Huawei resmi memperkenalkan kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan bernama Huawei AI Glasses dalam acara peluncuran seri Pura yang dipimpin CEO Huawei Terminal BG, He Gang. Perangkat ini langsung menarik perhatian karena tidak hanya membawa fungsi asisten AI, tetapi juga fitur pembayaran digital yang terintegrasi dengan Alipay.
Kehadiran produk ini menegaskan arah baru perangkat sandang Huawei yang ingin menggabungkan gaya, kenyamanan, dan fungsi praktis dalam satu aksesori. Selain menawarkan desain yang lebih modis, kacamata pintar ini juga ditujukan untuk mendukung aktivitas harian pengguna yang semakin bergantung pada interaksi digital cepat dan ringkas.
Desain dan pilihan model
Huawei AI Glasses hadir dalam tiga pilihan warna utama, yaitu titanium silver gray, modern black, dan shimmering silver. Perangkat ini juga tersedia dalam dua bentuk bingkai, yakni bulat dan kotak, sehingga memberi lebih banyak opsi sesuai preferensi pengguna.
Dari sisi harga, varian titanium silver gray dan modern black dibanderol 2.499 yuan atau sekitar USD 367. Model shimmering silver dijual lebih tinggi, yakni 2.899 yuan atau sekitar USD 425 menurut laporan beritanasional.com.
Huawei menempatkan kenyamanan sebagai salah satu nilai jual utama produk ini. Perusahaan menyebut struktur golden triangle pada rancangan kacamata mampu memberikan stabilitas yang lebih baik setelah dianalisis berdasarkan 300.000 bentuk kepala masyarakat di kawasan Asia.
Bobot total perangkat ini sekitar 35,5 gram, sementara ketebalan tangkainya hanya 6,25 mm. Ukuran tersebut dirancang agar perangkat tetap nyaman dipakai dalam durasi panjang tanpa terasa terlalu membebani pengguna.
Fitur AI dan pembayaran digital
Di sisi teknologi, Huawei AI Glasses dibekali cip AI buatan Huawei yang terhubung dengan asisten digital Xiaoyi. Sistem ini memungkinkan respons suara yang cepat melalui shortcut sekali sentuh, sehingga interaksi pengguna dibuat lebih praktis.
Dua fitur utama yang menjadi sorotan adalah See the World dan Look and Pay. See the World berfungsi membantu pengguna memperoleh informasi visual berbasis AI, sedangkan Look and Pay memungkinkan transaksi melalui Alipay langsung dari kacamata pintar tersebut.
Keberadaan fitur pembayaran digital ini menempatkan Huawei AI Glasses dalam kategori perangkat sandang yang tidak hanya pasif menampilkan informasi, tetapi juga aktif mendukung aktivitas harian. Integrasi seperti ini menunjukkan bagaimana teknologi wearable mulai bergerak ke arah fungsi yang lebih transaksional dan kontekstual.
Kamera, audio, dan pengalaman penggunaan
Untuk kebutuhan dokumentasi, Huawei menyematkan sensor kamera 1/2.8 inci dengan teknologi AI RAW multi-frame fusion. Teknologi ini berfungsi membantu koreksi komposisi gambar secara otomatis saat pengguna mengambil konten visual.
Perangkat ini juga mendukung siaran langsung dari sudut pandang orang pertama, yang bisa relevan bagi pengguna yang ingin membagikan aktivitas secara real time. Selain itu, distribusi audio dapat dikelola melalui aplikasi pendamping Huawei Glasses App.
Fungsi-fungsi tersebut memperlihatkan bahwa kacamata pintar ini dirancang bukan hanya sebagai aksesori visual, tetapi juga sebagai perangkat multimedia yang fleksibel. Kombinasi kamera, audio, dan AI memberi ruang penggunaan yang lebih luas untuk komunikasi maupun dokumentasi harian.
Daya tahan baterai untuk penggunaan harian
Huawei menyebut perangkat ini mampu bertahan hingga 12 jam untuk penggunaan umum. Untuk pemutaran musik, daya tahannya diklaim mencapai 9 jam, sedangkan panggilan suara terus-menerus dapat dijalankan sekitar 8 jam.
Kapasitas tersebut membuat Huawei AI Glasses diposisikan sebagai perangkat yang cukup siap menemani aktivitas sepanjang hari. Dengan bobot ringan, desain ergonomis, dan dukungan fitur AI serta pembayaran digital, produk ini menjadi salah satu perangkat sandang Huawei yang paling menonjol dalam peluncuran seri Pura.
