Review Tecno Spark 40, Desain Mirip iPhone dan Fast Charging 45W Cukup Menebus Komprominya?

Tecno Spark 40 masuk ke pasar Indonesia sebagai pilihan ponsel Rp 1 jutaan yang menonjolkan desain mirip iPhone dan fitur yang cukup lengkap. Pertanyaan utamanya sederhana, apakah ponsel ini memang layak dibeli atau hanya mengandalkan tampilan luar.

Berdasarkan pengujian yang dimuat detikINET setelah pemakaian beberapa minggu, Spark 40 punya nilai jual pada desain, baterai, dan layar mulus. Namun, ada juga batas yang perlu dicatat, terutama pada resolusi layar, performa game berat, dan kamera malam yang masih standar.

Desain yang jadi daya tarik utama

Tecno Spark 40 tampil dengan modul kamera belakang yang disebut sangat mirip iPhone 17 Pro Series. Kesan premium diperkuat oleh finishing matte di bagian belakang yang tidak mudah meninggalkan sidik jari.

Bodi ponsel ini juga tergolong tipis untuk kelas entry level. Ketebalannya 7,67 mm dengan bobot 188 gram, sehingga masih nyaman dipakai dalam waktu lama.

Penempatan tombol dibuat standar dan mudah dijangkau. Tombol volume dan power ada di sisi kanan, dengan sensor sidik jari menyatu pada tombol daya.

Di bagian bawah, Tecno menyertakan port USB-C, speaker, mikrofon, dan jack audio 3.5 mm. Sementara sisi atas dibekali infrared blaster, fitur yang kini mulai jarang ditemui di ponsel murah.

Spark 40 juga membawa sertifikasi IP64. Artinya, perangkat ini tahan debu dan cipratan air, serta diklaim tahan jatuh hingga 1,5 meter.

DetikINET mencatat layar ponsel ini diklaim tetap responsif saat disentuh dengan jari basah atau berminyak. Meski begitu, saat diuji dengan jari basah, responsnya disebut kurang mulus.

Layar 120Hz, tapi masih HD+

Salah satu kelebihan Spark 40 ada pada panel IPS LCD 6,67 inci. Layar ini sudah mendukung refresh rate 120Hz, yang membuat animasi dan scrolling terasa lebih halus.

Untuk penggunaan harian seperti media sosial, chat, dan video streaming, pengalaman visualnya dinilai cukup memuaskan. Kecerahan layar juga dianggap masih memadai untuk dalam ruangan dan area luar dengan cahaya sedang.

Komprominya ada pada resolusi yang masih HD+. Ketajamannya belum setara panel Full HD, sehingga pengguna yang sensitif terhadap detail layar mungkin akan langsung menyadarinya.

Kamera depan ditempatkan di punch-hole tengah atas. Resolusinya 8 MP dan didukung dual flash untuk membantu selfie di kondisi gelap.

Performa cukup untuk kebutuhan umum

Tecno Spark 40 ditenagai chipset MediaTek Helio G91. Ponsel ini dipadukan dengan RAM hingga 8 GB serta fitur RAM virtual.

Untuk kebutuhan dasar sampai menengah, performanya dinilai lancar. Aktivitas seperti browsing, chatting, media sosial, streaming, dan pindah antar aplikasi masih berjalan nyaman.

Pada skenario gaming, hasilnya lebih realistis untuk kelas harganya. Game seperti Mobile Legends dan Free Fire masih bisa dimainkan di setelan grafis menengah, tetapi game berat seperti Genshin Impact perlu pengaturan lebih rendah agar tetap nyaman.

Spark 40 menjalankan HIOS 15 berbasis Android 15. Sistem ini juga membawa sejumlah fitur berbasis AI yang sekarang tidak lagi eksklusif untuk lini Pro.

Ella Assistant pada ponsel ini disebut terhubung dengan platform seperti ChatGPT, DeepSeek, dan Gemini. Ada pula fitur FreeLink untuk komunikasi atau transfer file tanpa sinyal seluler, dengan mengandalkan Bluetooth.

Fitur lain yang ikut melengkapi paketnya antara lain:

  1. Dual SIM
  2. Slot microSD hingga 1 TB
  3. NFC
  4. Stereo dual speaker dengan DTS Sound
  5. Infrared remote control
  6. Dukungan jaringan 4.5G

Baterai jadi salah satu nilai lebih

Tecno membekali Spark 40 dengan baterai 5.200 mAh. Dalam pemakaian normal, kapasitas ini dinilai cukup untuk bertahan seharian penuh.

Aktivitas seperti chat, media sosial, menonton video, dan browsing bisa dilakukan tanpa terlalu sering mencari charger. Ini menjadi poin penting bagi pengguna yang mencari ponsel praktis untuk mobilitas harian.

Keunggulan lain ada pada fast charging 45W. Di kelas entry level, dukungan pengisian secepat ini masih tergolong menarik.

Tecno juga menyebut adanya fitur low temperature charging untuk membantu keamanan saat pengisian daya. Selain itu, perusahaan mengklaim Spark 40 memiliki “4 Years Smooth Performance Certification” dari Tecno Lab, dengan kesehatan baterai tetap di atas 80 persen hingga 2.000 siklus pengisian penuh.

Kamera memadai, bukan yang terbaik

Di sektor kamera, Spark 40 mengusung kamera utama 50 MP. DetikINET menilai hasil fotonya cukup tajam dan detail saat cahaya mendukung, dengan warna yang terlihat natural untuk dokumentasi harian dan unggahan media sosial.

Tecno juga menyertakan fitur FlashSnap. Saat fitur ini aktif, ikon khusus akan muncul di sudut bawah layar.

Untuk pemotretan malam, hasilnya masih dapat dipakai, tetapi kualitasnya menurun. Noise mulai terlihat dan detail tidak sekuat saat siang hari, meski dual flash membantu pencahayaan.

Kamera depan 8 MP cukup untuk selfie, video call, dan konten ringan. Namun seperti kamera belakangnya, performa juga menurun saat kondisi cahaya minim.

Jika dilihat sebagai paket utuh, Tecno Spark 40 memang bukan ponsel yang unggul di semua aspek. Namun pada harga Rp 1,7 jutaan seperti disebut dalam ulasan detikINET, perangkat ini menawarkan kombinasi desain menarik, layar 120Hz, baterai besar, pengisian cepat, NFC, dan fitur harian yang relatif lengkap untuk pengguna umum.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: inet.detik.com

Terkait