AI Bukan Lagi Fitur Tambahan, President Samsung Indonesia Sebut Smartphone Kini Jadi Partner Berkarya Anak Muda

Author: Qoo Media

Cara generasi muda memakai smartphone kini berubah cepat. Perangkat itu tidak lagi hanya dipakai untuk berkomunikasi, tetapi juga menjadi ruang untuk mencari ide, mengolah gagasan, dan membagikan karya.

Perubahan tersebut ikut didorong oleh kecerdasan buatan atau AI yang semakin terintegrasi dalam pengalaman harian. Harry Lee, President Samsung Electronics Indonesia, menilai AI telah membentuk gaya hidup baru anak muda dalam cara mereka hidup, bekerja, berkarya, dan berbagi.

Smartphone masuk ke alur kreatif sehari-hari

Harry Lee menjelaskan bahwa kebutuhan generasi sekarang terhadap smartphone ikut bergeser. Mereka menginginkan perangkat yang ringan dibawa, sigap digunakan, andal untuk produktivitas, dan cocok dengan rutinitas yang padat.

Dalam pandangan Samsung, proses kreatif kini tidak lagi terjadi di satu titik. Ide bisa muncul kapan saja, lalu langsung ditangkap, diedit, dan disebarkan dalam waktu singkat.

Situasi itu membuat smartphone bukan sekadar alat, melainkan bagian dari alur kerja kreatif. Samsung menyebut pola ini sebagai extended creativity, yaitu ketika kreativitas terus berkembang seiring interaksi pengguna dengan teknologi.

AI membantu dari pencarian hingga penyelesaian tugas

Samsung melihat AI sebagai elemen yang membuat proses kreatif menjadi lebih sederhana. Harry Lee menyebut fitur seperti Circle to Search, Voice Transcription, AI Select, Read Aloud, serta berbagai alat generatif dirancang untuk membantu pengguna mencari, memahami, merangkum, dan melanjutkan aktivitas dengan lebih efisien.

Peran AI terasa pada banyak tahap sekaligus. Pencarian berbasis visual, transkripsi suara, dan alat penyuntingan otomatis membantu pengguna bekerja lebih cepat tanpa harus berpindah banyak aplikasi.

Samsung juga menghadirkan fitur Seamless Action Across Apps. Fitur ini membuat aktivitas harian berjalan lebih mulus, mulai dari mencari informasi, membuat catatan, mengatur pengingat, hingga melanjutkan percakapan tanpa jeda yang mengganggu.

Produktivitas dan ekspresi diri kini saling bertemu

Batas antara kerja dan kreativitas juga makin tipis. Satu perangkat bisa dipakai untuk mencatat ide, membuat konten, dan berkomunikasi dengan tim atau audiens dalam waktu yang hampir bersamaan.

Kondisi itu membuat kebutuhan terhadap smartphone berubah. Perangkat tidak cukup hanya cepat, tetapi juga harus adaptif terhadap banyak jenis aktivitas yang berjalan sekaligus.

AI turut memberi pengalaman yang lebih personal. Perangkat dapat memahami kebiasaan pengguna, memberi rekomendasi, dan membantu menyelesaikan tugas secara lebih kontekstual.

Pendekatan seperti ini penting karena ritme hidup pengguna semakin cepat. Efisiensi menjadi kebutuhan utama, terutama ketika pekerjaan dan aktivitas kreatif berjalan bersamaan.

Galaxy A terbaru disiapkan untuk kebutuhan itu

Dari perubahan tersebut, Samsung memperkenalkan Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G dengan Awesome Intelligence. Lini ini dibangun di atas tiga standar baru, yaitu desain yang stylish dan nyaman, performa untuk kreativitas dan produktivitas, serta daya tahan jangka panjang.

Galaxy A57 5G diposisikan untuk generasi yang hidup dalam tempo cepat. Samsung menyebut perangkat ini sebagai Galaxy A paling tipis dan paling ringan hingga saat ini, sehingga nyaman digenggam sejak awal penggunaan.

Perangkat itu juga didukung performa yang lebih kuat, manajemen suhu yang lebih baik, dan pengalaman produktivitas berbasis AI yang lebih relevan. Kombinasi ini ditujukan untuk membantu pengguna menjaga alur kerja tetap stabil di tengah aktivitas yang padat.

Teknologi yang terasa dekat dengan keseharian

Harry Lee menekankan bahwa teknologi yang benar-benar canggih harus terasa akrab sejak awal dan bekerja alami dalam keseharian. Menurutnya, smartphone kini menjadi salah satu perangkat yang paling dekat dengan hidup pengguna.

Karena itu, pengalaman yang sigap dan matang tidak lagi hanya milik perangkat flagship. Samsung menyebut karakter tersebut kini dapat diakses lebih banyak orang melalui lini yang hadir dengan pendekatan AI yang lebih terintegrasi.

Di tengah perubahan itu, AI mulai menjadi fondasi pengalaman smartphone, bukan sekadar fitur tambahan. Bagi anak muda, teknologi ini kini berperan sebagai partner yang membantu mereka hidup, bekerja, dan berkarya dengan cara yang lebih efisien dan kreatif.

Source: www.idntimes.com
Terbaru