
Oppo mulai membuka detail awal Find X9 Ultra menjelang peluncurannya pada bulan depan. Fokus terbaru tertuju pada kamera, setelah perusahaan mengonfirmasi kehadiran lensa telefoto 10x optical berlabel Hasselblad di ponsel ini.
Informasi itu penting karena Oppo tidak hanya menjanjikan pembesaran jauh, tetapi juga menyebut sistem ini sebagai zoom optik native 10x. Dalam materi pengenalannya, Oppo bahkan menggambarkan pendekatan ini seperti “memasukkan teleconverter ke dalam smartphone”.
Zoom 10x optik jadi sorotan utama
Di atas kertas, Oppo Find X9 Ultra mendukung zoom optik native 10x, zoom “kualitas optik” 20x, dan zoom digital hingga 120x. Klaim tersebut menempatkan perangkat ini sebagai salah satu ponsel yang paling agresif dalam pendekatan telefoto jarak jauh.
Zhuo Shijie, pimpinan lini Find, menyebut ini sebagai tonggak teknis. Menurut dia, industri ponsel memang terus memperbaiki kemampuan zoom, tetapi sistem optik 10x murni dalam bodi yang tetap tipis dan ringan belum benar-benar diwujudkan secara luas.
Pernyataan itu memberi konteks pada ambisi Oppo di kelas flagship. Selama ini, banyak ponsel mengandalkan kombinasi sensor crop, pemrosesan komputasional, dan hybrid zoom untuk mencapai pembesaran tinggi, bukan lensa optik native pada level 10x.
Cara Oppo menempatkan telefoto 10x di bodi ponsel
Untuk mewujudkan zoom tersebut, Oppo memakai desain periskop baru dengan arsitektur lima pantulan atau five-reflection architecture. Menurut perusahaan, susunan ini memungkinkan panjang fokus ekuivalen 460mm tanpa membuat bodi perangkat menjadi terlalu tebal.
Secara teknis, desain periskop dibutuhkan agar jalur cahaya bisa dibelokkan di dalam bodi ponsel. Dengan pendekatan lima pantulan, Oppo berupaya memperpanjang jalur optik secara efisien sehingga pembesaran tinggi tetap bisa dicapai dalam ruang yang terbatas.
Oppo juga mengungkap proses rekayasa di balik modul kamera ini. Perusahaan menyatakan telah mengembangkan metode pemotongan prisma internal pada skala nanometer untuk membentuk “ultra-high purity air aperture”.
Tujuannya adalah meloloskan cahaya yang lebih bersih sekaligus menekan stray light atau cahaya liar. Dalam fotografi telefoto, gangguan semacam itu bisa menurunkan ketajaman, kontras, dan kestabilan warna pada hasil akhir.
Kalibrasi produksi untuk menjaga konsistensi
Di sisi manufaktur, Oppo memakai proses Active Optical Alignment atau AOA. Metode ini menyesuaikan posisi lensa dan sensor secara dinamis saat produksi, lalu diikuti beberapa tahap kalibrasi.
Pendekatan tersebut dirancang agar performa antarunit lebih konsisten. Dengan kata lain, Oppo ingin hasil kamera pada perangkat komersial mendekati kondisi pengujian laboratorium, bukan berubah terlalu jauh dari satu unit ke unit lain.
Hal ini relevan karena modul telefoto panjang lebih sensitif terhadap toleransi produksi. Perbedaan kecil pada penyelarasan optik bisa berdampak langsung pada fokus, detail, dan kualitas gambar saat pembesaran tinggi digunakan.
Sensor 50MP dan mesin pemrosesan LUMO
Sistem telefoto ini dipasangkan dengan sensor kustom 50 megapiksel. Oppo juga menambahkan mesin pemrosesan gambar LUMO untuk menopang hasil foto jarak jauh beresolusi tinggi.
Menurut keterangan perusahaan, kombinasi ini ditujukan untuk meningkatkan dynamic range sekaligus menjaga detail saat memotret subjek yang berada jauh. Oppo juga menyebut telah menyetel microlens serta filter warna secara khusus untuk kebutuhan telefoto.
Pendekatan itu menunjukkan bahwa Oppo tidak hanya mengandalkan lensa. Dalam kamera ponsel modern, mutu foto telefoto memang sangat dipengaruhi kerja bersama antara optik, sensor, dan pemrosesan komputasional.
Ringkasan spesifikasi kamera telefoto yang sudah dikonfirmasi
- Lensa telefoto 10x optical berlabel Hasselblad.
- Zoom optik native 10x.
- Zoom “optical quality” 20x.
- Zoom digital hingga 120x.
- Panjang fokus ekuivalen 460mm.
- Sensor kustom 50MP.
- LUMO imaging engine.
- Active Optical Alignment untuk kalibrasi produksi.
Sampel kamera awal mulai dibagikan
Oppo juga telah membagikan sampel kamera awal untuk menunjukkan kemampuan pembesaran 10x tersebut. Dari materi yang beredar, perusahaan memperlihatkan perbandingan hasil 10x dengan kompetitor serta contoh bidikan jarak jauh.
Meski demikian, sampel resmi seperti ini tetap perlu dibaca dengan hati-hati. Foto promosi biasanya diambil dalam kondisi yang telah dipilih secara spesifik, sehingga pengujian independen masih dibutuhkan untuk menilai performa nyata di berbagai skenario.
Namun, jika klaim native 10x optical ini terbukti konsisten di penggunaan harian, Find X9 Ultra berpotensi menjadi salah satu ponsel kamera paling menonjol di segmen premium. Sorotan utama akan tertuju pada seberapa baik perangkat ini menjaga detail, warna, dan kestabilan hasil saat pembesaran tinggi dipakai dalam kondisi cahaya yang beragam.
Source: www.gizmochina.com








