Samsung Galaxy Book6 Edge mulai mencuri perhatian bahkan sebelum diumumkan secara resmi. Bocoran dari listing retailer Jerman, Cyberport, mengungkap hampir seluruh detail penting perangkat ini, termasuk desain, spesifikasi utama, dan kisaran harganya.
Yang paling menonjol, Samsung disebut membawa laptop premium ini ke kelas baru lewat chipset Qualcomm Snapdragon X2 Elite (X2E-88-100) berbasis ARM. Kombinasi tersebut menempatkan Galaxy Book6 Edge di tengah tren laptop Windows ARM yang semakin diminati karena efisiensi daya yang lebih baik.
Di sisi layar, Samsung tetap mengandalkan salah satu kekuatan utamanya. Galaxy Book6 Edge dikabarkan memakai panel OLED 16 inci dengan resolusi WQXGA dan refresh rate 120Hz.
Spesifikasi itu menjanjikan tampilan yang tajam dan mulus untuk kerja harian maupun hiburan. Bagi pengguna yang sering berpindah dari dokumen ke konten multimedia, layar seperti ini menjadi nilai jual yang sulit diabaikan.
Baterai besar, bobot tetap realistis
Selain performa dan layar, daya tahan baterai juga masuk dalam sorotan utama. Berdasarkan deskripsi produk, laptop ini diklaim mampu bertahan hingga 22 jam dalam sekali pengisian daya.
Angka tersebut tentu biasanya merujuk pada skenario ideal, tetapi tetap memberi sinyal bahwa Samsung membidik kelas laptop yang efisien untuk mobilitas. Bobotnya sekitar 1,55 kg, sehingga masih tergolong nyaman dibawa untuk penggunaan sehari-hari meski tidak masuk kategori paling ringan.
Port yang lebih lengkap dari banyak laptop tipis
Di tengah tren laptop premium yang makin minimalis, Galaxy Book6 Edge justru menawarkan kelengkapan konektivitas yang cukup jarang. Sisi kanan perangkat memuat USB-A, jack audio 3,5 mm, dan slot kartu SD.
Sementara itu, sisi kiri menyediakan port HDMI serta dua USB-C. Kehadiran port-port ini menjadi pembeda penting bagi pengguna yang masih membutuhkan koneksi langsung ke aksesori, layar eksternal, atau media penyimpanan.
Masuk ke segmen premium
Harga yang tercatat untuk Galaxy Book6 Edge berada di sekitar €2.199. Posisi ini langsung menempatkannya di segmen premium dan membuatnya berhadapan dengan laptop tipis kelas atas seperti MacBook Air.
Hingga kini, Samsung belum memberi pengumuman resmi soal perangkat tersebut. Namun, dengan detail yang sudah beredar luas, peluncuran resminya tampak tinggal menunggu waktu.
