
Dunia lari di Indonesia terus bergerak ke arah yang lebih kompetitif, dan Nineten ikut mengubah peta persaingan itu. Brand lokal ini tidak lagi dipandang hanya sebagai pilihan alternatif, tetapi sebagai pemain yang mampu menantang merek global lewat teknologi, kenyamanan, dan variasi model yang semakin matang.
Memasuki 2026, 910 Athletics merilis tujuh seri sepatu lari yang menyasar kebutuhan berbeda, mulai dari latihan harian hingga marathon. Kehadiran lini ini memperlihatkan bahwa inovasi produk lokal bisa hadir dengan kualitas yang relevan untuk pelari pemula sampai atlet yang mengejar catatan waktu terbaik.
Teknologi jadi pembeda utama
Nineten menonjol bukan hanya karena harga yang kompetitif, tetapi karena pendekatan desain yang fokus pada performa. Setiap seri membawa karakter yang berbeda, sehingga pelari bisa menyesuaikan sepatu dengan medan dan tujuan latihan.
Pada segmen road running, Haze Vision menjadi salah satu model paling menarik perhatian. Seri ini mendapat pembaruan pada bagian upper yang lebih breathable, sehingga tetap nyaman dipakai untuk jarak menengah saat pelari ingin menjaga kecepatan.
Pilihan untuk latihan cepat dan stabil
Geist Ekiden hadir dengan bobot yang sangat ringan. Sepatu ini memakai teknologi Hyperlight dan cocok untuk latihan interval maupun kompetisi jarak pendek hingga 10K, terutama bagi pelari yang membutuhkan respons cepat di setiap langkah.
Berbeda dengan Geist, Fujin mengedepankan stabilitas untuk penggunaan harian. Sepatu ini memakai busa cushioning yang lebih empuk untuk membantu meredam benturan di aspal keras, sekaligus memberi proteksi lebih pada pergelangan kaki.
Kishi lalu menawarkan pendekatan yang lebih elegan dan ringkas. Meski tampil minimalis, solnya dirancang responsif untuk menghasilkan transisi energi yang halus dan membantu ritme lari tetap konsisten.
Untuk trail dan kebutuhan entry-level
Di luar lintasan aspal, Yuza diposisikan sebagai sepatu trail dengan traksi yang lebih agresif. Outsole karetnya dibuat untuk mencengkeram tanah basah dan bebatuan licin, sehingga lebih siap dipakai di rute alam yang menantang.
Sementara itu, Ryu hadir sebagai opsi entry-level yang tetap serius soal performa. Di 2026, seri ini mendapat peningkatan daya tahan sol bawah agar lebih awet dipakai hingga ratusan kilometer tanpa mengurangi kenyamanan.
Cloud Carbon jadi sorotan utama pelari marathon
Di antara semua seri, Cloud Carbon menempati posisi paling tinggi dari sisi inovasi. Sepatu ini memakai pelat karbon asli di dalam midsole untuk memberi energy return maksimal, sebuah fitur yang biasanya dicari pelari yang mengejar efisiensi langkah saat lomba.
Cloud Carbon diposisikan sebagai senjata bagi pelari marathon yang ingin memecahkan Personal Best tanpa harus bergantung pada merek luar negeri. Klaim itu memperkuat citra Nineten sebagai brand lokal yang mampu masuk ke kelas performa tinggi dengan pendekatan yang lebih terjangkau.
Brand lokal yang makin percaya diri
Ragam model yang ditawarkan Nineten menunjukkan perubahan besar dalam industri sepatu lari nasional. Dari trail, easy run, latihan cepat, sampai motor utama untuk marathon, setiap seri dirancang untuk menjawab kebutuhan yang berbeda secara lebih spesifik.
Di tengah pasar yang selama ini dikuasai merek global, kehadiran tujuh sepatu ini menegaskan bahwa produk “Made in Indonesia” kini punya ruang yang lebih luas. Bagi pelari yang mencari pilihan fungsional, nyaman, dan kompetitif, lini Nineten pada 2026 memberi alasan kuat untuk melirik brand lokal sebagai andalan di lintasan maupun jalan raya.









