Friendster kembali muncul dalam bentuk baru, tetapi aksesnya masih terbatas pada perangkat Apple. Aplikasi jejaring sosial lama ini hadir dengan pendekatan yang berbeda dari media sosial populer lain, terutama karena menolak pola interaksi yang selama ini dianggap terlalu bergantung pada layar dan algoritma.
Di App Store, Friendster tercatat dikembangkan oleh Friendster Labs Inc. Dengan ukuran sekitar 6,5 MB dan rating usia 13 ke atas, aplikasi ini membawa konsep yang lebih ringan sekaligus tertutup dibanding platform sosial pada umumnya.
Tanpa iklan dan tanpa algoritma yang mengatur feed
Friendster menjanjikan tampilan beranda yang lebih bersih untuk penggunanya. Tidak ada iklan, dan tidak ada umpan konten yang dimanipulasi oleh algoritma, sehingga isi yang muncul hanya berasal dari teman-teman yang sudah terhubung.
Pendekatan itu membuat Friendster berbeda dari media sosial yang biasanya menampilkan konten viral atau rekomendasi akun baru. Di aplikasi ini, pengguna tidak diajak menjelajah konten secara luas, melainkan fokus pada lingkaran pertemanan yang sudah ada.
Salah satu ciri paling menonjol adalah tidak adanya angka jumlah followers. Fitur itu menghapus salah satu indikator populer yang sering memengaruhi perilaku pengguna di media sosial modern.
Tambah teman harus dekat di dunia nyata
Pemilik Friendster saat ini, Mike Carson, mengusung gagasan yang disebut sebagai “mengetuk ponsel pintar Anda” sebagai cara utama untuk berteman. Artinya, dua orang hanya bisa saling terhubung jika berada sangat dekat di dunia nyata dan mengetuk ponsel pintar masing-masing secara bersamaan.
Konsep ini menempatkan hubungan sosial offline sebagai syarat utama sebelum koneksi digital terbentuk. Dengan cara itu, Friendster mendorong relasi yang lebih terbatas, tetapi juga lebih personal dan tidak dibangun dari interaksi acak di internet.
Carson menjelaskan bahwa konsep tersebut bukan untuk menghukum pengguna. Ia menyebutnya sebagai cara halus untuk mengingatkan bahwa persahabatan sejati perlu dipelihara secara langsung, bukan hanya lewat ruang online.
Koneksi bisa melemah jika lama tidak berinteraksi
Friendster juga menerapkan mekanisme yang membuat hubungan antarpengguna bisa melemah bila terlalu lama tidak ada interaksi fisik. Jika dua pengguna yang sudah berteman tidak saling menyentuh ponsel dalam jarak dekat bahkan sekali dalam setahun, koneksi mereka di aplikasi akan melemah.
Aturan itu memperkuat karakter Friendster sebagai platform yang tidak sekadar menumpuk daftar teman. Hubungan yang ada justru harus terus dipelihara agar tetap aktif, sehingga aplikasi ini menempatkan kedekatan nyata sebagai bagian penting dari pengalaman sosialnya.
Meski demikian, Friendster tetap memberi ruang bagi pengguna untuk menemukan relasi baru dari jejaring yang sudah ada. Pengguna bisa melihat teman dari teman yang sudah terhubung, lalu mengirim permintaan pesan kepada mereka.
Menu sederhana dan ruang chat terbatas
Dari sisi tampilan, Friendster menampilkan menu utama yang sederhana di bagian bawah aplikasi. Pilihannya meliputi feed, chat, dan notifikasi, tanpa fitur pencarian pengguna secara bebas.
Pola ini membuat Friendster terasa lebih tertutup dibanding media sosial lain yang biasanya membuka akses pencarian luas. Pengguna tidak bisa bebas menjelajah akun, sehingga interaksi berjalan dalam lingkaran yang lebih sempit dan terkurasi.
Untuk komunikasi, aplikasi ini menyediakan chat 1:1 untuk percakapan pribadi. Ada juga group messages yang memungkinkan obrolan dilakukan bersama lebih banyak teman dalam satu ruang percakapan.
Keputusan Friendster untuk membatasi akses, menghapus iklan, dan menolak sistem followers menunjukkan arah yang jelas dalam membentuk ulang cara orang berjejaring. Di tengah media sosial yang sering mengejar jangkauan luas, Friendster justru memilih mempersempit pertemanan agar interaksi terasa lebih dekat dan lebih nyata.
Source: inet.detik.com






