Apple dikabarkan sedang menyiapkan perubahan besar pada Siri dengan membuka akses ke chatbot AI pihak ketiga mulai iOS 27. Jika rencana ini berjalan sesuai laporan Bloomberg, pengguna iPhone akan bisa memilih layanan AI lain saat Siri membutuhkan bantuan menjawab pertanyaan yang lebih kompleks.
Langkah ini menandai pergeseran penting dari model yang selama ini bergantung pada ChatGPT sebagai satu-satunya mitra eksternal Siri. Dengan skema baru, Apple berpotensi memberi pengguna kontrol yang lebih luas sekaligus memperluas ruang persaingan antarpenyedia AI di ekosistem iPhone.
Apa yang Dilaporkan Bloomberg
Mengutip laporan Mark Gurman dari Bloomberg pada Sabtu, 28 Maret 2026, Apple akan membuka Siri untuk berbagai chatbot AI pihak ketiga mulai iOS 27. Pembaruan itu dijadwalkan diperkenalkan pada 8 Juni 2026.
Menurut laporan tersebut, iOS 27 tidak hanya akan membawa Siri yang lebih canggih dari sisi kecerdasan buatan. Sistem baru itu juga akan memberi fleksibilitas lebih besar kepada pengguna dalam memilih layanan AI yang terhubung ke asisten virtual Apple.
Siri Tak Lagi Hanya Terhubung ke ChatGPT
Selama ini, Siri hanya memiliki integrasi dengan ChatGPT ketika tidak mampu menjawab permintaan pengguna. Dalam praktiknya, pertanyaan yang berada di luar kemampuan Siri akan diteruskan ke ChatGPT untuk diproses lebih lanjut.
Ke depan, pola itu diperkirakan berubah. Pengguna nantinya bisa memilih layanan AI lain sebagai pengganti ChatGPT, selama aplikasi pihak ketiga tersebut mendukung integrasi Siri melalui ekstensi khusus.
Perubahan ini menunjukkan Apple ingin membuat Siri lebih terbuka tanpa kehilangan kendali atas pengalaman pengguna. Dengan pendekatan tersebut, Apple tidak lagi menempatkan ChatGPT sebagai satu-satunya opsi untuk menjembatani kebutuhan AI yang lebih kompleks.
Dampak bagi Pengguna iPhone
Bagi pengguna, langkah ini bisa membuat Siri terasa lebih fleksibel dan relevan untuk kebutuhan yang berbeda-beda. Seseorang yang lebih sering memakai layanan AI tertentu nantinya tidak harus bergantung pada ChatGPT saja untuk mendapat jawaban tambahan dari Siri.
Berikut sejumlah dampak yang paling mungkin dirasakan pengguna:
- Pilihan layanan AI menjadi lebih beragam.
- Integrasi Siri dapat disesuaikan dengan preferensi pribadi.
- Pengguna berpotensi mendapat pengalaman yang lebih tepat untuk kebutuhan kerja, pencarian informasi, atau produktivitas.
- Persaingan antarplatform AI di ekosistem iPhone bisa meningkat.
Perubahan ini juga penting karena pasar AI generatif terus berkembang cepat. Banyak pengguna kini memiliki preferensi terhadap model AI yang berbeda, baik karena kualitas jawaban, gaya bahasa, maupun fitur tambahan yang ditawarkan.
Strategi Bisnis Apple di Balik Pembukaan Siri
Dari sisi bisnis, kebijakan ini juga memiliki nilai ekonomi yang jelas bagi Apple. Menurut laporan Bloomberg, perusahaan disebut bisa memperoleh keuntungan dari langganan aplikasi AI yang tersedia di App Store.
Model tersebut memberi Apple peluang untuk tetap berada di pusat distribusi layanan AI tanpa harus selalu membuat kesepakatan eksklusif seperti yang sebelumnya dilakukan dengan OpenAI. Dalam skema baru, Apple bisa membuka ruang bagi lebih banyak mitra sekaligus menjaga posisi App Store sebagai kanal penting untuk monetisasi aplikasi.
Pendekatan ini juga sejalan dengan strategi Apple yang selama ini cenderung mengontrol ekosistemnya dengan ketat, tetapi tetap memberi ruang bagi mitra yang bisa memperkuat pengalaman pengguna. Jika benar diterapkan, kebijakan ini dapat memperluas kompetisi di dalam platform Apple tanpa mengurangi peran Siri sebagai pintu utama interaksi.
Mengapa Langkah Ini Penting di Tengah Persaingan AI
Persaingan asisten digital dan chatbot AI semakin ketat sejak teknologi generatif menjadi bagian penting dari pengalaman perangkat mobile. Perusahaan besar seperti Google, OpenAI, Anthropic, hingga sejumlah pemain lain terus berlomba menghadirkan model yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih kontekstual.
Dalam situasi itu, Apple tampak mencoba mengambil posisi yang berbeda dengan tidak hanya mengandalkan satu mitra AI. Dengan membuka Siri ke chatbot pihak ketiga, Apple bisa menjaga relevansi asisten virtualnya sambil memberi ruang bagi ekosistem AI yang lebih terbuka dan kompetitif.
Langkah ini juga berpotensi mempercepat adopsi AI di kalangan pengguna iPhone. Keterhubungan yang lebih luas dapat mendorong layanan-layanan AI untuk berlomba menawarkan integrasi terbaik agar dipilih sebagai mitra Siri di masa depan.
Hal yang Masih Perlu Menunggu Kepastian
Meski laporan Bloomberg memberi gambaran cukup jelas, implementasi nyata dari pembaruan ini masih bergantung pada keputusan akhir Apple. Detail teknis tentang chatbot mana saja yang akan didukung, bagaimana sistem pemilihannya bekerja, dan batasan apa yang akan diterapkan belum diungkap secara resmi.
Jadwal perkenalan iOS 27 pada 8 Juni 2026 menjadi momen penting untuk melihat sejauh mana Apple siap membuka Siri. Sampai saat itu, pasar masih menunggu apakah perusahaan benar-benar akan mengubah Siri dari asisten yang selama ini relatif tertutup menjadi gerbang yang lebih fleksibel untuk berbagai chatbot AI pihak ketiga.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com