Samsung mulai menyalurkan beta kedua One UI 8.5 untuk Galaxy Z Fold 6 dan Galaxy Z Flip 6. Pembaruan ini hadir setelah program beta lebih dulu dibuka untuk kedua ponsel lipat tersebut dengan basis Android 16 QPR2.
Distribusi awal dilakukan di Korea Selatan, yang kembali menjadi pasar pertama untuk uji coba software Samsung. Berdasarkan informasi yang beredar dan dikutip melalui laporan Tarun Vats, build beta kedua ini membawa versi firmware yang diakhiri kode ZZD3.
Beta kedua fokus pada perbaikan bug
Pembaruan kali ini tidak membawa daftar fitur baru yang panjang. Samsung justru memusatkan perubahan pada enam perbaikan bug yang dinilai penting untuk pengalaman penggunaan harian di Galaxy Z Fold 6 dan Galaxy Z Flip 6.
Langkah ini cukup umum pada fase beta lanjutan. Setelah build awal dipakai untuk menguji fondasi sistem dan kompatibilitas fitur, build berikutnya biasanya difokuskan pada stabilitas, suhu perangkat, tampilan antarmuka, serta masalah yang bisa mengganggu penggunaan normal.
Berikut daftar perbaikan yang disebut dalam changelog resmi yang diterjemahkan dari bahasa Korea ke bahasa Inggris:
- Memperbaiki masalah gambar multipack yang tidak bisa dihapus dari cover screen.
- Memperbaiki masalah latar belakang yang tampil hitam saat membuka folder.
- Meningkatkan gejala panas saat menjalankan game.
- Memperbaiki masalah latar belakang yang menjadi hitam setelah perangkat dihidupkan ulang usai pengaturan lock screen.
- Memperbaiki masalah top bar yang tidak menghilang saat memakai aplikasi.
- Memperbaiki masalah retak pada layar ponsel.
Apa arti perubahan ini bagi pengguna
Daftar perbaikan di atas menunjukkan Samsung sedang menangani isu yang sangat spesifik, tetapi berdampak langsung pada kenyamanan pemakaian. Masalah latar belakang hitam, bilah atas yang tetap muncul, hingga item yang tidak bisa dihapus dari cover screen adalah bug antarmuka yang mudah terlihat dan berpotensi mengganggu navigasi.
Perbaikan terkait panas saat bermain game juga menjadi poin penting. Pada perangkat lipat premium seperti Galaxy Z Fold 6 dan Galaxy Z Flip 6, manajemen suhu berpengaruh pada performa, kenyamanan genggaman, dan kestabilan sistem dalam sesi penggunaan yang berat.
Salah satu butir changelog yang paling menarik perhatian adalah keterangan soal “phone screen cracking issue”. Samsung belum merinci konteks teknis dari poin ini dalam catatan pembaruan yang beredar, sehingga belum jelas apakah yang dimaksud adalah bug visual pada tampilan layar, efek antarmuka tertentu, atau masalah lain yang diterjemahkan secara harfiah dari changelog asli.
Korea Selatan kembali jadi pasar pertama
Samsung kerap menjadikan Korea Selatan sebagai wilayah awal untuk pengujian beta One UI. Pola ini juga terlihat pada beta kedua One UI 8.5 untuk Galaxy Z Fold 6 dan Galaxy Z Flip 6, sebelum kemungkinan meluas ke pasar lain yang biasanya ikut dalam program pengujian.
Bagi pengguna di luar Korea Selatan, peluncuran awal ini bisa menjadi indikator bahwa Samsung sedang mengumpulkan umpan balik tambahan sebelum memperluas distribusi. Jika tidak ada kendala besar, update serupa umumnya bergerak ke wilayah lain secara bertahap melalui aplikasi Samsung Members untuk peserta program beta.
One UI 8.5 dan arah pengembangan software Samsung
One UI 8.5 disebut berjalan di atas Android 16 QPR2 dalam laporan referensi. Ini memberi gambaran bahwa Samsung sedang menyiapkan penyempurnaan antarmuka dan optimalisasi sistem untuk lini ponsel lipat terbaru, sambil menyesuaikan basis Android generasi berikutnya.
Fokus pada bug fixing di build kedua menunjukkan software ini masih berada pada tahap pematangan. Samsung tampaknya memilih pendekatan konservatif dengan membereskan masalah inti lebih dulu sebelum menambahkan perubahan yang lebih luas atau menyiapkan kandidat rilis yang lebih stabil.
Untuk pengguna Galaxy Z Fold 6 dan Galaxy Z Flip 6 yang sudah terdaftar di program beta, pembaruan ini layak diperhatikan karena menyasar stabilitas visual, perilaku sistem setelah reboot, performa saat bermain game, dan bug antarmuka yang cukup mengganggu. Versi firmware dengan akhiran ZZD3 menjadi penanda utama beta kedua ini, sementara perluasan ketersediaannya di luar Korea Selatan masih menunggu langkah resmi Samsung di pasar berikutnya.
Source: www.sammobile.com






