PDI Perjuangan akan menggelar Soekarno Cup di Surabaya, Jawa Timur, pada Mei 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Soekarno. Menjelang ajang itu, DPC Ambon mulai menyiapkan proses seleksi untuk menentukan wakil terbaik yang akan dikirim ke tingkat berikutnya.
Koordinator Wilayah Aris Soulisa mengatakan seleksi dilakukan secara berjenjang, dari kecamatan hingga kota, agar peserta yang terpilih benar-benar mewakili potensi terbaik daerah. Ia menyebut fokus utama diarahkan pada bibit muda, terutama peserta berusia 17 tahun.
Seleksi dimulai dari tingkat kecamatan
Aris menjelaskan setiap kecamatan diperkirakan mengirim tiga sampai empat tim pada tahap awal. Dari sana, peserta yang lolos akan melanjutkan persaingan ke tingkat kota sebelum ditetapkan sebagai wakil DPC Kota Ambon.
Skema berjenjang ini disusun agar proses penjaringan berjalan lebih terukur dan memberi ruang bagi banyak peserta untuk tampil. Dengan pola tersebut, peluang generasi muda di Ambon untuk menunjukkan kemampuan dinilai tetap terbuka sejak tahap paling awal.
Ambon hanya dapat satu jatah wakil
Untuk Kota Ambon, DPC hanya memperoleh satu kuota peserta yang akan diberangkatkan ke Surabaya. Karena itu, seleksi dipastikan berlangsung ketat dan menuntut kesiapan dari setiap tim yang ingin lolos.
Aris menegaskan peserta yang terpilih di tingkat kota akan menjadi perwakilan terbaik dari Ambon. Mekanisme ini juga dimaksudkan supaya wakil yang dikirim benar-benar hasil penjaringan yang matang, bukan sekadar penunjukan langsung.
Pendaftaran dibuka di kantor DPC
Pendaftaran peserta dijadwalkan dibuka pada hari Senin di kantor DPC Kota Ambon. Dari titik ini, peserta bisa mulai mengikuti tahapan administrasi sebelum masuk ke proses seleksi di lapangan.
Panitia berharap masyarakat, terutama kalangan muda, aktif ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Selain menjadi pintu menuju ajang yang lebih besar, seleksi ini juga diposisikan sebagai ruang untuk mengembangkan bakat dan potensi generasi muda di daerah.
Gerakan serentak di Maluku
Soekarno Cup tidak hanya digelar di Ambon, tetapi juga berlangsung serentak di seluruh DPC kabupaten dan kota di Provinsi Maluku. Pola pelaksanaan serentak ini menunjukkan bahwa proses penjaringan peserta dilakukan secara luas di tingkat daerah.
Bagi DPC Ambon, seleksi ini menjadi bagian penting dari persiapan menuju Surabaya karena kuota yang tersedia sangat terbatas. Dalam konteks itu, kemampuan peserta di tingkat kecamatan hingga kota akan sangat menentukan siapa yang akhirnya membawa nama Ambon ke ajang tersebut.
