Kabar soal iPhone Fold kembali menarik perhatian karena harga yang diprediksi berada di kelas premium ekstrem. Perangkat layar lipat pertama Apple itu disebut akan dibanderol mulai 2.000 dollar AS hingga 2.399 dollar AS di pasar Amerika Serikat, yang jika dikonversikan dengan kurs Rp 16.000 per dollar AS setara sekitar Rp 32 juta hingga Rp 38 jutaan.
Bocoran yang beredar juga menyebut iPhone Fold akan membawa RAM 12 GB dan menjadi salah satu iPhone dengan spesifikasi memori paling besar. Jika rumor ini tepat, Apple tampaknya memang menyiapkan perangkat lipat yang bukan hanya mengejar desain baru, tetapi juga performa yang lebih siap untuk multitasking dan fitur berbasis kecerdasan buatan.
Harga yang menempatkan iPhone Fold di kelas elite
Rentang harga yang tersebar menunjukkan bahwa iPhone Fold tidak akan ditujukan untuk pasar massal. Posisi harga 2.000 dollar AS ke atas membuatnya masuk kategori perangkat ultra-premium, bahkan lebih mahal daripada banyak model iPhone non-lipat yang selama ini berada di lini tertinggi.
Di pasar ponsel lipat, harga tinggi memang bukan hal baru. Namun, Apple cenderung memberi nilai tambah lewat ekosistem, dukungan perangkat lunak, dan kualitas material, sehingga banderol awal yang besar bisa saja tetap menemukan pembeli.
RAM 12 GB dan opsi penyimpanan yang lebih lega
Informasi yang beredar menyebut iPhone Fold akan hadir dengan konfigurasi 12 GB RAM. Kapasitas ini jauh lebih besar dibanding sejumlah model iPhone sebelumnya dan bisa membantu kinerja saat menjalankan banyak aplikasi sekaligus.
Berikut opsi penyimpanan yang disebut akan tersedia:
- 12 GB RAM + 256 GB storage
- 12 GB RAM + 512 GB storage
- 12 GB RAM + 1 TB storage
Varian 256 GB disebut berpotensi menjadi model dasar. Apple dikabarkan tidak menyiapkan opsi 128 GB sebagai pilihan termurah, yang selaras dengan posisi harga perangkat ini sebagai produk premium.
Desain lipat seperti buku dan layar ganda
Dari sisi desain, iPhone Fold dikabarkan memakai model lipat seperti buku atau book-style foldable. Bentuk ini mengacu pada ponsel lipat yang membuka ke ukuran tablet kecil, bukan model clamshell yang melipat vertikal.
Perangkat ini disebut membawa layar utama sekitar 7,8 inci saat dibuka dan layar luar 5,5 inci saat dilipat. Kombinasi tersebut dinilai cocok untuk pengguna yang ingin layar besar saat bekerja, membaca, atau menonton, namun tetap membutuhkan ukuran yang ringkas saat dibawa.
Fokus Apple pada engsel dan lipatan layar
Salah satu tantangan terbesar pada ponsel lipat adalah bekas lipatan di bagian tengah layar. Laporan yang beredar menyebut Apple sedang mengembangkan mekanisme engsel dan panel layar agar garis lipatan bisa diminimalkan, bahkan nyaris tidak terlihat.
Pendekatan ini penting karena kualitas layar dan ketahanan engsel sering menjadi faktor utama dalam penilaian konsumen terhadap ponsel lipat. Apple biasanya masuk ke kategori produk baru setelah memastikan pengalaman pengguna terasa lebih matang dibanding kompetitor.
Potensi peluncuran dan posisi Apple di pasar foldable
Sejumlah analis memprediksi iPhone Fold akan diperkenalkan pada 2026, kemungkinan bersama seri iPhone generasi berikutnya. Jika benar, Apple akan masuk ke pasar ponsel lipat belakangan dibanding Samsung, Huawei, Oppo, dan sejumlah merek lain yang telah lebih dulu bermain di segmen ini.
Meski datang terlambat, Apple memiliki keunggulan pada loyalitas pengguna iPhone yang sangat besar. Basis pengguna itu bisa menjadi modal penting jika iPhone Fold berhasil menawarkan desain yang solid, performa tinggi, dan pengalaman pakai yang berbeda dari ponsel lipat yang sudah ada di pasaran.
Dengan harga yang diprediksi mulai Rp 32 juta dan RAM 12 GB, iPhone Fold diperkirakan menjadi salah satu produk Apple paling ambisius dalam beberapa tahun ke depan. Jika rumor spesifikasi dan desain ini terbukti, perangkat tersebut berpeluang menjadi sorotan utama di pasar ponsel lipat kelas atas.
