Skor Global Vivo X300 Ultra Tertinggal di Geekbench, Ada yang Belum Beres?

Model global Vivo X300 Ultra mulai terdeteksi di Geekbench jelang peluncurannya. Hasil awal ini menarik perhatian karena performanya tercatat lebih rendah dibanding varian China yang sebelumnya lebih dulu muncul di basis data benchmark yang sama.

Daftar Geekbench tersebut memberi gambaran awal tentang konfigurasi perangkat yang akan dipasarkan secara internasional. Di saat yang sama, selisih skor antara model global dan model China memunculkan dugaan bahwa unit global masih berada pada tahap penyetelan perangkat lunak.

Skor Geekbench model global lebih rendah

Menurut data Geekbench, Vivo X300 Ultra global muncul dengan nomor model V2562. Perangkat itu memakai chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM 16 GB, dan menjalankan Android 16.

Dalam pengujian Geekbench, model global mencatat skor 3.468 untuk single-core dan 9.644 untuk multi-core. Angka ini berada di bawah model China yang sebelumnya muncul dengan nomor model V2547DA.

Model China, berdasarkan data Geekbench yang beredar beberapa hari lebih awal, membukukan skor 3.722 pada single-core dan 11.621 pada multi-core. Karena chipset, kapasitas RAM, dan versi sistem operasi disebut sama, perbedaan hasil ini menjadi sorotan utama.

Berikut perbandingan singkat keduanya:

Model Chipset RAM OS Single-core Multi-core
Vivo X300 Ultra Global (V2562) Snapdragon 8 Elite Gen 5 16 GB Android 16 3.468 9.644
Vivo X300 Ultra China (V2547DA) Snapdragon 8 Elite Gen 5 16 GB Android 16 3.722 11.621

Selisih skor ini belum tentu mencerminkan performa final perangkat saat resmi dijual. Benchmark pra-rilis kerap dipengaruhi firmware yang belum final, manajemen panas, atau pengaturan performa yang masih dibatasi.

Kemungkinan masih tahap optimasi

Karena spesifikasi inti keduanya terlihat identik, sejumlah pengamat menilai model global kemungkinan belum mendapat optimasi penuh. Kondisi seperti ini umum terjadi pada perangkat yang diuji sebelum peluncuran resmi di pasar global.

Geekbench hanya menunjukkan snapshot performa pada satu tahap pengembangan. Hasil akhir bisa berubah setelah Vivo merilis pembaruan sistem, tuning kernel, atau profil daya yang lebih agresif.

Referensi dari artikel sumber juga menyebut bahwa Vivo telah memamerkan perangkat ini di MWC pada Februari. Itu menjadi sinyal bahwa perusahaan memang sedang menyiapkan ekspansi model Ultra ini ke pasar internasional dalam waktu dekat.

Sementara itu, peluncuran di China dijadwalkan berlangsung pada 30 Maret. Jika mengikuti pola presentasi produk di ajang global dan kemunculan di platform benchmark, kehadiran versi internasional tampak tinggal menunggu pengumuman resmi.

Spesifikasi yang diharapkan

Di luar skor performa, Vivo X300 Ultra diperkirakan tetap datang sebagai ponsel flagship dengan fokus besar pada layar, kamera, dan daya tahan. Laporan dari artikel referensi menyebut perangkat ini akan memakai panel BOE 6,82 inci beresolusi 2K dengan bezel tipis di semua sisi.

Untuk pasar China, perangkat ini disebut membawa baterai 6.600 mAh. Dukungan pengisian cepatnya juga cukup tinggi, yakni 100W kabel dan 40W nirkabel.

Menariknya, kapasitas baterai besar itu diklaim hadir dalam bodi yang masih tergolong ramping. Ketebalannya disebut berada di angka 8,19 mm, yang menunjukkan Vivo tetap mengejar desain premium meski mengusung komponen besar.

Kamera jadi nilai jual utama

Sektor kamera diperkirakan menjadi titik terkuat Vivo X300 Ultra. Konfigurasi yang disebut dalam laporan mencakup kamera utama 200 MP Sony LYTIA-901 dan kamera ultrawide 50 MP LYTIA-828.

Sensor ultrawide tersebut disebut pernah dipakai sebagai kamera utama pada Vivo X300 Pro. Jika informasi itu akurat, kualitas pemrosesan gambar untuk sudut lebar berpotensi berada di atas rata-rata ponsel flagship lain.

Perangkat ini juga dilaporkan membawa kamera telefoto periskop 200 MP ISOCELL HP0. Selain itu, ada sensor multi-spektral 5 MP yang diklaim membantu meningkatkan akurasi warna.

Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa Vivo masih mempertahankan strategi seri Ultra sebagai perangkat fotografi kelas atas. Bagi pasar global, ini bisa menjadi pembeda penting di tengah persaingan ketat segmen flagship Android.

Fitur audio dan haptik ikut ditingkatkan

Vivo disebut menambahkan sistem empat mikrofon pada X300 Ultra. Kehadiran empat mikrofon biasanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas perekaman suara dan pemisahan audio ketika merekam video.

Di sektor audio, ponsel ini juga dikabarkan memakai speaker kustom dengan unit menghadap ke atas tipe 1697 dan ruang suara 0,8cc. Spesifikasi ini mengarah pada upaya menghasilkan suara yang lebih penuh dan lebih lantang.

Untuk pengalaman sentuh, Vivo dilaporkan menyematkan motor getar kelas atas tipe 751440. Komponen ini umumnya dipakai untuk menghadirkan umpan balik haptik yang lebih presisi saat mengetik, bermain gim, atau menavigasi antarmuka.

Fitur back-tap gesture juga disebut akan tersedia. Fitur itu memungkinkan pengguna mengetuk bagian belakang perangkat untuk memicu pintasan seperti mode senyap, senter, atau fungsi pengenalan layar.

Kemunculan model global di Geekbench mengindikasikan bahwa proses persiapan peluncuran internasional sudah berjalan. Meski skor awalnya masih di bawah varian China, daftar spesifikasi yang beredar menunjukkan Vivo X300 Ultra tetap disiapkan sebagai flagship premium dengan sorotan utama pada kamera, baterai besar, dan fitur multimedia kelas atas.

Source: www.gizmochina.com

Berita Terkait

Back to top button