Air Lelehan Mampu Mengangkat Gletser Antartika, Lajunya ke Laut Naik hingga 20 Persen

Author: Qoo Media

Air lelehan di permukaan ternyata dapat membuat Gletser Langhovde di Antartika bergerak lebih cepat menuju laut. Pengukuran langsung di bawah es menunjukkan air itu meningkatkan tekanan di dasar gletser hingga mengurangi hambatan luncurnya.

Perubahan tersebut bukan sekadar terjadi di permukaan yang mencair, melainkan jauh di bawah lapisan es tebal. Saat tekanan air meningkat, gletser sedikit terangkat dari batuan dasar dan kecepatannya bertambah sekitar 10 hingga 20 persen.

Pengamatan Langsung di Bawah Es

Profesor Shin Sugiyama dari Hokkaido University bersama timnya mengebor lebih dari 550 meter ke dalam Gletser Langhovde. Mereka menggunakan teknik hot-water jet agar dapat mencapai dasar gletser dengan cepat sambil mengukur tekanan air secara hati-hati.

Menurut Sugiyama, metode tersebut memungkinkan tim melihat kondisi yang tidak dapat ditangkap satelit. Kamera dan sensor tekanan kemudian diturunkan melalui lubang bor untuk merekam keadaan di bawah lapisan es.

Pengamatan itu memperlihatkan bahwa air dari danau serta kolam di permukaan dapat mengalir melalui retakan sampai ke dasar gletser. Jalur air tersebut terbentuk melalui hydrofracturing, ketika beban air yang menumpuk mendorong retakan semakin dalam dan membuka saluran ke bawah.

Temuan Data Pengamatan Dampak
Pengeboran ke gletser Lebih dari 550 meter Sensor dapat mengukur tekanan di dasar es
Tekanan air di dasar Menahan hingga 97 persen berat es di atasnya Gletser sedikit terangkat dari batuan dasar
Percepatan luncuran 10 hingga 20 persen Es bergerak lebih cepat menuju laut

Gesekan Berkurang, Luncuran Bertambah Cepat

Air yang mencapai dasar gletser meningkatkan tekanan di ruang antara es dan batuan di bawahnya. Tekanan ini mengurangi gesekan, sehingga massa es lebih mudah meluncur ke arah laut.

Sugiyama menjelaskan bahwa kondisi paling kuat teramati saat pencairan permukaan berlangsung intens. Fenomena serupa juga muncul setelah hujan langka pada Januari 2022, ketika air lelehan kembali menaikkan tekanan di bawah gletser.

“Selama periode pencairan permukaan yang intens, dan sekali lagi setelah hujan langka pada Januari 2022, air lelehan meningkatkan tekanan air di dasar gletser hingga menahan 97 persen berat es di atasnya,” kata Sugiyama. Ia menyebut gletser kemudian terangkat sedikit dan luncurannya bertambah cepat karena gesekan berkurang.

Perilaku seperti ini sebelumnya telah dicatat pada gletser di Eropa, Alaska, dan Greenland. Namun, proses yang sama di Antartika belum pernah dipastikan lewat pengukuran langsung di bawah es sebelum penelitian pada Gletser Langhovde ini.

Laporan yang dikutip www.kompas.com menyebut Sugiyama menyebutnya sebagai pengamatan pertama semacam itu di Antartika. Temuan ini penting karena lapisan es di benua tersebut selama ini lebih sulit dipantau secara langsung dibandingkan wilayah gletser lain.

Ekosistem Tak Terduga di Lapisan Air Laut

Kamera yang diturunkan ke dalam lubang bor juga menemukan kehidupan di tempat yang sangat tersembunyi. Seekor anemon laut dan beberapa spons bertangkai ramping terlihat menempel pada sebongkah batu di bawah es.

Makhluk tersebut hidup dalam lapisan air laut setebal sekitar tiga meter yang tertutup oleh 474 meter es. Lokasinya berada beberapa ratus meter melewati titik ketika gletser mulai terpisah dari dasar laut.

Sugiyama mengatakan penemuan organisme berwarna di lingkungan yang dingin, gelap, dan sempit itu sangat mengejutkan. Rekaman tersebut sekaligus memperlihatkan adanya ekosistem tersembunyi di bawah lapisan es Antartika.

Risiko bagi Kenaikan Permukaan Laut

Penelitian ini menambah perhatian terhadap dampak meningkatnya air lelehan ketika iklim menghangat. Jika lebih banyak air mencapai dasar gletser, aliran es menuju laut berpotensi bertambah cepat.

Sugiyama menekankan bahwa lapisan es Antartika kini kehilangan massa secara keseluruhan karena es yang mengalir ke laut melebihi akumulasi salju di daratan. Menurutnya, peningkatan volume air lelehan dapat memperbesar kehilangan es dan relevan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dataran rendah.

Lapisan es Antartika menyimpan sekitar 90 persen es gletser dunia. Sugiyama mengingatkan, apabila seluruh es tersebut mencair dan mengalir ke laut, permukaan laut dapat naik sekitar 60 meter.

Terbaru