Shuhei Yoshida mengungkap bahwa dirinya pernah disingkirkan dari posisi pimpinan PlayStation Studios setelah menolak permintaan dari mantan CEO PlayStation, Jim Ryan. Pernyataan itu ia sampaikan dalam festival game ALT: GAMES di Australia, seperti dilaporkan This Week in Videogames.
Menurut Yoshida, keputusan itu berawal saat ia menjawab tegas “tidak” terhadap sejumlah permintaan yang ia anggap tidak masuk akal. Ucapan tersebut langsung menarik perhatian karena datang dari salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah pengembangan game PlayStation.
Pernyataan Yoshida soal Jim Ryan
Dalam penampilannya, Yoshida mengatakan bahwa Jim Ryan ingin menyingkirkannya dari divisi first-party karena ia tidak mengikuti arah yang diinginkan. Ia dikutip berkata, “Jim Ryan wanted to remove me from first-party because I didn’t listen to him.”
Yoshida lalu menambahkan bahwa ia diminta melakukan “beberapa hal yang konyol”, tetapi ia menolaknya. Kutipan lanjutannya singkat namun jelas, “He asked to do some ridiculous things, and I said ‘No.’”
Meski begitu, nuansa pernyataan tersebut disebut disampaikan dengan nada bercanda. Respons audiens pun dilaporkan diwarnai tawa, sehingga konteksnya tidak sepenuhnya bernada konfrontatif.
Dari PlayStation Studios ke PlayStation Indies
Setelah tidak lagi memimpin PlayStation Studios, Yoshida tidak langsung meninggalkan perusahaan. Ia justru dipindahkan ke posisi Head of PlayStation Indies, sebuah peran yang kemudian menjadi fokus barunya di Sony.
Perubahan jabatan itu digambarkan Yoshida sebagai pergeseran yang pada akhirnya terasa alami. Ia menyebut dirinya memang sudah lama memiliki ketertarikan besar pada game indie dan telah banyak membantu penerbit serta pengembang indie di lingkungan Sony.
Langkah tersebut penting karena menunjukkan bahwa hubungan kerja keduanya tidak berakhir dengan pemutusan total saat itu. Meski dicopot dari lini first-party, Yoshida tetap dipertahankan dalam struktur PlayStation dengan tanggung jawab yang berbeda.
Figur penting di balik era besar PlayStation
Nama Shuhei Yoshida punya bobot besar dalam perjalanan PlayStation Studios. Ia lama memimpin banyak studio internal yang kemudian melahirkan waralaba besar dan berpengaruh.
Di bawah pengawasannya, beberapa studio PlayStation menghasilkan judul yang sangat dikenal pemain. Referensi artikel menyebut seri God of War dari Santa Monica, Uncharted dan The Last of Us dari Naughty Dog, serta Ghost of Tsushima dari Sucker Punch sebagai bagian dari katalog yang berada di bawah kepemimpinannya.
Rekam jejak itu membuat komentarnya soal Jim Ryan dinilai punya nilai berita tinggi. Yoshida bukan sekadar mantan eksekutif, tetapi tokoh yang ikut membentuk identitas kreatif PlayStation selama dua dekade terakhir.
Hubungan pribadi dan dinamika kepemimpinan
Yoshida juga memberi konteks bahwa relasinya dengan Jim Ryan tidak sepenuhnya buruk. Ia menyebut keduanya sudah saling mengenal sejak era PS1.
Dalam penjelasannya, situasi itu lebih ia lihat sebagai persoalan kecocokan, bukan dendam pribadi. Yoshida juga menyinggung bahwa mengelola teman dalam posisi bawahan bisa menjadi hal yang sulit.
Pernyataan itu memberi gambaran bahwa perubahan struktur di level atas PlayStation mungkin dipengaruhi dinamika personal sekaligus profesional. Namun, dari sumber yang tersedia, tidak ada rincian spesifik mengenai permintaan apa saja yang disebut “ridiculous things” tersebut.
Tetap bertahan hingga keluar dari Sony
Setelah peralihan peran itu, Yoshida tetap berada di Sony hingga Januari 2025. Setelah itu, ia membuka firma konsultasi game indie miliknya sendiri bernama Yosp Inc.
Menurut penuturannya, pekerjaan barunya sekarang terasa seperti perpanjangan dari tugas lamanya di PlayStation Indies. Bedanya, kini ia menjalankannya sebagai pekerja lepas, bukan lagi sebagai bagian dari Sony.
Status baru itu juga memberinya ruang bicara yang lebih luas. Yoshida menyebut dirinya kini bisa berbicara tentang perusahaan lain dan program indie mereka dalam konvensi atau podcast, sesuatu yang sebelumnya lebih terbatas saat masih berada di dalam struktur korporasi Sony.
Perkembangan ini membuat kisah Yoshida tidak berhenti pada isu pemecatan dari posisi lama. Ceritanya justru bergerak ke arah baru, dari sosok kunci di PlayStation Studios menjadi figur independen yang tetap aktif di ekosistem game indie.
Source: tech.sportskeeda.com





