Foundry kembali mendapat kepercayaan dari perusahaan chip papan atas.

Samsung sebelumnya pernah memproduksi chip AMD menggunakan proses 14nm pada 2016. Artinya, hubungan kedua perusahaan bukan sesuatu yang sepenuhnya baru, tetapi potensi kesepakatan baru akan membawa bobot berbeda karena menyangkut teknologi proses yang jauh lebih maju.

Bagi Samsung, kesepakatan seperti ini penting untuk memperkuat reputasi bisnis foundry di tengah persaingan ketat dengan TSMC. Selama ini, TSMC masih menjadi mitra manufaktur utama bagi banyak desainer chip besar, termasuk untuk produk-produk komputasi berperforma tinggi.

Mengapa AMD bisa melirik Samsung lagi

Ada beberapa alasan yang membuat opsi Samsung layak diperhitungkan AMD. Diversifikasi manufaktur menjadi salah satu strategi yang semakin relevan ketika permintaan chip AI meningkat dan kapasitas produksi node canggih menjadi rebutan.

Berikut faktor yang membuat kerja sama ini masuk akal:

  1. AMD membutuhkan pasokan chip dan memori yang stabil untuk lini AI dan data center.
  2. Samsung menawarkan kombinasi bisnis foundry dan memori dalam satu grup.
  3. Hubungan bisnis kedua perusahaan sudah pernah terjalin sebelumnya.
  4. Samsung sedang mendapat minat baru untuk proses canggih dan proses legacy, menurut artikel referensi.

Dari sisi industri, banyak perusahaan chip kini tidak ingin bergantung pada satu pemasok manufaktur saja. Pendekatan multi-sourcing dapat membantu menjaga fleksibilitas operasional, terutama untuk produk bernilai tinggi yang sensitif terhadap keterlambatan produksi.

Dampaknya bagi peta kompetisi semikonduktor

Jika AMD benar-benar menempatkan volume produksi baru di Samsung Foundry, dampaknya bisa meluas ke lebih dari satu segmen. Samsung akan mendapat tambahan validasi teknis, sementara AMD memperoleh alternatif manufaktur untuk menopang ekspansi produk.

Pasar juga akan membaca langkah ini sebagai dorongan baru bagi upaya Samsung mengejar pangsa foundry kelas atas. Dalam beberapa waktu terakhir, Samsung disebut mulai menarik kembali minat untuk teknologi proses canggih maupun legacy, dengan nilai pesanan baru mencapai miliaran dolar dari perusahaan-perusahaan besar dunia.

Bagi AMD, kerja sama ini juga bisa memperkuat posisi tawar terhadap mitra rantai pasok lain. Di industri semikonduktor, kemampuan menyeimbangkan desain, manufaktur, dan pasokan memori sering kali menjadi faktor penentu kecepatan peluncuran produk.

Sampai saat ini belum ada pengumuman resmi terkait kontrak baru antara AMD dan Samsung. Namun rangkaian pertemuan tingkat tinggi, kebutuhan HBM4 untuk chip AI, dan riwayat kerja sama manufaktur sebelumnya menunjukkan bahwa peluang bisnis substansial di antara keduanya memang patut dicermati.

Source: www.sammobile.com

Terkait