
Huawei resmi masuk ke pasar kacamata pintar dengan meluncurkan Huawei AI Glasses, perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan yang langsung diposisikan sebagai pesaing Meta Ray-Ban. Peluncuran ini dilakukan bersamaan dengan ponsel flagship Pura 90 series, dan Huawei membawa sejumlah klaim yang menonjol, mulai dari bobot ringan, kamera terintegrasi, hingga dukungan interaksi AI yang cepat.
Secara tampilan, Huawei AI Glasses dibuat dengan desain minimalis sehingga sekilas terlihat seperti kacamata biasa. Namun, perangkat ini tetap membawa ciri khas smart glasses, termasuk kamera yang terpasang di sisi kanan dan kiri bingkai.
Desain ringan untuk penggunaan harian
Huawei menekankan kenyamanan sebagai salah satu daya tarik utama produk ini. Bobot Huawei AI Glasses disebut hanya 35,5 gram tanpa lensa dan 47 gram dengan lensa, sehingga terasa mendekati kacamata konvensional saat dipakai.
Angka itu membuat perangkat ini lebih ringan dibanding Ray-Ban Meta AI Gen 2 yang berada di kisaran 50-53 gram. Huawei menyebut pencapaian tersebut dimungkinkan berkat material ringan dan teknik precision stacking dalam proses produksinya.
Huawei juga mengklaim desain kacamata pintarnya memakai struktur “golden triangle”. Struktur ini dikembangkan berdasarkan analisis lebih dari 300.000 bentuk kepala di Asia agar perangkat lebih pas digunakan oleh banyak tipe pengguna.
Fokus pada stabilitas dan respons sentuh
Selain bobot, Huawei menyoroti detail engsel titanium pada Huawei AI Glasses. Komponen ini diklaim mampu meningkatkan stabilitas hingga 21 persen dibanding produk sejenis.
Di bagian frame, perangkat ini juga dibekali mekanisme getaran yang berfungsi memberi umpan balik halus saat ada notifikasi atau ketika pengguna memakai kontrol sentuh. Huawei menyebut amplitudo getaran efektifnya mencapai 0,65 mm dengan area getar seluas 120 mm persegi.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Huawei tidak hanya mengejar bentuk yang ringan, tetapi juga pengalaman pemakaian yang lebih praktis untuk interaksi sehari-hari.
Kamera 12 MP dan asisten AI
Untuk fungsi utama, Huawei AI Glasses dibekali kamera 12 MP untuk merekam video dan memotret foto. Kamera ini menjadi salah satu elemen penting yang membuat perangkat tersebut masuk ke kategori kacamata pintar, bukan sekadar aksesori gaya.
Perangkat ini juga didukung asisten digital Huawei Xiaoyi. Pengguna dapat bertanya tentang objek atau situasi yang sedang dilihat melalui kacamata, sehingga AI berperan sebagai penunjang informasi yang cepat dan kontekstual.
Huawei bahkan menyematkan dukungan transaksi melalui pembayaran Alipay. Penggunaan fitur ini memperluas fungsi kacamata pintar dari alat dokumentasi menjadi perangkat yang bisa membantu aktivitas harian.
Chip AI dan daya tahan baterai
Huawei menyebut Huawei AI Glasses ditenagai chip AI bikinan sendiri, meski rincian teknisnya tidak dijelaskan. Perusahaan asal China itu hanya menegaskan bahwa chip tersebut memungkinkan perangkat merespons interaksi berbasis suara nyaris secara instan.
Dari sisi daya tahan, Huawei mengklaim baterainya mampu bertahan hingga sembilan jam untuk pemutaran musik non-stop. Klaim ini menjadi salah satu poin yang menarik perhatian karena sedikit lebih unggul dibanding kacamata pintar terbaru Meta.
Sebagai pembanding, perangkat Meta disebut mampu digunakan hingga delapan jam untuk penggunaan standar atau lima jam untuk pemutaran musik non-stop. Perbandingan ini menempatkan Huawei AI Glasses dalam persaingan langsung di segmen smart glasses yang makin kompetitif.
Harga dan ketersediaan
Huawei AI Glasses baru dijual di China dalam tiga pilihan warna, yakni titanium silver gray, shimmering silver, dan modern black. Varian silver gray dan hitam dibanderol 2.499 yuan, sedangkan varian shimmering silver dipatok 2.899 yuan.
Dengan kombinasi desain ringan, kamera 12 MP, asisten AI, dan dukungan pembayaran digital, Huawei tampak ingin memperkuat posisi di pasar wearable yang kini makin ramai. Kehadiran Huawei AI Glasses juga mempertegas bahwa kacamata pintar mulai bergerak dari produk eksperimen menuju perangkat konsumen dengan fungsi yang lebih luas.
Source: tekno.kompas.com








