Tim Cook resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai CEO Apple setelah memimpin perusahaan itu selama 15 tahun. Posisi tersebut akan diambil alih oleh John Ternus yang dijadwalkan mulai menjabat pada Selasa (1/9/2026).
Pergantian ini menandai salah satu perubahan kepemimpinan paling penting dalam sejarah Apple. Meski mundur dari kursi CEO, Cook tetap bertahan di perusahaan dengan peran baru sebagai executive chairman dewan direksi.
Suksesi yang Sudah Disiapkan
Apple menyebut transisi ini sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang yang sudah disusun secara matang. Dewan direksi juga dikabarkan menyetujui langkah tersebut secara bulat untuk menjaga kesinambungan strategi perusahaan.
Dalam pernyataannya, Cook mengatakan menjadi CEO Apple adalah kehormatan terbesar dalam hidupnya. Ia juga menegaskan rasa cintanya kepada Apple dan apresiasinya terhadap tim yang telah bekerja membangun produk dan layanan perusahaan.
“Saya mencintai Apple sepenuh hati,” ujar Cook, seraya menyebut tim Apple sebagai kumpulan orang cerdas, inovatif, kreatif, dan sangat peduli. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa ia tetap memberi dukungan terhadap arah baru yang akan ditempuh perusahaan.
Warisan Kepemimpinan Tim Cook
Cook, yang kini berusia 65 tahun, bergabung dengan Apple pada Maret 1998. Ia kemudian dipercaya menjadi CEO pada Agustus 2011, setelah sebelumnya menjabat sebagai chief operating officer dan sempat memimpin divisi Macintosh.
Selama berada di pucuk kepemimpinan, Apple berkembang dari perusahaan perangkat keras menjadi ekosistem teknologi yang lebih luas. Salah satu perubahan paling terlihat adalah ekspansi ke layanan digital seperti Apple Music dan Apple TV.
Meski lini layanan tumbuh, produk fisik tetap menjadi sumber utama pendapatan Apple. Di bawah Cook, perusahaan mempertahankan posisinya sebagai salah satu raksasa teknologi paling berpengaruh di dunia.
John Ternus Diproyeksikan Pimpin Apple ke Fase Berikutnya
John Ternus dinilai sebagai sosok yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan Apple. Pria berusia 50 tahun itu telah bekerja di Apple selama lebih dari dua dekade dan memiliki pengalaman panjang di bidang rekayasa perangkat keras.
Ia bergabung pada 2001 sebagai bagian dari tim desain produk, lalu diangkat menjadi senior vice president of hardware engineering pada 2021. Dalam perannya, Ternus terlibat dalam pengembangan iPhone, iPad, Mac, Apple Watch, dan AirPods.
Cook menyebut Ternus memiliki “pikiran seorang insinyur, jiwa seorang inovator, dan hati untuk memimpin dengan integritas dan kehormatan”. Dukungan terbuka dari Cook ini memperkuat sinyal bahwa Apple ingin menjaga transisi berlangsung mulus.
Perubahan di Struktur Dewan Direksi
Selain pergantian CEO, Apple juga menata ulang struktur dewan direksi. Arthur Levinson yang sebelumnya menjabat sebagai ketua noneksekutif akan beralih menjadi direktur independen utama mulai 1 September 2026.
Pada tanggal yang sama, Ternus juga akan resmi masuk ke jajaran dewan direksi. Penyesuaian ini menunjukkan bahwa perpindahan kepemimpinan tidak hanya terjadi di level operasional, tetapi juga di tingkat tata kelola perusahaan.
Dengan Cook tetap berada di posisi executive chairman dan Ternus memimpin operasional sebagai CEO, Apple memasuki fase transisi yang dirancang untuk menjaga stabilitas. Langkah ini menjadi perhatian besar karena akan menentukan arah strategi perusahaan di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Source: www.beritasatu.com






