Lava Bold N2 Pro Hadir dengan Chip 4G Lawas, Layar 120Hz Jadi Penebus?

Lava kembali menambah lini ponsel murahnya lewat Bold N2 Pro, perangkat 4G yang hadir dengan layar 6,67 inci 120Hz dan harga lebih rendah dari model Bold N2 biasa. Kehadiran model ini menarik perhatian karena embel-embel “Pro” justru datang pada ukuran yang lebih kecil dan banderol yang lebih murah.

Data dari materi peluncuran yang dirangkum sejumlah media teknologi menunjukkan Bold N2 Pro mengandalkan chipset Unisoc T7250. Chip ini bukan pemain baru di kelas entry-level, sehingga fokus utama perangkat lebih terlihat pada kombinasi layar cepat, kamera utama 50MP, dan kapasitas penyimpanan yang cukup besar untuk kelas harganya.

Chipset lama, tetap menyasar kelas terjangkau

Lava Bold N2 Pro ditenagai Unisoc T7250, chipset 12nm yang umum dipakai pada ponsel 4G murah. Platform ini membawa kombinasi inti Cortex-A75 dan Cortex-A55, GPU Mali-G57, serta modem LTE.

Konfigurasi yang diumumkan hanya satu, yakni RAM 4GB dan penyimpanan internal 128GB. Untuk segmen harga terjangkau, kapasitas ini tergolong kompetitif karena memberi ruang lebih lega untuk aplikasi, foto, dan video dibanding banyak ponsel murah yang masih bertahan di 64GB.

Pemakaian chipset 4G lawas ini sekaligus menegaskan posisi Bold N2 Pro sebagai perangkat entry-level. Lava tampaknya lebih memilih menekan harga daripada mengejar konektivitas generasi baru yang belum menjadi prioritas utama di semua pasar.

Layar 120Hz jadi nilai jual utama

Salah satu sorotan terbesar perangkat ini ada pada panel depannya. Lava memasang layar LCD 6,67 inci dengan refresh rate 120Hz dan resolusi 720p+.

Di kelas harga rendah, refresh rate tinggi masih sering dipakai sebagai pembeda utama. Pengguliran antarmuka dan animasi sistem berpotensi terasa lebih mulus dibanding panel 60Hz atau 90Hz, meski ketajaman layar tetap dibatasi resolusi HD+.

Jika dibandingkan dengan Bold N2 reguler, model Pro justru membawa layar yang lebih kecil. Namun panel tersebut menawarkan refresh rate lebih tinggi, karena Bold N2 biasa menggunakan layar 6,75 inci 90Hz dengan resolusi yang sama, yakni 720p+.

Android 15, tetapi dukungan software terbatas

Bold N2 Pro menjalankan Android 15. Meski begitu, perhatian publik tertuju pada kebijakan pembaruan perangkat lunak yang tergolong singkat.

Lava disebut hanya menjanjikan satu pembaruan sistem operasi dan dua tahun patch keamanan. Artinya, umur dukungan software perangkat ini relatif terbatas dibanding standar yang mulai meningkat di beberapa merek lain, bahkan di kelas menengah.

Kebijakan ini penting dicatat calon pembeli. Dukungan software bukan hanya soal fitur baru, tetapi juga menyangkut keamanan dan daya tahan perangkat untuk penggunaan jangka lebih panjang.

Baterai besar, charger bawaan lebih lambat

Untuk daya, Bold N2 Pro dibekali baterai 5.000mAh. Kapasitas ini sudah menjadi standar umum di segmen entry-level dan biasanya cukup untuk pemakaian harian seperti chat, media sosial, video, dan panggilan telepon.

Ponsel ini mendukung pengisian 18W. Namun paket penjualan hanya menyertakan charger 10W, sehingga pengguna tidak langsung memperoleh kecepatan pengisian maksimal tanpa adaptor yang sesuai.

Kondisi seperti ini sering menjadi perhatian konsumen karena spesifikasi resmi dan isi kotak penjualan tidak selalu sama nilai praktisnya. Dalam penggunaan nyata, charger bawaan yang lebih lambat dapat memengaruhi pengalaman saat mengisi baterai dari kondisi rendah.

Kamera lebih baik dari versi non-Pro

Lava memberi peningkatan yang cukup jelas pada sektor kamera. Bold N2 Pro membawa kamera belakang 50MP dan kamera depan 8MP.

Peningkatan ini menempatkannya di atas Bold N2 reguler yang hanya memakai kamera utama 13MP dan kamera selfie 5MP. Untuk pembeli yang memprioritaskan dokumentasi sederhana, video call, dan unggahan media sosial, kenaikan resolusi ini bisa menjadi alasan utama memilih versi Pro.

Meski demikian, angka megapiksel tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas akhir. Hasil foto tetap dipengaruhi pemrosesan gambar, sensor, dan performa chipset yang digunakan.

Perbandingan singkat Lava Bold N2 Pro vs Bold N2

Berikut poin pembeda utama kedua model:

  1. Bold N2 Pro: layar 6,67 inci, 120Hz, 720p+
  2. Bold N2: layar 6,75 inci, 90Hz, 720p+
  3. Bold N2 Pro: Unisoc T7250, RAM 4GB, penyimpanan 128GB
  4. Bold N2: Unisoc 9863A, Android 15 Go Edition
  5. Bold N2 Pro: kamera 50MP belakang dan 8MP depan
  6. Bold N2: kamera 13MP belakang dan 5MP depan
  7. Bold N2 Pro: sertifikasi IP54
  8. Bold N2: sertifikasi IP64

Dari daftar itu, versi Pro unggul pada chipset, refresh rate, dan kamera. Namun model reguler justru punya bodi sedikit lebih besar dan rating ketahanan debu-air yang lebih tinggi.

Harga dan posisi di pasar

Lava Bold N2 Pro dibuka untuk pre-order di Flipkart dengan harga ₹8,000 untuk varian 4GB/128GB. Angka itu disebut sebagai harga promo dari ₹10,500.

Sebagai pembanding, Bold N2 non-Pro varian 4GB/64GB tercantum di toko yang sama dengan harga ₹9,000, meski dalam kondisi kehabisan stok. Situasi ini membuat positioning produk terasa tidak biasa karena versi Pro lebih murah tetapi membawa beberapa peningkatan spesifikasi penting.

Pilihan warna yang tersedia meliputi Eclipse Grey dan Aurora Gold. Lava juga menyematkan rating IP54 pada perangkat ini, yang berarti ada perlindungan dasar terhadap debu dan percikan air, walau masih di bawah IP64 milik Bold N2 biasa.

Dengan kombinasi layar 120Hz, kamera 50MP, memori 128GB, dan harga ₹8,000, Bold N2 Pro tampak diarahkan ke pembeli yang mencari ponsel 4G murah dengan spesifikasi yang terlihat menonjol di atas kertas. Di sisi lain, penggunaan chipset lama, resolusi layar 720p+, dan dukungan software yang singkat menjadi catatan penting yang kemungkinan akan ikut menentukan respons pasar terhadap perangkat ini.

Source: www.gsmarena.com

Berita Terkait

Back to top button