Pertarungan iQOO 15 Ultra dan Galaxy S26 Ultra bukan sekadar soal spesifikasi tinggi. Perbandingan ini langsung mengarah pada pertanyaan yang paling dicari calon pembeli: apakah Galaxy S26 Ultra masih layak dibayar jauh lebih mahal daripada iQOO 15 Ultra.
Data dari artikel referensi Gizmochina menunjukkan iQOO 15 Ultra unggul pada performa mentah, baterai, dan harga. Di sisi lain, Galaxy S26 Ultra menonjol lewat kamera yang lebih fleksibel, dukungan pembaruan lebih panjang, serta fitur premium seperti S Pen dan DeX.
Harga dan posisi pasar
Selisih harga menjadi faktor paling mudah dilihat sejak awal. iQOO 15 Ultra dipatok sekitar $850 atau ₹74,000, sedangkan Galaxy S26 Ultra berada di kisaran $1300 atau ₹1,40,000.
Dengan jarak harga sebesar itu, Samsung tidak bisa hanya mengandalkan nama besar merek. Nilai tambahnya harus datang dari pengalaman yang lebih lengkap, bukan sekadar angka di lembar spesifikasi.
Layar dan desain: iQOO unggul di atas kertas, Samsung lebih matang
iQOO 15 Ultra membawa layar AMOLED 6,85 inci dengan refresh rate 144Hz, resolusi 2K, dan klaim kecerahan puncak 8000 nits. Galaxy S26 Ultra memakai panel LTPO AMOLED 2X 6,9 inci, refresh rate 120Hz, resolusi 2K, dan kecerahan 2600 nits.
Secara angka, iQOO terlihat lebih agresif. Namun untuk pemakaian harian, panel LTPO Samsung biasanya lebih efisien karena refresh rate adaptif membantu konsumsi daya tetap terjaga.
Desain keduanya juga mengambil arah berbeda. iQOO lebih condong ke identitas gaming dengan trigger sensitif tekanan dan kipas pendingin bawaan, sedangkan Samsung tampil lebih formal dengan material premium dan dukungan stylus.
Performa: sama chipset, beda filosofi
Kedua ponsel sama-sama memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5. Artinya, performa dasar keduanya sudah ada di kelas flagship tertinggi.
Perbedaannya muncul pada pendekatan. iQOO 15 Ultra menawarkan RAM hingga 24GB, penyimpanan UFS 4.1, dan sistem pendingin aktif, sehingga lebih siap menjaga performa stabil saat bermain game berat atau beban kerja panjang.
Galaxy S26 Ultra dibatasi hingga 16GB RAM dan tidak memakai pendingin aktif. Meski begitu, Samsung mengimbanginya dengan optimasi One UI dan dukungan software lebih lama, yaitu tujuh pembaruan Android, sementara iQOO disebut menawarkan lima pembaruan Android.
Baterai dan pengisian daya: keunggulan besar iQOO
Untuk pengguna yang mengejar daya tahan, iQOO 15 Ultra memimpin sangat jauh. Ponsel ini membawa baterai 7400mAh dengan pengisian kabel 100W dan nirkabel 40W.
Galaxy S26 Ultra memakai baterai 5000mAh dengan pengisian kabel 60W dan nirkabel 25W. Kapasitas ini tetap aman untuk kelas flagship, tetapi terlihat konservatif jika dibandingkan langsung dengan iQOO.
Dalam konteks value, ini salah satu alasan terkuat iQOO sulit diabaikan. Bagi pengguna aktif yang sering gaming, navigasi, editing, atau multitasking berat, kombinasi baterai besar dan pengisian cepat memberi keuntungan nyata.
Kamera: alasan utama Samsung tetap mahal
Samsung membalas di sektor kamera. Galaxy S26 Ultra dibekali kamera utama 200MP, telefoto 10MP 3x, telefoto 50MP 5x, dan ultrawide 50MP.
iQOO 15 Ultra membawa tiga kamera 50MP yang terdiri dari wide, telefoto 3x, dan ultrawide. Konfigurasi ini kuat, tetapi fleksibilitas zoom-nya masih kalah dari Samsung yang punya dua level optical zoom.
Untuk video, Samsung juga lebih unggul dengan dukungan 8K, 4K hingga 120fps, dan HDR10+. iQOO 15 Ultra mendukung 8K dan 4K hingga 60fps, yang sudah tinggi, tetapi belum menyamai kemampuan video Samsung.
Kamera depan iQOO memang beresolusi 32MP, lebih tinggi dari 12MP pada Galaxy S26 Ultra. Namun resolusi bukan satu-satunya penentu, karena autofocus Dual Pixel dan pemrosesan gambar Samsung kerap memberi hasil yang lebih konsisten dalam foto maupun video.
Fitur premium yang menjelaskan harga Samsung
Berikut alasan utama Galaxy S26 Ultra masih punya dasar untuk memasang harga lebih tinggi:
- Dukungan pembaruan Android lebih panjang.
- Sistem kamera lebih serbaguna untuk zoom dan video.
- S Pen untuk produktivitas dan pencatatan.
- Samsung DeX untuk pengalaman desktop.
- UWB dan Bluetooth 6.0 untuk konektivitas lebih modern.
Sementara itu, iQOO 15 Ultra lebih menarik bagi pembeli yang mengejar efisiensi anggaran dan performa maksimal. Fitur seperti kipas pendingin bawaan dan trigger gaming menunjukkan bahwa perangkat ini memang diarahkan untuk pengguna power user.
Apakah Samsung masih layak dibayar premium?
Jawabannya bergantung pada prioritas pembeli. Jika fokus utama ada pada performa tertinggi, baterai besar, charging cepat, dan harga lebih rasional, iQOO 15 Ultra memberi nilai yang sangat kuat.
Jika kebutuhan utama ada pada kamera kelas atas, dukungan software jangka panjang, ekosistem, dan fitur produktivitas, Galaxy S26 Ultra masih punya alasan kuat untuk mempertahankan premium. Dalam perbandingan ini, iQOO 15 Ultra tampak lebih unggul sebagai flagship value, sementara Galaxy S26 Ultra tetap menempatkan diri sebagai flagship lengkap untuk pengguna yang memang membutuhkan lebih dari sekadar spesifikasi tinggi.
Source: www.gizmochina.com