One UI 8.5 Terasa Bukan Update Biasa, 5 Fitur Ini Bisa Ubah Cara Pakai Galaxy

Pembaruan One UI 8.5 disebut akan segera mulai digulirkan ke puluhan model Galaxy. Upgrade ini menarik perhatian karena membawa perubahan visual besar, fitur baru, dan opsi kustomisasi yang terasa lebih luas dari sekadar pembaruan minor.

Daya tarik terbesarnya ada pada lima area yang langsung menyentuh pengalaman harian pengguna. Mulai dari tampilan antarmuka baru, panel cepat yang lebih fleksibel, peningkatan fitur panggilan berbasis AI, aplikasi kreatif generatif, hingga berbagi file lintas perangkat yang dibuat lebih praktis.

Antarmuka baru dengan efek “Liquid Glass”

Salah satu perubahan paling menonjol di One UI 8.5 adalah hadirnya desain Liquid Glass untuk pertama kalinya di perangkat Galaxy. Bahasa desain ini menekankan transparansi, permukaan melayang, kontrol membulat, dan efek kedalaman lembut agar tampilan terasa lebih modern.

Penerapannya terlihat pada bilah navigasi mengambang dengan panel semi-transparan, blur yang lebih jelas, dan bayangan berlapis yang memberi kesan seperti kaca. Perubahan ini muncul di aplikasi inti seperti Settings, Dialer, Gallery, dan Calculator.

Tombol kembali dan kontrol lain juga tampil sebagai elemen terpisah yang melayang. Pendekatan ini memberi ruang lebih besar untuk konten di layar, bukan sekadar mempertahankan tata letak datar berbentuk persegi panjang seperti sebelumnya.

Desain bergaya kaca ini paling jelas terlihat di aplikasi buatan Samsung sendiri. Namun, sentuhannya juga hadir pada notifikasi, widget, dan control center dalam bentuk yang lebih halus.

Quick Panel kini bisa dibentuk sesuka pengguna

Samsung juga membawa salah satu perubahan fungsional terbesar ke Quick Panel. Pengguna kini dapat memindahkan tile dan widget ke posisi yang diinginkan, mengubah ukurannya, serta menyesuaikan orientasinya untuk membuat tata letak yang lebih personal.

Perubahan ini membuka ruang kustomisasi yang jauh lebih bebas dibanding susunan bawaan. Bahkan, seluruh toggle bisa dihapus untuk membuat panel yang nyaris kosong jika itu yang diinginkan pengguna.

Slider brightness dan volume ikut mendapat fleksibilitas baru. Keduanya dapat diubah antara tata letak horizontal dan gaya portrait, sehingga panel cepat tidak lagi harus mengikuti format default dari Samsung.

Kebebasan ini memang berpotensi membuat panel terlihat berantakan jika diatur berlebihan. Karena itu, Samsung juga menyediakan opsi reset agar pengguna bisa kembali ke tampilan standar dengan mudah.

Fitur panggilan mendapat lonjakan AI yang nyata

Area lain yang mengalami peningkatan besar adalah fitur telepon. One UI 8.5 memungkinkan perangkat menjawab otomatis panggilan dari nomor tak dikenal atau yang dicurigai sebagai spam, lalu AI akan menanyakan tujuan penelepon.

Setelah itu, pengguna bisa melihat transkrip langsung dan memutuskan apakah ingin mengangkat telepon atau menandainya sebagai spam. Mekanisme ini disebut sebagai langkah lanjut dari Bixby Text Call yang sebelumnya lebih bersifat manual.

Fitur auto answer with AI juga bisa diaktifkan agar ponsel menjawab panggilan secara otomatis setelah jeda tertentu. Samsung menyediakan rentang waktu 5 hingga 30 detik sebelum sistem mulai merespons dan menampilkan transkrip teks secara langsung.

Fungsi ini dinilai berguna saat pengguna sedang sibuk atau mengaktifkan Do Not Disturb. Dengan begitu, isi panggilan bisa dipantau lebih dulu tanpa harus langsung menerima telepon.

Samsung juga menambahkan direct voicemail yang memungkinkan penelepon meninggalkan pesan suara langsung di perangkat, bukan di server operator. Selama pesan direkam, transkrip langsungnya bisa ditampilkan secara real time.

Saat panggilan normal berlangsung, opsi panggilan real-time juga ditampilkan untuk membantu pengguna mengikuti percakapan, terutama di lingkungan bising. Di sisi lain, Now Bar kini bisa menampilkan penghitung khusus untuk missed calls tanpa perlu membuka kunci perangkat.

Creative Studio jadi pusat kreasi AI di Galaxy

One UI 8.5 turut memperkenalkan aplikasi baru bernama Creative Studio. Aplikasi ini berfungsi sebagai pusat kreativitas berbasis AI generatif di dalam ekosistem Galaxy.

Lewat aplikasi tersebut, pengguna bisa membuat wallpaper, stiker, kartu ucapan, undangan, dan kartu profil. Materi pembuatannya dapat berasal dari sketsa sederhana, foto yang sudah ada, atau prompt teks.

Creative Studio juga mendukung beberapa rasio aspek, termasuk 16:9 dan 4:3. Selain itu, tersedia beragam gaya seni seperti Childhood Sketch, Marker Drawing, dan Oil Painting.

Kehadiran aplikasi khusus ini menunjukkan bahwa fitur AI di One UI 8.5 tidak hanya difokuskan pada produktivitas dan komunikasi. Samsung juga mulai mendorong penggunaan AI untuk ekspresi visual yang lebih praktis di perangkat mobile.

Berbagi file dipermudah, termasuk ke perangkat Apple

Samsung juga membawa peningkatan penting pada fitur berbagi file. Salah satu tambahan yang paling mencolok adalah opsi “Share with Apple devices” di menu Quick Settings.

Fitur itu ditujukan untuk mendukung transfer berkecepatan tinggi ke iPhone, iPad, dan Mac yang menggunakan AirDrop. Langkah ini menunjukkan upaya Samsung untuk menjembatani pertukaran file di luar ekosistemnya sendiri.

Selain itu, One UI 8.5 memudahkan akses penyimpanan antarperangkat Galaxy langsung dari aplikasi My Files. Pengguna bisa menelusuri foto, musik, dan dokumen yang tersimpan di Galaxy Tab langsung dari Galaxy phone, selama keduanya masuk ke akun Samsung yang sama.

Gabungan perubahan ini membuat One UI 8.5 tampil sebagai pembaruan yang menekankan pengalaman nyata, bukan hanya daftar fitur baru. Dari antarmuka yang lebih modern hingga panggilan AI dan transfer file lintas platform, arah pengembangannya terlihat fokus pada penggunaan sehari-hari yang lebih mulus.

Source: www.gizmochina.com

Terkait