Penjualan smartphone di masa Ramadan dan Lebaran 2026 tercatat melonjak di sejumlah pusat ritel teknologi, termasuk di Supermal Karawaci, Tangerang. Kenaikan permintaan paling kuat datang dari konsumen kelas atas yang memburu iPhone 17 dan Samsung seri S26.
Pedagang menyebut antusiasme pembeli tetap tinggi meski harga perangkat naik sejak Februari 2026. Kondisi ini menunjukkan bahwa momen hari raya masih menjadi periode penting bagi pasar ponsel pintar di Indonesia, terutama untuk segmen menengah ke atas.
Permintaan Naik di Tengah Penyesuaian Harga
Data lapangan dari pedagang menunjukkan volume penjualan meningkat sepanjang Ramadan hingga menjelang Lebaran. Aktivitas belanja tidak hanya datang dari pembeli baru, tetapi juga dari pengguna lama yang ingin mengganti perangkat sebelum hari raya.
Kenaikan harga rata-rata berada di kisaran Rp200.000 hingga Rp500.000 per unit akibat keterbatasan stok distributor. Meski begitu, permintaan tidak turun tajam karena banyak konsumen sudah menyiapkan anggaran khusus untuk membeli gadget baru.
Tiar, pramuniaga ponsel di Supermal Karawaci, mengatakan Samsung mencatat penjualan yang sangat positif. Ia menilai kehadiran flagship S26 menjadi pendorong utama karena perangkat tersebut dianggap menarik dari sisi spesifikasi dan nilai beli.
iPhone 17 Jadi Incaran, Trade-in Makin Ramai
Di sisi lain, lini iPhone juga mencatat performa yang kuat dengan pertumbuhan penjualan hingga 40 persen. Seri iPhone 13, iPhone 14, dan iPhone 17 menjadi model yang paling banyak dicari oleh konsumen.
Caca, tenaga pemasaran iPhone, menjelaskan bahwa banyak pembeli datang melalui skema tukar tambah. Pola ini membuat pengguna Android lebih mudah naik kelas ke ekosistem iPhone tanpa harus membayar full price di awal.
Berikut model yang paling banyak diburu selama periode ini:
- iPhone 17
- iPhone 14
- iPhone 13
- Samsung S26
- Samsung A56 dan A36
Minat terhadap iPhone 13 juga tetap tinggi meski harganya terdorong naik. Perangkat itu kini dijual di kisaran Rp8,5 juta dari sebelumnya Rp8,25 juta, seiring terbatasnya stok resmi di distributor seperti iBox.
Samsung Unggul Berkat Seri Flagship dan Basis Pengguna Loyal
Samsung tampil sebagai salah satu merek paling kuat karena menggabungkan segmen flagship dan kelas menengah. Seri S26 menarik perhatian pembeli premium, sementara lini A tetap menopang penjualan harian di toko ritel.
Tiar menyebut harga Samsung seri A56, A36, A17, dan A07 juga ikut naik Rp200.000 hingga Rp300.000. Namun, kenaikan itu belum cukup untuk mengubah perilaku beli secara signifikan karena banyak konsumen sudah terbiasa menggunakan ekosistem Samsung.
Dalam praktiknya, loyalitas merek masih berperan besar saat musim pembelian tinggi seperti Lebaran. Pembeli yang sudah nyaman dengan antarmuka, layanan, dan aksesori Samsung cenderung tetap memilih merek yang sama saat mengganti perangkat.
Oppo Terkoreksi, Segmen Menengah ke Bawah Lebih Sensitif Harga
Tidak semua merek menikmati tren yang sama. Oppo justru disebut mengalami kenaikan harga paling tinggi, yakni hingga Rp500.000 per unit, sehingga minat beli terhadap beberapa model cenderung melambat.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar smartphone Lebaran sangat sensitif terhadap harga, terutama di segmen menengah ke bawah. Saat harga naik terlalu cepat, pembeli biasanya menunda pembelian atau beralih ke merek lain dengan nilai yang dianggap lebih sesuai.
Pada segmen entry level, konsumen seperti remaja, pengguna harian, dan sebagian ibu rumah tangga masih mencari ponsel di rentang Rp1 juta hingga Rp2 juta. Kebutuhan utama mereka tetap sederhana, mulai dari komunikasi, media sosial, hingga kamera yang cukup baik.
Pola Belanja Smartphone Saat Lebaran
Beberapa faktor yang membuat penjualan smartphone meroket pada periode ini antara lain:
- Bonus dan tunjangan hari raya yang menambah daya beli.
- Momen libur panjang yang mendorong pembelian perangkat baru.
- Kebiasaan mengganti ponsel sebelum bertemu keluarga saat Lebaran.
- Program trade-in yang memudahkan upgrade ke model terbaru.
- Peran kamera dan storage minimal 128GB hingga 256GB sebagai pertimbangan utama.
Pola ini menunjukkan bahwa smartphone telah menjadi bagian penting dari pengeluaran rumah tangga saat hari raya. Di pasar ritel, Samsung dan iPhone masih memimpin percakapan dan transaksi karena keduanya dinilai paling kuat di kelas premium.
Lonjakan penjualan ini juga menegaskan bahwa pasar smartphone Indonesia masih responsif terhadap kombinasi produk baru, promo tukar tambah, dan status merek. Selama stok tetap terbatas dan permintaan libur hari raya masih tinggi, iPhone dan Samsung berpeluang terus mendominasi etalase penjualan ponsel di berbagai pusat belanja.









