
Galaxy A57 5G mencatat skor perbaikan 9 dari 10 dalam video bongkar pasang terbaru. Nilai ini menempatkan ponsel kelas menengah premium Samsung tersebut sebagai salah satu perangkat yang relatif mudah diservis jika dibandingkan dengan banyak ponsel modern yang masih sangat bergantung pada lem.
Temuan itu muncul dari video teardown PBKreviews yang membedah desain internal Galaxy A57 5G langkah demi langkah. Hasilnya menunjukkan Samsung masih memberi perhatian besar pada aspek repairability, mulai dari akses ke komponen hingga cara baterai dan modul kamera dilepas.
Skor repairability tinggi jadi nilai tambah
Bagi banyak pengguna, skor perbaikan tinggi bukan sekadar angka. Nilai ini berkaitan langsung dengan kemudahan mengganti komponen yang aus atau rusak, biaya servis yang berpotensi lebih rendah, dan usia pakai perangkat yang bisa lebih panjang.
Dalam pembongkaran tersebut, proses dimulai dari melepas tray SIM lalu memanaskan panel belakang kaca untuk melunakkan perekat. Setelah itu, penutup belakang dapat diangkat tanpa tekanan berlebih, yang menandakan proses buka awal tidak terlalu rumit untuk standar ponsel masa kini.
Salah satu detail menarik ada pada penutup lensa kamera. PBKreviews menunjukkan bagian ini bisa diganti hanya dengan memanaskan area lensa lalu mencongkelnya, sehingga kerusakan kecil pada kaca kamera tidak selalu mengharuskan teknisi membuka seluruh bodi ponsel.
Pendekatan seperti ini penting karena kerusakan pada kaca kamera termasuk masalah yang cukup sering terjadi dalam pemakaian harian. Jika penggantian bisa dilakukan secara terpisah, proses servis menjadi lebih cepat dan risiko menyentuh komponen lain juga lebih kecil.
Desain internal lebih ramah servis
Di bagian dalam, Galaxy A57 5G menggunakan 18 sekrup Phillips untuk menahan berbagai komponen. Penggunaan sekrup seperti ini umumnya dinilai lebih ramah servis daripada struktur yang terlalu bergantung pada lem, karena teknisi dapat membuka dan memasang ulang komponen dengan lebih terkontrol.
Samsung juga memakai kantong perekat baterai dengan pull tab. Sistem ini memungkinkan baterai dilepas lebih aman tanpa harus menekuk sel baterai secara berlebihan, yang sering menjadi salah satu titik paling berisiko dalam perbaikan ponsel.
Penggantian layar juga tetap dimungkinkan dari sisi depan dengan bantuan panas untuk melonggarkan perekat. Namun, PBKreviews mencatat ada kabel fleksibel yang pendek, sehingga tahap ini masih membutuhkan ketelitian lebih saat proses pelepasan dan pemasangan panel display.
Secara umum, kombinasi sekrup, akses komponen yang jelas, dan mekanisme pelepasan baterai yang aman menjadi alasan utama mengapa perangkat ini meraih skor tinggi. Ini menunjukkan peningkatan desain servis tidak hanya hadir di ponsel flagship, tetapi juga mulai konsisten diterapkan di lini menengah atas.
Komponen kamera juga mudah dilepas
Untuk sektor kamera, Galaxy A57 5G dibekali tiga kamera di papan utama. Susunannya terdiri dari kamera utama 50MP, ultrawide 12MP, dan makro 5MP.
Dari ketiga sensor itu, hanya kamera utama yang sudah mendukung optical image stabilization atau OIS. Dalam video pembongkaran, modul kamera terlihat dapat dilepas dengan konektor yang cukup sederhana, sehingga proses penggantian atau pemeriksaan komponen menjadi lebih langsung.
Kemudahan melepas modul kamera memberi keuntungan bagi teknisi saat menangani kerusakan fokus, masalah stabilisasi, atau gangguan pada salah satu sensor. Desain semacam ini juga dapat memangkas waktu kerja karena teknisi tidak perlu membongkar bagian yang tidak terkait.
Poin penting hasil teardown Galaxy A57 5G
- Skor repairability: 9/10 dari PBKreviews.
- Panel belakang kaca dibuka dengan pemanasan untuk melunakkan lem.
- Penutup lensa kamera dapat diganti tanpa membuka seluruh ponsel.
- Terdapat 18 sekrup Phillips di bagian internal.
- Baterai memakai adhesive pouch dengan pull tab.
- Layar bisa diganti dari sisi depan, meski kabel fleksibelnya cukup pendek.
- Kamera belakang terdiri dari 50MP utama, 12MP ultrawide, dan 5MP makro.
- Hanya kamera utama yang mendukung OIS.
Mengapa ini penting untuk pasar ponsel menengah
Perangkat kelas menengah premium kini tidak lagi dinilai hanya dari performa dan kamera. Konsumen juga semakin memperhatikan daya tahan jangka panjang, ketersediaan suku cadang, serta kemudahan servis resmi maupun nonresmi.
Dalam konteks itu, skor 9/10 menjadi sinyal positif bagi Galaxy A57 5G. Ponsel yang mudah diperbaiki umumnya lebih menarik bagi pengguna yang ingin mempertahankan perangkat lebih lama, terutama ketika kerusakan yang muncul masih terbatas pada baterai, layar, atau kaca kamera.
Menurut data dari artikel referensi SammyGuru yang mengutip teardown PBKreviews, Galaxy A57 5G akan mulai dijual di pasar AS pada April 9. Varian 8GB/128GB dibanderol mulai $549.99, sehingga nilai repairability tinggi bisa menjadi pembeda penting di segmen harga tersebut.
Dengan desain internal yang lebih mudah diakses, penanganan baterai yang lebih aman, dan penggantian komponen yang relatif sederhana, Galaxy A57 5G tampil sebagai salah satu ponsel Samsung yang paling ramah servis di kelasnya. Faktor ini dapat menjadi pertimbangan kuat bagi konsumen yang tidak hanya mencari spesifikasi, tetapi juga perangkat yang lebih masuk akal untuk dirawat dalam penggunaan jangka panjang.
Source: sammyguru.com








